Motivasi berasal dari kata latin “Movere” yang berarti : dorongan atau daya penggerak”.
(Hasibuan, 2005 : 92). Menurut Rivai (2004 : 455), motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai
– nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan
individu. Pada dasarnya seorang bekerja karena keinginan memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dorongan keinginan pada diri seseorang dengan orang yang lain berbeda sehingga perilaku
manusia cenderung beragam di dalam bekerja. Menurut Mangkunegara, (2006 : 61) motivasi
terbentuk dari sikap karyawan dalam mengahadapi situasi kerja di perusahaan. Motivasi
merupakan kondisi atau energi yang diri karyawan yang terarah atau tertuju untuk mencapai
tujuanorganisasi perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dan positif terhadap situasi kerja
itulah yang memperkuat motivasi kerjanya untuk mencapai kinerja maksimal.
Motivasi kerja merupakan motivasi yang terjadi pada situasi dan lingkungan kerja yang
terdapat pada suatu organisasi atau lembaga. Pada dasarnya manusia selalu menginginkan hal
yang baik – baik saja, sehingga daya pendorong atau penggerak yang memotivasi semangat
kerjanya tergantung dari harapan yang akan diperoleh mendatang jika harapan itu menjadi
kenyataan maka seseorang akan cemderung meningkatkan motivasi kerjanya. Berdasarkan
beberapa defenisi dan komponen pokok diatas dapat dirumuskan motivasi merupakan daya
dorong atau daya gerak yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku pada suatu perbuatan.
Adapun teori – teori Motivasi menurut Mangkunegara (2006 : 62) yaitu :
- Teori – Teori Kebutuhan tentang Motivasi
a. Hezberg Two Faktor Theory
Dua faktor yang menyebabkan timbulnya rasa puas atau tidak puas menurut
Hezberg,yaitu faktor pemeliharaan dan faktor pemotivasian. Faktor pemeliharaan
meliputi administrasi dan kebijakan perusahaan, kualitas pengawasan, hubungan dengan
pengawas, hubungan dengan subordinat, upah, keamanan kerja, kondisi kerja, dan
status. Sedangkan faktor pemotivasian meliputi dorongan berprestasi, pengenalan,
kemajuan, work it self, kesempatan berkembang , dan tanggung jawab.
b. Achievement Theory
Virus mental adalah kondisi jiwa yang mendorong seseorang untuk mampu mencapai
prestasinya secara maksimal. Virus mental yang dimaksud terdi dari 3 (tiga) dorongan
kebutuhan, yaitu : - Kebutuhan untuk berprestasi
- Kebutuhan untuk memperluas pergaulan
- Kebutuhan untuk menguasai sesuatu
- Teori Kognitif tentang Motivasi
a. Expectancy Theory
b. Equity Theory
Goal – Setting Theory
