Dimensi dan Indikator Konflik Peran


Menurut Rizzo, House dan Lirtzman dalam Pratina (2013), konflik peran
diukur menggunakan indikator-indikator sebagai berikut:

  1. Sumber Daya Manusia
  2. Mengesampingkan Aturan
  3. Kegiatan yang tidak perlu
  4. Arahan yang tidak jelas
    Dari dimensi dan indikator di atas, berikut ini akan dijelaskan kembali
    pengertian dari masing-masing penyebab indikator konflik peran tersebut:
  5. Sumber daya manusia
    Melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang berbeda-beda menerima
    penugasan tanpa sumber daya manusia yang cukup untuk
    menyelesaikannya.
  6. Mengesampingkan Aturan
    Mengesampingkan aturan agar dapat menyelesaikan tugas dan
    menerima permintaan dua pihak atau lebih yang tidak sesuai satu sama
    lain.
  7. Kegiatan yang tidak jelas
    Melakukan pekerjaan cenderung diterima oleh satu pihak tetapi tidak
    diterima oleh pihak lain dan melakukan kegiatan yang sebenarnya tidak
    perlu.
  8. Arahan yang tidak jelas