Intensi Keluar


Di era sekarang ini turnover intention menjadi salah satu masalah yang di hadapi
oleh perusahaan yaitu terjadinya perputaran jumlah karyawan yang meninggalkan
organisasi pada periode tertentu, yang menyebabkan perusahaan harus merekrut
karyawan baru yang sesuai dengan kualifikasi yang sudah ditetapkan. Turnover
intention adalah kadar atau intensitas dari keinginan untuk keluar dari perusahaan
(Booth & Hamer, 2007). Turnover adalah keinginan seseorang untuk berhenti dari
keanggotaan dalam organisasi untuk berpindah kerja dengan menerima upah
moneter organisasi (Melky, 2015).
Turnover intention merupakan hasil evaluasi individu mengenai kelanjutan
hubungannya dengan organisasi dan belum diwujudkan dalam tindakan pasti
meninggalkan organisasi (Sari, 2014). Pada dasarnya Intensi turnover adalah suatu
keinginan seseorang untuk berpindah kerja dari suatu organisasi ke organisasi yang
lainnya. Pergantian karyawan dari organisasi merupakan fenomena penting dalam
kehidupan organisasi. Ada kalanya pergantian karyawan memiliki dampak positif.
Namun sebagian besar pergantian karyawan membawa pengaruh yang kurang baik
terhadap organisasi, baik dari segi biaya maupun dari segi hilangnya waktu dan
kesempatan untuk memanfaatkan peluang.
Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan uraian diatas, intensi keluar adalah
suatu keinginan sesorang karyawan untuk berpindah kerja dari satu pekerjaan ke
pekerjaan yang lain yang mungkin lebih baik, tetapi masih belum pada tahap
realisasi. Intensi keluar bagi perusahaan kebanyakan akan memberikan dampak
yang negatif, maka dari itu perlu dipahami faktor-faktor penyebab dari terjadinya
intensi keluar agar tidak semakin tinggi dan merugikan perusahaan