Emotional Value


Menurut Barlow dan Maul yang dikutip oleh Tjiptono (2007:294) emotional value
adalah nilai ekonomis dari perasaan pelanggan ketika mereka merasakan
pengalaman yang positif setelah menggunakan produk dan jasa perusahaan.
Sedangkan menurut Sweeney dan Soutar yang dikutip oleh Tjiptono (2007:298)
definisi emotional value adalah utilitas yang berasal dari perasaan atau afektif atau
emosi positif yang ditimbulkan dari menggunakan produk. Berdasarkan definisi-
definisi yang dikemukakan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa emotional
value merupakan perasaan yang dirasakan atau dialami oleh pelanggan atas
perasaan yang diharapkan pada saat mereka bertransaksi dengan sebuah organisasi
dan para karyawannya. Perasaan-perasaan ini akan menciptakan keinginan mereka
untuk membeli kembali produk itu atau tidak. Keputusan pembelian suatu produk
yang dilakukan oleh konsumen tidak hanya mempertimbangkan perangkat produk
dan harganya (rational value) saja, tetapi juga mempertimbangkan nilai (value)
apakah yang dapat mereka peroleh dari mengkonsumsi produk atau jasa tersebut.