Karakteristik risiko konstruksi
Risiko konstruksi memiliki beberapa karakteristik penting:
- Bersifat tidak pasti, sehingga waktu, lokasi, dan tingkat dampaknya tidak selalu dapat diprediksi dengan tepat.
- Bersifat dinamis karena tingkat risiko dapat berubah sesuai kemajuan pekerjaan, kondisi pasar, cuaca, desain, dan keputusan para pihak.
- Saling berkaitan karena satu risiko dapat memicu risiko lainnya. Keterlambatan material, misalnya, dapat menyebabkan keterlambatan jadwal, pembengkakan biaya tenaga kerja, penurunan produktivitas, tekanan percepatan pekerjaan, dan peningkatan risiko kecelakaan.
- Memiliki konsekuensi yang berbeda bagi setiap pemangku kepentingan. Risiko keterlambatan dapat berarti denda bagi kontraktor, keterlambatan manfaat fasilitas bagi pemilik, serta gangguan layanan bagi pengguna.
- Dapat dikelola, meskipun tidak selalu dapat dihilangkan. Tujuan manajemen risiko bukan menjamin proyek bebas risiko, melainkan menjaga tingkat paparan risiko pada batas yang dapat diterima.
Manajemen risiko merupakan proses sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan merespons faktor risiko sepanjang siklus hidup proyek demi melindungi tujuan proyek (PMI, 2022)
