Dimensi motivasi kerja ini dinyatakan oleh George dan Jones (2005) yaitu
sebagai berikut (Setiono & Kwanda, 2016):
a. Arah Perilaku (Direction of Behavior)
Di dalam bekerja ada banyak perilaku yang dapat dilakukan oleh karyawan.
Arah perilaku (direction of behavior) mengacu pada perilaku yang dipilih seseorang
dalam bekerja dari banyak pilihan perilaku yang dapat karyawan jalankan baik tepat
maupun tidak.
b. Tingkat Usaha (level of effort)
Tingkat usaha atau level of effort berbicara mengenai seberapa keras usaha
seseorang untuk bekerja sesuai dengan perilaku yang dipilih. Dalam bekerja, seorang
karyawan tidak cukup jika hanya memilih arah perilaku yang fungsional bagi
pencapaian tujuan perusahaan, juga harus memiliki motivasi untuk bekerja keras dalam
menjalankan perilaku yang dipilih. Tingkat usaha karyawan dengan motivasi yang
mendesak akan mendorong karyawan untuk berupaya keras atau bekerja keras untuk
mencapai motivasinya.
c. Tingkat Kegigihan (level of persistence)
Hal ini mengacu pada motivasi karyawan ketika dihadapkan pada suatu
masalah, rintangan atau halangan dalam bekerja, seberapa keras seorang karyawan
tersebut terus berusaha untuk menjalankan perilaku yang dipilih. Misalnya saja bila ada
kendala pada cuaca atau masalah kesehatan seorang karyawan produksi, apakah
karyawan tersebut tetap tepat waktu masuk bekerja dan sungguh – sungguh
mengerjakan tugas seperti biasanya atau memilih hal lain, seperti ijin pulang atau tidak
masuk kerja. Dalam hal ini dibuat pengecualian jika masalah kesehatan yang dialami
karyawan termasuk penyakit serius yang dapat menyebabkan seseorang tidak mampu
bekerja
