Work-family conflict adalah konflik yang terjadi karena adanya
ketidakseimbangan peran antara tanggung jawab di tempat tinggal dengan
di tempat kerja (Boles et al., 2001) dalam Utama dan Sentaasih (2017).
Karyawan yang merasa aktivitas pekerjaannya dan aktivitasnya dirumah
tidak cocok akan semakin tidak puas dengan pekerjaan mereka,
Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Nanda dan Utama
(2017), yang menunjukkan bahwa Konflik Kerja-Keluarga berpengaruh
positif dan signifikan yang berarti meningkatkan keinginana karyawan
untuk melakukan Turnover Intention. Penelitian Zahroh, Retno dan Sudibya
Gde Adnyana (2017), menunjukkan Konflik Kerja-Keluarga berpengaruh
positif dan signifikan yang berarti meningkatkan keinginan karyawan untuk
melakukan Turnover Intention
