Risiko dalam Manajemen Konstruksi (10)

Risiko dan indikator proyek

Risiko dapat memengaruhi indikator kinerja utama proyek secara bersamaan. Hubungan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sasaran proyekBentuk dampak risikoIndikator yang dapat dipantau
WaktuKeterlambatan aktivitas kritis, produktivitas rendah, gangguan pasokanSPI, deviasi jadwal, keterlambatan lintasan kritis
BiayaPembengkakan material, pekerjaan ulang, biaya lembur, klaimCPI, cost variance, proyeksi biaya akhir
MutuCacat pekerjaan, hasil uji tidak memenuhi standar, reworkJumlah ketidaksesuaian, hasil pengujian, biaya mutu
KeselamatanKecelakaan kerja, kondisi tidak aman, penghentian pekerjaanLost time injury, near miss, tingkat kepatuhan APD
LingkupPerubahan desain, pekerjaan tambahan, ketidakjelasan spesifikasiJumlah change order, perubahan volume, klaim
KontrakPerselisihan pembayaran, perbedaan interpretasi dokumenJumlah klaim, status addendum, sengketa terbuka

Misalnya, risiko hujan berkepanjangan pada proyek pekerjaan tanah dapat menurunkan produktivitas alat, menghambat pemadatan tanah, menggeser jadwal pekerjaan pondasi, menambah biaya sewa alat dan tenaga kerja, serta menimbulkan risiko mutu apabila pekerjaan dilakukan pada kadar air yang tidak memenuhi spesifikasi. Risiko tersebut perlu ditangani dengan strategi seperti penyesuaian kalender kerja, sistem drainase sementara, perlindungan material, cadangan waktu, dan penjadwalan alternatif untuk pekerjaan yang dapat dilakukan saat kondisi hujan.