Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) mengacu pada kebijakan-kebijakan,
praktik-praktik, serta sistem-sistem yang memperngaruhi perilaku, sikap, dan
kinerja pegawai. MSDM adalah kombinasi kebijakan, praktik, dan sistem yang
mempengaruhi kebiasaan, tingkah laku dan performa pegawai dalam aktivitas
berorganisasi (Noe dan Hollenbeck, 2011:2). Menurut Dessler (2010:4)
menyatakan bahwa: MSDM sebagai kebijakan dan latihan untuk memenuhi
kebutuhan karyawan atau aspek-aspek yang terdapat dalam sumber daya manusia
seperti posisi manajemen, pengadaan pegawai atau rekrutmen, penyaringan,
pelatihan, kompensasi dan penilaian prestasi kerja pegawai.
MSDM merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
penyusunan, penggerakan dan pengawasan, terhadap pengadaan, pengembangan
pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemisahan pegawai
untuk mencapai tujuan organisasi (Bangun, 2012:6). Pembahasan mengenai
MSDM adalah bahwa manusia merupakan unsur terpenting dalam setiap dan semua
organisasi, keberhasilan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya serta
kemampuannya menghadapi berbagai tentangan, baik yang bersikap eksternal
maupun internal, sangat ditentukan oleh kemampuan mengelola sumber daya
manusia dengan setepat-tepatnya. Masalah-masalah pengembangan diri, keadilan,
kewajaran, harapan dan kecocokan pekerjaan dengan karakteristik seseorang,
masalah-masalah perilaku organisasi merupakan bagian pengelolaan sumber daya
manusia yang penting (Siagian, 2014:40)