Aspek-aspek Turnover Intention


Turnover Intention dijadikan sebagai determinan dari sikap dan perilaku yang
tersusun atas beberapa aspek yang mendasari terbentuknya perilaku seorang
karyawan tersebut. Booth dan Hamer (2007) mengemukakan aspek-aspek dalam
intention turnover yaitu :
a. Tingkat komitmen,
adalah kondisi moral dan bagaimana perasaan karyawan tentang
perusahaan.
b. Kepuasan kerja,
tingkat atau kondisi dari hasil pekerjaan karyawan yang diakui dan
diapresiasi.
c. Dukungan manajemen,
sejauh mana pekerjaan menjadi lebih mudah ketika dukungan yang
didapatkan dari atasan dalam bentuk arahan dan petunjuk yang bersifat
konstruktif, memahami standard dan tujuan yang harus dicapai dalam
pekerjaan, karyawan memperoleh pelatihan yang cukup,
memiliki/mengoperasikan perlengkapan untuk memndukung serta
mempermudah pekerjaan, serta ketersediaan informasi yang cukup untuk
mengerjakan pekerjaan dengan baik.
d. Perkembangan karir,
mengatakan tingkat kepuasan karyawan dengan pengembangan karir yang
dicapai dan persepsi karyawan tentang gaji yang diterima.
e. Peningkatan kerja,
mengatakan pandangan karyawan tentang apakah terdapat peningkatan
capaian karir sejak dahulu hingga kini.
Sedangkan Indikator yang dipergunakan untuk mengetahui intensi turnover
dikembangkan dari hasil penelitian Chen & Francesco dalam Nafiudin dan
Umdiana (2017:73) :
a. Pikiran untuk keluar
b. Keinginan untuk mencari lowongan pekerjaan lain
c. Adanya keinginan untuk meninggalkan organisasi dalam beberapa bulan
mendatang.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari uraian diatas adalah karyawan yang
memiliki komitmen serta mampu mengembangkan dirinya sendiri menjadi
lebih baik untuk mencapai kepuasan dan seiring dengan dukungan yang
diberikan perusahaan akan menurunkan tingkat keinginan seseorang untuk
berpindah pekerjaan