pengaruh dari value-image congruence terhadap brand preference

Menurut Kotler & Amstrong (2012) Value Proposition
menggambarkan tentang bagaimana perusahaan memberikan nilai terbaik
kepada pelanggannya sesuai dengan proposisi nilai yang ada dalam
perusahaan tersebut, dengan demikian perusahaan menciptakan nilai
pelanggan yang unggul, dan perusahaan menciptakan pelanggan yang sangat
puas dan tetap setia, serta mau membeli lagi. Pelanggan yang puas dapat
diukur dengan seberapa tinggi tingkat kesesuaian yang dirasakan konsumen
dengan nilai yang diberikan perusahaan, sehingga untuk mendorong
terjadinya brand preference perlu adanya value-image congruence. Pendapat
ini didukung pernyataan Hellier et al., (2003) yang mengatakan bahwa
brand preference sebagai pertimbangan konsumen yang didasarkan pada
derajat kecenderungan konsumen terhadap produk yang diberikan
perusahaan bila dibandingkan dengan produk dari perusahaan lain. Jadi
ketika value- image congruence dari sebuah produk dianggap lebih baik dari
produk lain maka tingkat kecenderungan konsumen didalam memilih
produk tersebut akan semakin tinggi.