Image (Citra) adalah persepsi masyarakat terhadap perusahaan atau
produk. Image dipngaruhi oleh banyak faktor yang diluar kontrol perusahaan.
Pengertian image (citra) menurut (Kotler, 2009: 57) adalah kepercayaan, ide,
dan impressi seseorang terhadap sesuatu. Citra citra merupakan kesan,
impressi, perasaan atau persepsi yang ada pada publik mengenai perusahaan,
suatu obyek, orang atau lembaga. Bagi perusahaan citra berarti persepsi
masyarakat terhadap jati diri perusahaan. Persepsi ini didasarkan pada apa
yang masyarakat ketahui atau kira tentang perusahaan yang bersangkutan.
Oleh karena itulah perusahaan yang sama belum tentu memiliki citra yang
sama pula dihadapan orang. Citra perusahaan menjadi salah satu pegangan
bagi konsumen dalam mengambil keputusan penting. Contoh: keputusan
untuk membeli suatu barang, keputusan untuk menentukan tempat bermalam,
keputusan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman, pengambilan kursus,
sekolah, dan lain-lain. Citra yang baik akan menimbulkan dampak positif
bagi perusahaan, sedangkan citra yang buruk melahirkan dampak negatif dan
melemahkan kemampuan perusahaan dalam persaingan.
Menurut (Supranto, 2011: 128) mengatakan “Citra merek ialah apa yang
konsumen pikir atau rasakan ketika mereka mendengar atau melihat nama
suatu merek atau pada intinya apa yang konsumen telah pelajari tentang
merek.”
Menurut (Rahman, 2010: 181) : “merek bisa memperkuat citra diri dan
persepsi orang lain terhadap pemakai/ pemiliknya.”
Pengertian brand image menurut (Keller, 2009: 47) :
1) Anggapan tentang merek yang direfleksikan konsumen yang berpegang
pada ingatan konsumen.
2) Cara orang berpikir tentang sebuah merek secara abstrak dalam pemikiran
mereka, sekalipun pada saat mereka memikirkannya, mereka tidak
berhadapan langsung dengan produk Membangun brand image yang
positif dapat dicapai dengan program marketing yang kuat terhadap
produk tersebut, yang unik dan memiliki kelebihan yang ditonjolkan, yang
membedakannya dengan produk lain. Kombinasi yang baik dari elemen–
elemen yang mendukung (seperti yang telah dijelaskan sebelumnya) dapat
menciptakan brand image yang kuat bagi konsumen.
Citra yang efektif melakukan tiga hal menurut Kotler (2009:338) yaitu:
1) Menetapkan karakter produk dan usulan nilai
2) Menyampaikan karakter itu dengan cara yang berbeda sehingga tidak
dikacaukan oleh karakter pesaing.
3) Memberikan kekuatan emosional yang lebih dari sekedar citra mental
Berdasarkan beberapa pengertian tentang brand image diatas dapat
disimpulkan bahwa brand image merupakan persepsi/ sinyal yang
ditimbulkan dari konsumen pengguna merek. Agar citra merek berfungsi
maka citra itu harus disampaikan melalui setiap sarana komunikasi yang
tersedia dan kontak merek
