Semakin berkembaangnya perusahaan, maka masalah yang dihadapi
perusahaan semakin kompleks. Pimpinan perusahaan tidak mungkin lagi dapat
mengawasi semua aktivitas perusahaan, termasuk pekerjaan bawahan, oleh karena
itu pengendalian sangan diperlukan untuk meminimalkan penyimpangan yang
dapat terjadi diperusahaan.
Pengendalian intern dapat membantu pimpinan mengetahui besarnya
pendapatan atas penjualan dan memperkirakan kemungkinan terjadinya
kecurangan atau penggelapan melalui laporan-laporan yang menganalisa aktivitas
penjualan yang dimana penyimpangan-penyimpangan yang tidak dikehendaki dari
tujuan yang dianggarkan atau dari standar yang telah dihitung dengan cara yang
tepat agar ada tindakan perbaikan. Pimpinan perusahaan harus benar-benar
mengawasi dan menyelidiki penjualan ini agar dapat berfungsi dengan baik.
Pengendalian penjualan meliputi analisa, penelaahan dan penelitian yang
diharuskan terhadap kebijaksanaan, prosedur, metode dan pelaksanaan yang
sesungguhnya untuk mencapai volume penjualan yang dikehendaki.
Alasan perusahaan menciptakan suatu proses pengendalian intern adalah
untuk mencapai tujuan perusahaan. Proses ini terdiri dari kebijakan-kebijakan dan
prosedur-prosedur yang dirancang untuk memberikan keyakinan pada manajemen
bahwa tujuan dan sasaran perusahaan dapat dicapai.
Tujuan umum pengendalian intern ini menurut COSO, sebagai berikut :
- Keandalan atas laporan keuangan
Dengan adanya pengendalian intern dalam perusahaan, diharapkan dapat
dihasilkan laporan keuangan yang handal, yang dapat digunakan oleh pihak
manajemen dan pihak luar dalam pengambilan keputusan. - Efektivitas dan efisiensi operasi
Pengendalian intern dalam organisasi ditujukan untuk mendorong
tercapainya efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya manusia untuk
mengoptimalkan tujuan perusahaan. - Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku
Pengendalian intern dimaksudkan untuk memastikan ditaatinya segenap
peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah
maupun oleh manajemen dalam lingkungan perusahaan tersebut.
Komponen-komponen pengendalian intern menurut COSO yang dikutip
dari Amin W. Tunggal (2006:6-24), yaitu : - Lingkungan pengendalian (Control Environment)
Terdiri dari tindakan, kebijakan dan prosedur yang menggambarkan sikap
manajemen puncak, direksi dan personil lain dalam suatu organisasi tentang
pengendalian intern dan pentingnya bagi suatu entitas. Terdapat tujuh faktor
lingkungan pengendalian, yaitu :
a) Integritas dan nilai etis
b) Komitmen terhadap kompetensi
c) Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
d) Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab
e) Dewan direksi dan praktisi komite audit
f) Filosofi manajemen dan gaya operasi
g) Struktur organisasi - Penaksiran resiko (Risk assesment)
Penaksiran resiko suatu organisasi untuk pelaporan keuangan merupakan
identifikasi, analisis dan pengelolaan resiko-resiko yang relevan terhadap
penyusunan laporan keuangan yang secara wajar disajikan sesuai dengan standar
akuntansi keuangan. - Aktivitas pengendalian (Control activities)
Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur yang
membantu menyajikan bahwa tindakan-tindakan yang diperlukan diambil untuk
menghadapi resiko-resiko yang tersangkut dalam pencapaian tujuan organisasi. - Informasi dan komunikasi (Information and communication)
Sistem informasi yang relevan terhadap tujuan pelaporan keuangan, yang
meliputi sistem akuntansi, terdiri dari metode dan catatan yang ditetapkan untuk
mencatat, mengolah, mengikhtisar dan melaporkan transaksi suatu organisasi dan
mempertahankan akuntabilitas untuk aktiva dan pasiva yang berkaitan.
Komunikasi mencakup membrikan pemahaman peranan individual dan
tanggung jawab yang berkaitan dengan pengendalian intern atas pelaporan
keungan. - Pemantauan (Monitoring)
Pemantauan merupakan suatu proses yang menilai mutu pengendalian
intern sepanjang waktu.
Pengendalian intern yang diterapkan perusahaan ditujukan untuk mencapai
suatu sasaran namun pengendalian intern memiliki keterbatasan. Keterbatasan
yang melekat pada pengendalian intern menurut Mulyadi (2008:181) adalah
sebagai berikut : - Kesalahan dan pertimbangan
Sering kali manajemen dan personil lain dapat salah dalam mengambil
keputusan bisnis yang diambil atau dalam menyusun tugas rutin karena tidak
memadainya informasi, keterbatasan waktu, atau tekanan lainnya. - Gangguan
Gangguan dalam pengendalian yang ditetapkan dapat terjadi karena
personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena
kelalaian, tidak hati-hati didalam menjalankan tugasnya atau kelelahan. - Kolusi
Kolusi adalah tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan,
kolusi dapat menyebabkan bobolnya pengendalian intern yang dibangun untuk
melindungi kekayaan entitas dan tidak terungkapnya ketidakberesan atau tidak
terdeteksinya kecurangan oleh pengendalian internal yang dirancang. - Pengabdian oleh manajemen
Manajemen dapat mengabdikan kebijakan atau prosedur yang elah
ditetapkan untuk tujuan yang tidak sah, seperti keuntungan pribadi manajemen. - Biaya lawan manfaat
Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan pengendalian intern tidak
boleh manfaat yang diharapkan dari pengendalian intern tersebut. Manajemen
harus bisa memperkirakan dan mempertimbangkan secara kuantitatif dan
kualitatif dalam mengevaluasi biaya dan manfaat suatu pengendalian intern.
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan, dapat diketahui bahwa
sebaik-baiknya pengendalian intern yang diciptakan seseorang, efektivitas
pengendalian intern tersebut tergantung pada yang menjalankannya, dan perlu
diperhatikan jangan sampai biaya yang digunakan untuk pengendalian ini
melebihi kegunaannya
