Motivasi merupakan keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan
individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan
(Handoko, 2005). dorongan tersebut mempunyai kekuatan yang besar dalam penentuan
sikap pegawai dalam bekerja. Dengan adanya motivasi,dalam rangka memaksimalkan
kinerja pegawai, maka pimpinan memotivasi pegawai agar bekerja lebih baik.
Fenomena yang ada, selama ini meskipun motivasi kerap kali diberikan, ternyata belum
cukup efektif untuk memotivasi pegawai dalam meningkatkan kinerjanya. Namun proses
untuk melakukan motivasi kerja dengan pemenuhan kebutuhan tingkat tinggi memang
harus melalui pemenuhan kebutuhan tingkat rendahnya. Jika seorang termotivasi oleh
peningkatan tunjangan kesejahteraan, jenjang pangkat yang sesuai dan kenaikan gaji
maka akan meningkatkan kinerja .
Penelitian ini sejalan dengan Gede Prawira Utama Putra (2017) dan Penelitian Safwan
(2014), Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja
terdapat pengaruh positif.
Menurut Robbin (2017), motivasi didefinisikan sebagai satu proses yang
menghasilkan suatu intensitas, arah, dan ketekunan individual dalam usaha untuk
mencapai satu tujuan. Suatu kebutuhan (need), berarti suatu kekurangan secara fisik atau
psikologis yang membuat keluaran tertentu terlihat menarik. Selanjutnya dikatakan
bahwa suatu kebutuhan yang tidak terpenuhi akan menciptakan ketegangan, sehingga
merangsang dorongan dalam diri individu. Dorongan-dorongan inilah yang menghasilkan
suatu pencarian untuk menemukan tujuan-tujuan tertentu, yang jika tercapai, akan
memuaskan kebutuhan dan menyebabkan peningkatan kinerja.
Penelitian yang dilakukan oleh Gunastri (2009), hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh positif dan tidak signifikan dari motivasi kerja terhadap kinerja
pegawai. Penelitian Susanty, (2017) hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
pengaruh yang positif antara motivasi kerja terhadap kinerja.
