Setiap orang yang bekerja tentunya ingin mendapat kepuasan kerja dari
tempatnya bekerja. Kepuasan kerja memiliki sifat individual yang tentunya setiap
orang akan memiliki tingkat kepuasan kerja yang berbeda-beda. Jika terdapat
banyak aspek dalam pekerjaan yang sesuai dengan keinginan individu, maka
tingkat kepuasan kerja individu tersebut akan meningkat.
Kepuasan kerja adalah sikap yang positif dari tenaga kerja meliputi perasaan
dan tingkah laku terhadap pekerjaannya melalui penilaian salah satu pekerjaan
sebagai rasa menghargai dalam mencapai salah satu nilai-nilai penting pekerjaan
(Afandi, 2018). Kepuasan kerja merupakan perasaan positif tentang pekerjaan
seseorang yang dihasilkan dari evaluasi karakteristik pekerjaan tersebut (Stephen P
& Judge, 2013). kepuasan kerja adalah suatu keadaan yang berkaitan dengan reaksi
emosional dari pandangan seseorang yang telah mendapatkan kebutuhannya dari
pekerjaan yang dilakukan, sehingga ketika karyawan merasa nyaman dalam bekerja
dan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya, dalam arti memberikan
tantangan maka hal tersebut akan menjadi indikator kepuasan kerja yang baik
(Darmawati & Indartono, 2015).
Karyawan yang puas terhadap pekerjaanya akan menunjukkan sikap positif
seperti tingkat absensi yang rendah, memiliki prestasi kerja yang baik dibandingkan
karyawan lainnya. Sedangkan karyawan yang tidak memiliki rasa kepuasan kerja
akan menunjukkan sikap negatif seperti keinginan berpindah kerja yang tinggi,
lamban dalam menyelesaikan perkerjaannya serta terganggu kesehatan fisik dan
mental karyawannya.
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kepuasaan kerja adalah sikap
positif maupun negatif dan perasaan senang atau tidak senang seseorang terhadap
pekerjaannya. jika individu merasa puas terhadap pekerjaannya akan memberikan
dampak positif dan memberikan kontribusi yang baik sehingga dapat memberikan
hasil yang optimal bagi perusahaan
