Komitmen terhadap kesuksesan pekerjaan sering disebut sebagai
employee engagement. Employee engagement merupakan suatu istilah
yang relatif baru dalam ilmu sumber daya manusia, dimana kata tersebut
sering digunakan oleh lembaga konsultan yang khusus bergerak dalam
bidang sumber daya manusia.
Employee engagement merupakan gagasan dalam perilaku
organisasi yang menjadi daya tarik dalam beberapa tahun terakhir. Daya
tarik ini timbul karena employee engagement berpengaruh pada kinerja
perusahaan secara keseluruhan. Hal ini telah didefinisikan oleh salah satu
organisasi riset terkemuka sebagai hubungan emosional yang tinggi yang
seorang karyawan rasakan terhadap organisasinya yang mempengaruhinya
untuk mengerahkan usaha yang bebas dan lebih besar untuk pekerjaannya.
(Risher, 2010:74).
Gallup Oranization menyatakan bahwa karyawan yang mempunyai
nilai engagement merupakan pekerja yang memiliki keterlibatan secara
penuh serta antusias terhadap pekerjaan mereka (Tritch, 2003). Selain
definisi tersebut, pandangan popular dari istilah ini menyatakan bahwa
employee engagement tidak hanya membuat karyawan memberikan
kontribusi lebih, namun juga membuat mereka memiliki loyalitas yang
13
lebih tinggi sehingga mengurangi keinginan untuk meninggalkan
perusahaan secara sukarela (Macey & Schneider, 2008).
Employee engagement menurut Thomas (2007) merupakan suatu
keadaan psikologis yang stabil dan adalah hasil interaksi antara seorang
individu dengan lingkungan tempat individu bekerja.
Menurut Kahn (Nusatria, 2011:4) engagement merupakan gagasan
multidimensi. Karyawan dapat secara emosi, kognitif, atau fisik terikat.
Engagement terjadi ketika seseorang secara sadar waspada dan/atau secara
emosi terhubung dengan orang lain. Disengaged employees, di sisi lain,
melepaskan diri dari tugas kerja dan menarik diri secara sadar dan penuh
perasaan (Luthans dan Peterson 2002 dalam Nusatria, 2011:4).
Conference Board (dalam Vibrayani, 2012:10) meyebutkan bahwa
engagement pada karyawan adalah sebuah hubungan yang kuat secara
emosional dan intelektual yang dimiliki oleh karyawan terhadap
pekerjaannya, organisasi, manajer atau rekan kerja, yang pada gilirannya,
akan mempengaruhi dia untuk memberikan upaya lebih pada pekerjaanya
