Dimensi Kualitas pelayanan Publik


Setiap pelayanan akan menghasilkan beragam penilaian yang datangnya dari
pihak yang dilayani atau pengguna layanan, pelayanan yang baik tentunya akan
memberikan penilaian yang baik pula dari para pelanggan, tetapi apabila pelayanan
yang diberikan tidak memberikan kepuasan, misalnya terkait dengan jangka waktu
pelayanan yang tidak tepat waktu maka akan menimbulkan kekecewaan pelanggan
dan bisa memperburuk citra instansi pemberi layanan. Menurut Van Looy (dalam
Hardiansyah 2011:45), suatu model dimensi kualitas jasa yang ideal baru
memenuhi beberapa syarat, yaitu:

  1. Dimensi harus besifat satuan yang komprehensip, artinya dapat
    menjelaskan karakteristik secara menyeluruh mengenai presepsi terhadap
    kualitas karena adanya perbedaan dari masing-masing dimensi kualitas
    yang di usulkan.
  2. Model juga harus bersifat universal, artinya masing-masing dimensi harus
    bersifat umum dan valid untuk berbagi spektrum bidang jasa.
  3. Masing-masing dimensi dalam model yang digunakan haruslah bersifat
    bebas.
  4. Sebaiknya jumlah dimensi dibatasi (limited).
    Dengan demikian, untuk dapat menilai sejauh mana mutu pelayanan publik
    yang diberikan aparatur pemerintah, memang tidak bisa dihindari, bahkan menjadi
    tolak ukur kualitas pelayanan tersebut dapat ditelaah dari kriteria dimensi-dimensi
    kualitas pelayanan publik.
    Menurut Zeithaml dkk (1990) (dalam Hardiansyah 2011:46-47) kualitas
    pelayanan dapat diukur dari lima dimensi, yaitu: Tangible (Berwujud), Reliability
    (Kehandalan), Responsiveness (Ketanggapan), Assurance (Jaminan), Empathy
    (Empati). Masing-masing dimensi memiliki indikator-indikator sebagai berikut:
  5. Dimensi Tangible (Berwujud), terdiri atas indikator:
    a. Penampilan petugas/aparatur dalam melayani penggunaan pelayanan
    penampilan adalah suatu bentuk citra diri yang terpancar pada diri
    seseorang dan merupakan sarana komunikasi diri dengan orang lain.
    Berpenampilan menarik adalah salah satu kunci akses dalam sukses
    dalam bekerja, terutama bidang pekerjaan yang sering berhubungan
    dengan orang banyak, contohnya memiliki innerbeauty yang baik, self
    control terkendali, memperhatikan ekspresi, body language, cara
    berbicara, menjaga kesehatan tubuh, berpakaian sesuai ketentuan,
    bersih dan rapi.
    b. Kenyamanan tempat melakukan pelayanan
    Kenyamanan yaitu lingkungan pelayanan harus tertib, teratur,
    disediakan ruang tunggu yang nyaman dengan menggunakan
    pendingin ruangan agar pengguna layanan nyaman dalam melakukan
    pelayanan, bersih, rapih, lingkungan yang indah dan sehat serta
    dilengkapi dengan fasilitas pendukung pelayanan.
    c. Kemudahan dalam proses pelayanan
    Kemudahan proses pelayanan yaitu kemudahan pengguna layanan
    dalam mengurus keperluan dikantor pelayanan, kemudian kemudahan
    tempat dan lokasi serta sarana dan prasarana dan pendukung lainnya
    yang memadai.
    d. Kedisiplinan pegawai dalam melayani pengguna layanan
    Kedisiplinan yaitu dimana pegawai pelayanan disiplin dalam
    melayani pengguna pelayanan seperti mengerjakan keperluan
    pengguna layanan menunggu terlalu lama.
    e. Penggunaan alat bantu dalam pelayanan
    Penggunaan alat bantu dalam proses pelayanan sangat dibutuhkan
    demi kelancaran proses pelayanan. Alat bantu yang dimaksud adalah
    alat bantu yang digunakan dalam proses pelayanan seperti komputer
    dan perangkatnya serta kamera untuk keperluan foto KTP.
