Menurut Rizzo, House dan Lirtzman dalam Pratina (2013), konflik peran
diukur menggunakan indikator-indikator sebagai berikut:
- Sumber Daya Manusia
- Mengesampingkan Aturan
- Kegiatan yang tidak perlu
- Arahan yang tidak jelas
Dari dimensi dan indikator di atas, berikut ini akan dijelaskan kembali
pengertian dari masing-masing penyebab indikator konflik peran tersebut: - Sumber daya manusia
Melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang berbeda-beda menerima
penugasan tanpa sumber daya manusia yang cukup untuk
menyelesaikannya. - Mengesampingkan Aturan
Mengesampingkan aturan agar dapat menyelesaikan tugas dan
menerima permintaan dua pihak atau lebih yang tidak sesuai satu sama
lain. - Kegiatan yang tidak jelas
Melakukan pekerjaan cenderung diterima oleh satu pihak tetapi tidak
diterima oleh pihak lain dan melakukan kegiatan yang sebenarnya tidak
perlu. - Arahan yang tidak jelas
