Definisi Personal Branding


Personal branding penggabungan dari dua kata yang itu personal dan
branding, dalam bahasa Inggris personal berarti pribadi dan branding adalah
brand berarti merek atau kata brand dalam bahasa Norwegia kuno memiliki arti
merujuk pada sebuah praktik dalam memberi tanda sebuah kepemilikan pada
hewan ternak (Swasty,2016). Menurut Jeff Bezos (2019) “your brand is what
people say about you when you’re in the room” yang merupakan personal
branding dapat diartikan tentang bagaimana seseorang mempresentasikan diri
kepada orang lain dan bagaimana seseorang ingin terlihat dan dikenal oleh
masyarakat sehingga dirinya memiliki keunikan dari orang lain.
Setiap individu perlu memiliki personal branding di dalam dirinya
karena untuk digunakan dalam persaingan di dunia kerja. Dengan memiliki
sebuah citra diri atau personal branding yang kuat akan mendorong individu
dengan mudah untuk mengembanka kemampuannya untuk meningkatkan self
awareness, self esteem, self worth dan tentunya nilai positif lainnya dengan
begitu dapat menjadi pembeda dan keunikan seseorang individu dari individu
lainnya. Personal branding merupakan suatu proses pembentukan sudut
pandang masyarakat dalam aspek-aspek yang dimiliki oleh seseorang
contohnya seperti kemampuannya, kepribadiannya, dan nilai nilai yang dalam
menciptakan sebuah sudut pandang positif dari masyarakat untuk menunjang
menciptakan sebuah personal branding yang kuat. (Haroen, 2014)
Personal branding berasal dari nilai-nilai kehidupan seseorang dan
memiliki sudut pandang tinggi terhadap siapa sebenarnya diri anda. Personal
branding adalah merek pribadi anda di benak orang lain yang ada kenal.
dengan adanya personal branding akan memudahkan semua orang melihat anda
berbeda dengan orang lain dan tentunya dengan adanya keunikan tersendiri,
seperti orang akan lupa dengan wajah kita tetapi dengan adanya keunikan diri
kita akan diingat selalu oleh orang lain (Cindy Yunitasari & Edwin Japarianto,
2013). Konsisten adalah sebuah syarat utama dalam personal branding yang
kuat. Hal-hal yang tidak konsisten akan melemahkan personal branding
dimana pada akhirnya akan menghilangkan kepercayaan serta ingatan orang
lain terhadap diri anda (McNally & Speak, 2002:13).
Menurut Lair, et. all (dalam Lair, Sullivan & Cheney, 2005, 35) Personal
branding merupakan salah satu proses untuk membentuk persepsi masyarakat
terhadap diri seseorang yang dipandang sebagai merek atau brand oleh
masyarakat. Dengan begitu proses pembentukan persepsi masyarakat oleh diri
seseorang yang meliputi kepribadiannya, kemampuannya dan aspek lainnya
yang akan menciptakan persepsi positif di pemikiran masyarakat serta
digunakan sebagai alat pemasaran (McNally & Speak, 2022). Menurut Peter
Montoya (2002) dalam bukunya yang berjudul “The Personal Branding
Phenomenon” menyatakan bawah personal branding merupakan pengertian
mengenai menciptakan identitas yang ditampilkan ke publik untuk diri sendiri
sebagai sebuah proyek bisnis.
Personal branding merupakan proses membangun dan mengelola citra
dan reputasi seseorang di mata publik, menurut para ahli personal branding
melibatkan penciptaan persepsi yang positif dan tak terlupakan tentang
individu yang dapat mempengaruhi karir dan hubungan sosial mereka.
Personal branding adalah sesuatu tentang bagaimana mengambil kendari atas
penilaian orang lain terhadap anda sebelum anda bertemu langsung dengan
anda “personal branding is about taking control of how other people perceive
you before they come into direct contact with you” (Montoya & Vandehey,
2008)