  6. Dimensi Reliability (kehandalan), terdiri atas indikator:
    a. Kecermatan pegawai dalam melayani pengguna layanan
    Kecermatan atau ketelitian pegawai sangat diperlukan agar tidak
    terjadi kesalahan dalam melayani penggunaan layanan.
    b. Memiliki standar pelayanan yang jelas
    Dalam melakukan pelayanan publik, penyedia layanan harus
    mempunyai standar pelayanan publik yang jelas meliputi prosedur
    pelayanan, waktu pelayanan, biaya pelayanan, produk pelayanan,
    sarana dan prasarana, dan kopetensi petugaspelayanan.
    c. Kemampuan menggunakan alat bantu pelayanan
    Kemampuan pegawai pelayanan dalam menggunakan alat bantu yang
    tersedia sangat dibutuhkan agar memudahkan pengguna layanan
    dalam melakukan proses pelayanan.
    d. Keahlian petugas menggunakan alat bantu pelayanan
    Keahlian berarti sudah lebih mampu dalam menguasai. Keahlian
    merupakan sesuatu yang harus dimiliki pegawai dalam proses
    pelayanan agar pelayanan berjalan dengan baik.
  7. Dimensi Responsiveness (Respon/Ketanggapan), terdiri atas indikator:
    a. Merespon setiap pelanggan
    Merespon berarti tanggap. Sikap respon ini dibutuhkan agar pengguna
    layanan merasa senang dan merasa dihargai ketika pegawai layanan
    dapat memberikan sikap respon kepada pengguna layanan.
    b. Pelayanan dengan cepat dan tepat
    Pengguna layanan akan merasa senang ketika pengguna layanan
    mengerjakan keperluan pengguna layanan dengan cepat dan tepat.
    Tepat disini dapat diartikan pegawai dapat memberikan layanan
    sesuai dengan keperluan pengguna layanan.
    c. Pegawai melakukan pelayanan dengan waktu yang tepat
    Jika pekerjaan dilakukan dan dikerjakan dengan tepat waktu maka
    tidak akan membuat pengguna layanan menunggu terlalu lama. Waktu
    yang tepat disini dapat diartikan sesuai dengan standar pelayanan
    publik yang sudah dibuat oleh masing-masing penyedia layanan.
    d. Respon keluhan masyarakat
    Setiap penyedia pelayanan publik wajib untuk merespon dan
    menanggapi keluhan pelanggan. Biasanya keluhan terjadi jika
    pegawai layanan tidak melaksanakan proses pelayanan dengan baik.
  8. Dimensi Assurance (Jaminan), terdiri atas indikator:
    a. Jaminan tepat waktu dalam pelayanan
    Jaminan tepat waktu sangat diperlukan oleh pengguna layanan agar
    pengguna layanan merasa yakin dengan waktu yang diberikan oleh
    penyedia layanan.
    b. Jaminan kepastian biaya dalam pelayanan
    Jaminan kepastian biaya biasanya ada pada standar pelayanan publik
    masing-masing penyedia layanan.
    c. Jaminan legalitas dalam pelayanan
    d. Jaminan kepastian biaya dalam pelayanan
  9. Dimensi emphaty (Empati), terdiri atas indikator:
    a. Mendahulukan kepentingan penguna pelayanan
    Pengguna layanan merupakan prioritas dalam proses layanan. Sebagai
    pegawai pelayanan sebaiknya mendahulukan kepentingan pengguna
    layanan dari pada kepentingan yang bersifat pribadi.
    b. Melayani dengan sikap ramah dan sopan santun
    Keramahan dan kesopanan pegawai sangat diperlukan dalam proses
    pelayanan agar pengguna layanan merasa senang dengan pelayanan
    yang diberikan oleh penyedia layanan. Pengguna layanan akan sangat
    dihargai ketika pegawai pelayanan bersikap ramah dan sopan santun.
    c. Tidak diskriminasi
    Dalam melayani pengguna layanan yang akan mengurus
    keperluannya dikantor pelayanan. Semua harus dilayani sesuai
    dengan nomer antrian yang disediakan.
    d. Melayani dan menghargai setiap pelanggan
    Sikap menghargai dalam pelayanan hampir sama dengan sikap sopan
    santun, sikap menghargai dapat dilakukan dengan menyapa serta
    tersenyum dengan pengguna layanan, menannyakan keperluan
    pengguna layanan, memberikan penjelasan yang berkaitan dengan
    keperluan pengguna layanan dan berusaha agar kebutuhan pengguna
    layanan dan berusaha agar kebutuhan pengguna layanan dapat
    terpenuhi