Pengaruh Likuiditas Terhadap Kebijakan Dividen


Menurut Martono dan Harjito (2000:255-256), likuiditas
perusahaan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam
kebijakan dividen. Karena dividen merupakan arus kas keluar,
maka semakin besar jumlah kas yang tersedia dan likuiditas
perusahaan, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk
membayar dividen. Dan apabila manajemen hendak
memelihara likuiditas dalam upaya mengantisipasi adanya
ketidakpastian dan agar mempunyai fleksibilitas keuangan,
kemungkinan perusahaan tidak akan membayar dividen dalam
jumlah yang besar pula.
Hal tersebut juga didukung dengan hasil penelitian
Wahyuni (2015) yang menunjukkan bahwa variabel likuiditas
yang diproksikan dengan Current Ratio secara empirik
berpengaruh positif dan signifikan terhadap besarnya dividen
yang dibagikan kepada pemegang saham. Hal ini berarti
tinggi rendahnya likuiditas pada suatu perusahaan dapat pula
dilihat dari kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. Hasil penelitian Karami (2013) dan
Parica, dkk (2013) menunjukkan bahwa likuiditas memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan dividen karena
ketersediaan aset menunjukkan tingkat pembayaran dividen
sehingga posisi current ratio merupakan variabel penting
yang dipertimbangkan oleh manajemen ketika memutuskan
suatu kebijakan dividen. Semakin tinggi current ratio, maka
semakin mudah bagi pemegang saham untuk mendapatkan
dividen dalam bentuk tunai.