Menurut (Jhon Fernos, 2017) terdapat beberapa jenis rasio profitabilitasyang dapat digunakan. Masing–masing jenis rasio profitabilitas digunakan untukmenilai 15 serta mengukur posisi keuangan perusahaan dalamsuatu periodetertentu atau untuk beberapa periode tertentu. Jenis–jenis rasio profitabilitas yangdapat digunakan adalah:
Rasio Biaya Operasional (BOPO)
13Rasio biaya operasional adalah perbandingan antara biaya operasional
dan pendapatan operasional. Rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur
tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasinya. Mengingat kegiatan utama bank pada prinsipnya adalah berindak sebagai
perantara, yaitu menghimpun dan menyalurkan dana (misalnya dana masyarakat), maka biaya dan pendapatan operasional bank didominasi oleh biaya bunga danhasil bunga. 2. Net Profit Margin (NPM )
Net profit margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat keuntungan(laba) yang diperoleh bank dibandingkan dengan pendapatan yang diterima dari
kegiatan operasionalnya. 3. Return On Assets (ROA)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bankdalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan. Semakin besar ROAsuatu bank, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dansemakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan aset. 4. Return On Equity (ROE)
ROE adalah perbandingan antara laba bersih bank dengan modal sendiri. Rasio ini banyak diamati oleh para pemegang saham bank (baik pemegang sahamsendiri maupun pemegang saham baru). Merupakan indikator yang amat penting bagi para pemegang sahamdancalon investor untuk mengukur kemampuan bank dalam memperoleh laba bersihyang dikaitakan denga pembayaran deviden. Kenaikan dalamrasio ini berarti
14terjadi kenaikan laba bersih dari bank yang bersangkutan. Selanjutnya kenaikanlaba bersih tersebut akan menyebabkan kenaikan harga saham bank.
