Pengaruh Work Life Balance Terhadap Intention to Stay dengan Employee Engagement


Schermerhorn & John R (2005) work life balance didefinisikan sebagai
kemampuan individu untuk memenuhi komitmen pekerjaan dan keluarga,
serta tanggung jawab dan aktivitas non-kerja lainnya. Schaufeli et al (2006)
menjelaskan bahwa terdapat 3 dimensi employee engagement dan salah satu
dimensinya adalah dedication. Dimensi dedication merujuk pada
keterlibatan karyawan dengan mengalami perasaan antusiasme sehingga
karyawan mulai memperlihatkan ketertarikannya dalam menjalani
pekerjaannya. Hal ini sejalan dengan penelitian Arief et al (2021) yang
menjelaskan bahwa seorang karyawan yang mendapatkan keseimbangan
baik antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan pribadi akan meningkatkan
emosional secara positif. Dengan meningkatnya emosional positif karyawan
lebih antusias dalam bekerja dengan baik sesuai tanggung jawab pada
organisasi. Setelah karyawan memiliki employee engagement pada
organisasi, maka akan berpengaruh kepada niat seorang karyawan untuk
bertahan. Karyawan dengan keterlibatan yang tinggi atau merasa terikat
dengan pekerjaannya akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan
tugas-tugasnya dengan hasil terbaik. Keterikatan emosional ini juga
membuat karyawan ingin terus berada di organisasi tersebut, sehingga
semakin meningkatkan niat mereka untuk tetap bertahan (Dwiputri et al.,
2022)