Indikator Brand Trust


Menurut Lau dan Lee dalam Ridwanudin & Fanni (2019) terdapat tiga
faktor sebagai pengukur kepercayaan terhadap merek, antara lain:

  1. Brand Characteristic (Karakteristik merek) memiliki peran yang penting dalam
    menentukan pengambilan keputusan konsumen untuk mempercayai suatu
    merek, hal ini disebabkan konsumen akan melakukan penilaian sebelum
    membeli suatu produk atau jasa. Karakteristik merek yang berkaitan dengan
    kepercayaan merek meliputi:
    a. Brand Reputation
    Persepsi konsumen pada suatu merek bahwa merek tersebut memiliki
    reputasi yang bagus dan berkaitan dengan kepercayaan konsumen terhadap
    merek tersebut.
    b. Brand Predictability
    Prediktabilitas ini dapat dikaitkan dengan tingkat kekonsistenan kualitas
    produk. Prediksi atau persepsi konsumen bahwa suatu merek dapat
    diprediksikan erat berkaitan dengan kepercayaan konsumen terhadap merek
    tersebut.
    c. Brand Competence
    Merek yang mempunyai kemampuan untuk dapat memecahkan
    permasalahan yang dihadapi oleh konsumen dalam memenuhi segala
    keperluannya. Kemampuan merupakan suatu elemen penting yang
    mempengaruhi kepercayaan. Konsumen mungkin mengetahui brand
    competence melalui pengalaman secara langsung atau komunikasi dari
    mulut ke mulut.
  2. Company Characteristic (Karakteristik perusahaan), Persepsi yang dapat
    mempengaruhi kepercayaan konsumen terhadap suatu perusahaan (trust in the
    company) adalah sebagai berikut:
    a. Trust in the Company (Kepercayaan terhadap Perusahaan)
    Trust in a company adalah suatu rasa percaya bahwa perusahaan itu bagus,
    dan memiliki kemampuan untuk menciptakan produk yang berkualitas.
    b. Company Reputation (Reputasi Perusahaan)
    Persepsi konsumen bahwa perusahaan memiliki reputasi kesetaraan sangat
    berkaitan erat dengan kepercayaan konsumen terhadap suatu merek.
    c. Perceived Motives of the Company (Motif Perusahaan yang dirasakan
    Pelanggan)
    Persepsi konsumen bahwa perusahaan memiliki motif yang menguntungkan
    sangat berkaitan dengan kepercayaan konsumen terhadap merek yang
    diluncurkan oleh perusahaan tersebut.
    d. Company Integrity (Integritas Perusahaan)
    Integritas perusahaan merupakan persepsi konsumen yang sesuai dengan
    prinsip perusahaan yang logis, misalnya menepati janji, bertindak etis, dan
    berlaku jujur.
  3. Consumer-Brand Characteristic (Karakteristik Pelanggan-Merek)
    Setiap hubungan memiliki dua arah, setiap kelompok saling mempengaruhi
    dalam hubungannya dengan kelompok lain. Sehingga, karakteristik pelanggan-
    merek dapat mempengaruhi kepercayaan pelanggan terhadap suatu merek.
    a. Similarity between Consumer’s Self-Concept and Brand Personality
    (Kemiripan antara konsep diri konsumen dengan kepribadian merek)
    Kepribadian merek adalah asosiasi yang terkait dengan merek yang diingat
    oleh konsumen dalam menerimanya. Kesamaan antara konsep diri konsumen
    dengan kepribadian merek sangat berkaitan dengan kepercayaan konsumen
    terhadap merek.
    b. Brand Liking (Kesukaan Merek),
    Bagi konsumen untuk membuat hubungan dengan suatu merek, maka
    konsumen tersebut harus mengemari dulu merek tersebut. Di pasar konsumen,
    jika konsumen menyukai suatu jenis merek yang menurutnya sesuai dan
    menarik kemungkinan konsumen akan lebih mempercayai merek tersebut.
    c. Brand Experience (Pengalaman merek)
    Pengalaman masa lalu yang pernah dialami oleh konsumen dengan suatu
    merek khususnya dalam lingkup pemakaian maka pengalaman konsumen
    dengan suatu merek sangat berkaitan dengan kepercayaannya terhadap merek
    tersebut.
    d. Brand Satisfaction (Kepuasan Merek)
    Hasil evaluasi subyektif terhadap suatu hal yang dicapai oleh suatu merek
    dalam rangka memenuhi yang diharapkan oleh konsumen. Fenomena ini sesuai
    dengan paradigma diskonfirmasi kepuasan konsumen, perbandingan antara
    harapan konsumen dengan hasil yang dirasakan sangat mencirikan definisi
    kepuasan.
    e. Peer Support (Dukungan rekan)
    Salah satu determinan perilaku individu adalah pengaruh yang dibawa oleh
    individu lain. Untuk menyatakan secara tidak langsung bahwa pengaruh sosial
    merupakan determinan penting dalam pembentukan perilaku individu.