Indikator Kualitas Pelayanan


Menurut (Mukarom & Muhibudin, 2015) mengemukakan lima indikator Kualitas
Pelayanan yaitu :

  1. Reliability yang ditandai dengan pemberian Kualitas Pelayanan yang tepat
    dan benar. Reliability atau keandalan menjadi salah satu indikator
    membangun kualitas pelayanan. Jadi, dikatakan memiliki reliabilitas apabila
    memenuhi kecermatan dalam melayani pelanggan, dan memiliki standar
    pelayanan yang jelas. Keandalan juga dapat dilihat dari kemampuan
    perusahaan dalam menggunakan alat bantu yang ada, fungsinya untuk
    memproses pelayanan, sehingga memberikan kepuasan bagi pelanggan.
  2. Tangibles yang ditandai dengan penyediaan yang memadai sumber daya
    lainnya. Istilah tangible adalah bentuk pelayanan yang dapat dirasakan dan
    dilihat secara langsung. Salah satu bentuk yang berbentuk tangible adalah
    fasilitas fisik, fasilitas komunikasi hingga peralatan staf. Adapun
    kehadiran tangible, yaitu memberikan kemudahan dalam proses pelayanan,
    dan menampilkan dalam melayani pelanggan. Adapun fungsi dari tangible,
    yaitu memberikan kenyamanan, dan memberikan kemudahan akses bagi
    pelanggan maupun konsumen.
  3. Responsiveness ditandai dengan keinginan melayani konsumen dengan cepat.
    Indikator kualitas pelayanan juga harus bersifat responsiveness. Jadi butuh
    daya tanggap yang cepat terhadap perkembangan dan perubahan selera
    konsumen terhadap produk, barang atau keinginan konsumen. Adapun ciriciri responsiveness, yaitu dapat ditandai dari kemampuan dalam merespon
    pelanggan dengan baik, disertai dengan respon secara cermat, cepat, dan
    tepat. Ketika ada konsumen yang mengeluh, segera direspons dan dibenahi.
  4. Assurance yang ditandai tingkat perhatian terhadap etika dan moral dalam
    memberikan Kualitas Pelayanan. Jika diperhatikan, khususnya untuk jual beli
    barang/jasa yang memiliki daya jual tinggi, bentuk kualitas pelayanan
    berbentuk jaminan atau assurance. Sadar atau tidak, jaminan sangat
    membantu meningkatkan rasa kepercayaan pelanggan kepada perusahaan.
    Adapun ciri-ciri perusahaan yang memberikan jaminan kepada pelanggan.
    Pertama harus tepat waktu. Kedua jaminan diberikan disesuaikan dengan
    pelayanan dan terakhir diberikan karena perusahaan memiliki integritas.
  5. Emphaty yang ditandai tingkat kemauan untuk mengetahui keinginan dan
    kebutuhan konsumen. Emphaty adalah perhatian yang sangat membantu
    dalam membangun sebuah hubungan, perhatian dan komunikasi antar orang
    lain. Bentuk perhatian sebenarnya berbentuk hal-hal kecil. Namun,
    memberikan dampak pengaruh yang luar biasa kepada pelanggan. Adapun
    bentuk-bentuk attention, misalnya melayani konsumen dengan sopan santun,
    ramah, menghargai siapapun itu pelanggan, dan mendahulukan kepentingan
    pelanggan. Hal terpenting, tidak boleh melayani dengan cara diskriminatif
    dan pilih kasih