Faktor yang Mempengaruhi Repurchase Intention


Kotler & Armstrong, (2011) dalam Tae & Bessie (2021) mengatakan ada
beberapa faktor utama yang mempengaruhi minat seseorang untuk melakukan
pembelian ulang, yaitu:

  1. Faktor Kultur
    “Kultur dan kelas sosial seseorang memainkan peran penting dalam
    mempengaruhi minat mereka untuk melakukan pembelian. Sejak masa kecil,
    konsumen mengembangkan persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipengaruhi
    oleh kultur dan lingkungan sosial mereka. Akibatnya, persepsi dan preferensi
    konsumen akan bervariasi dari individu ke individu, membentuk pandangan yang
    unik dan berbeda dalam hal keputusan pembelian mereka.
  2. Faktor Nasionalitas, Agama, Kelompok Ras, dan Wilayah Geografis
    Faktor-faktor ini juga memiliki dampak signifikan terhadap individu.
    Nasionalitas, keyakinan agama, kelompok ras, dan lokasi geografis seseorang
    mempengaruhi cara mereka melihat dunia dan, pada gilirannya, memengaruhi
    keputusan pembelian yang mereka buat. Setiap faktor ini berkontribusi pada
    pembentukan identitas dan preferensi unik yang mempengaruhi perilaku
    konsumen.
  3. Faktor Psikologis
    Faktor-faktor psikologis meliputi pengalaman belanja sebelumnya yang
    dimiliki individu, serta sikap dan keyakinan pribadi mereka. Pengalaman belanja
    yang dimaksud adalah perubahan dalam perilaku yang terjadi sebagai hasil dari
    interaksi sebelumnya dengan produk atau layanan. Minat konsumen untuk
    melakukan pembelian ulang sangat dipengaruhi oleh pengalaman belanja
    sebelumnya yang mereka alami. Pengalaman ini akan memengaruhi tindakan
    mereka dan keputusan yang mereka ambil terkait pembelian di masa depan.
  4. Faktor Pribadi
    Faktor-faktor pribadi seperti kepribadian, usia, pekerjaan, situasi ekonomi,
    dan gaya hidup individu memiliki dampak signifikan terhadap persepsi dan
    keputusan pembelian yang diambil oleh konsumen. Aspek-aspek pribadi ini
    membentuk pandangan unik dan preferensi konsumen dalam memilih produk atau
    layanan. Selain itu, faktor pribadi juga mencakup konsep diri, yaitu bagaimana
    individu memandang diri mereka sendiri dan bagaimana pandangan ini
    memengaruhi keputusan mereka dalam membeli. Kepribadian, usia, pekerjaan,
    kondisi ekonomi, dan gaya hidup semua berperan dalam membentuk cara
    konsumen mengevaluasi dan memutuskan pembelian.
  5. Faktor Sosial
    Faktor sosial melibatkan pengaruh dari kelompok referensi atau kelompok
    acuan (small reference group). Kelompok acuan ini terdiri dari individu atau
    kelompok yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma, dan perilaku konsumen.
    Contoh kelompok acuan meliputi keluarga, teman, atau kelompok sosial tertentu.
    Dalam konteks niat beli ulang, keluarga memainkan peran penting sebagai
    pengambil keputusan, penginisiasi tindakan, pemberi pengaruh dalam keputusan
    pembelian, serta penentu apa yang dibeli, siapa yang membeli, dan siapa yang
    menggunakan produk tersebut. Pengaruh kelompok acuan terhadap niat beli ulang
    sangat bergantung pada kemampuan kelompok tersebut dalam menentukan produk
    dan merek yang sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan kelompok. Keefektifan
    pengaruh kelompok acuan dalam mendorong niat beli ulang juga dipengaruhi oleh
    kualitas produk dan ketersediaan informasi yang relevan bagi konsumen.”
    Sedangkan menurut Pappas (2014), terdapat empat faktor utama yang
    mempengaruhi niat beli ulang konsumen, yaitu:
    a. Perhatian (Attention)
    “Faktor ini merujuk pada tingkat perhatian yang diberikan konsumen
    terhadap suatu produk, baik itu barang atau jasa. Perhatian yang besar dari
    konsumen terhadap produk akan mempengaruhi niat mereka untuk
    melakukan pembelian ulang.
    b. Ketertarikan (Interest)
    Faktor ini melibatkan pemusatan perhatian dan perasaan positif yang
    dirasakan oleh konsumen terhadap produk. Ketertarikan muncul ketika
    konsumen merasa tertarik dan menyenangkan terhadap produk yang
    ditawarkan.
    c. Keinginan (Desire)
    Faktor ini mencakup dorongan atau hasrat yang dimiliki konsumen untuk
    membeli produk. Keinginan ini menunjukkan tingkat motivasi dan
    kebutuhan yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian.
    d. Keyakinan (Conviction)
    Faktor ini berhubungan dengan tingkat kepercayaan diri konsumen terhadap
    kualitas, kegunaan, dan manfaat dari produk yang akan dibeli. Keyakinan
    ini menciptakan rasa percaya diri pada konsumen bahwa produk yang
    dipilih akan memenuhi harapan mereka dan memberikan keuntungan yang
    diinginkan.”