Dalam upaya mewujudkan tujuan organisasi, tujuan organisasi bisa tercapai
ketika seorang pemimpin mampu menjalakan tugas dan fungsinya dengan baik.
Menurut Syamsu Badu dan Novianti Djafri (2019:47) secara operasional dapat
dibedakan menjadi lima fungsi pokok kepemimpinan, yaitu :
- Fungsi instruktif
Pemimpin berfungsi sebagai komunikator menentukan apa (isi perintah),
bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai,
melaksanakan, dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan
perintah) agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Sehingga fungsi
orang yang dipimpin hanyalah melaksanakan perintah. - Fungsi konsultatif
Pemimpin dapat menggunakan fungsi konsultatif sebagai komunikassi dua
arah. Hal tersebut digunakan mana kala pemimpin dalam usaha menetapkan
keputusan yang memerlukan bahan pertimbangan dan berkonsultasi dengan
orang-orang yang dipimpinnya. - Fungsi Partisipasi
Dalam menjalankan fungsi partisipasi pemimpin harus berusaha dan mampu
mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam pengambilan
keputusan maupun dalam melaksanakannya.. - Fungsi Delegasi
Dalam menjalankan fungsi delegassi, pemimpin memberikan pelimpahan
wewenang membuat atau menetapkan keputusan. Fungsi delegasi sebenarnnya
adalah kepercayaan seorang pemimpin kepada orang yang diberi kepercayaan
untuk pelimpahan wewenang dengan melaksankannya secara bertanggung
jawab. - Fungsi Pengendalian
Fungsi pengendalian berasumsi bahawa kepemimpinan yang efektif harus
mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinassi
yang efektif, sehingga tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Dalam
melaksanakan fungsi pengendalian, pemimpin dapat mewujudkan melalui
kegiatan bimbingan, pengarahan, koordimasi dan pengawaan.
Fungsi kepemimpinan merupakan usaha untuk mengarahkan anggota
kelompok agar memiliki semangat yang tinggi dan bekerja sebaik mungkin. Fungsi
kepemimpinan juga berkaitan dengan membangun hubungan antara individu atau
kelompok dalam organisasi.
