Faktor yang Mempengaruhi Turnover Intention


Turnover intention tidak berdiri sendiri, ada hal-hal yang mendorong
terjadinya perilaku karyawan tersebut. Seseorang tidak akan meninggalkan
organisasi tanpa suatu alasan/ faktor yang memicu timbulnya keinginan untuk
berpindah/ turnover intention. Menurut Mobley (2011) faktor faktor yang
mempengaruhi munculnya turnover intention adalah:
a. Faktor individual,
termasuk di dalamnya adalah usia, masa kerja, jenis kelamin,
pendidikan, dan status perkawinan.
b. Kepuasan kerja,
menyangkut beberapa aspek operasional, yakni kepuasan terhadap gaji
atau sistem pembayaran, kepuasan terhadap penyeliaan, kepuasan
terhadap bobot pekerjaan, kepuasan terhadap promosi jabatan, ataupun
kepuasan terhadap kondisi kerja perusahaan pada umumnya.
c. Komitmen organisasional,
tidak adanya komitmen organisasional dapat membuat seseorang
karyawan yang puas terhadap pekerjaannya mempunyai niat untuk
keluar atau pindah ke perusahaan lain.
Sedangkan pendapat lain mengenai faktor-fator turnover ntention menurut Price
dalam Kusbiantari (2013, p.94) terdiri dari:
a. Faktor lingkungan

  1. Tanggung jawab kekerabatan terhadap lingkungan. Semakin besar rasa
    tanggung jawab tersebut semakin rendah turnover intention.
  2. Kesempatan kerja. Semakin banyak kesempatan kerja tersedia dibursa kerja,
    semakin besar turnover intention-nya.
    b. Faktor Individual
  3. Kepuasan kerja. Semakin besar kepuasannya maka semakin kecil intensi
    turnovernya.
  4. Komitmen terhadap lembaga. Semakin loyal karyawan terhadap lembaga,
    semakin kecil turnover intention-nya.
  5. Perilaku mencari peluang/lowongan kerja. Semakin besar upaya karyawan
    mencari pekerjaan lain, semakin besar turnover intention-nya.
  6. Niat untuk tetap tinggal. Semakin besar niat karyawan untuk
    mempertahankan pekerjaannya, semakin kecil turnover intention-nya.
  7. Pelatihan umum/peningkatan kompetensi. Semakin besar tingkat transfer
    pengetahuan dan ketrampilan diantara karyawan, semakin kecil turnover
    intentionnya.
  8. Kemauan bekerja keras. Semakin besar kemauan karyawan untuk bekerja
    keras, semakin kecil turnover intention-nya.
  9. Perasaan negatif atau positif terhadap pekerjaannya
    Kesimpulan dari uraian diatas adalah turnover disebabkan dari dalam diri individu
    itu sendiri kurangnya rasa komitmen terhadap pekerjaan dan juga lingkungan yang
    kurang mendukung karena Semakin besar perasaan negatif yang dirasakan
    karyawan akan mengurangi kepuasan kerjanya sehingga meningkatkan perilaku
    mencari peluang kerja lain, dan menurunkan keinginan untuk tetap bertahan yang
    kemudian terealisasi dengan keluar dari pekerjaan