Youtube adalah salah satu situs dengan pengunjung terbanyak hingga saat ini di dunia. Menurut Regina Luttrell (2015:147) Youtube adalah mesin pencari tempat atau media untuk promosi, sebuah jaringan sosial, dan situs komunitas dengan penonton yang setia. Secara lebih rinci Stefanone dan Lackfaff (2008:971) mendefinsikan Youtube sebagai situs berbagi video untuk mengunggah, menonton dan berbagi video. Youtube adalah situs berbagi video, dimana pengguna dapat mengunggah, menonton, dan berbagi video denga orang lain. Youtube membebaskan penggunanya untuk saling berbagi dan berdiskusi atas konten video yang diunggah dari webcam, telefon genggam, computer, dan sumber lainnya (Stefanone & Lacklaff, 2009:971). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Finamore dan Mellia (2011:1), Youtube merupakan situs terpopuler di internet saat ini. Pada tahun 2012 lebih dari 700 milyar pemutaran video dilakukan pada tahun 2010. Youtube adalah sebuah situs web berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005. Situs ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video.1 Diciptakan pada tahun 2005 dan digandeng oleh Google pada November 2006, Youtube adalah layanan terpopuler di internet dengan 35 jam video diunggah setiap menitnya dan lebih dari 700 milyar pemutaran video dilakukan pada tahun 2010 silam (Finamore & Mellia, 2011:1)
Media Sosial (skripsi dan tesis)
Media sosial memiliki berbagai definisi menurut beberapa ahli. Media sosial dan perangkat lunak sosial merupakan alat untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi, bekerjasama di antara pengguna dan melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada di luar kerangka institusional maupun organisasi (Shirky, 2008:21). Media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang menfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu media sosial dapat dilihat sebagai fasilitator online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial (Van Dijck, 2013:11). Media Sosial mengalami perkembangan dari situs yang pertama kali diluncurkan hingga saat ini. Sejarah media sosial dijelaskan secara ringkas oleh Lutrell (2015:26-27) sebagai berikut: Situs jaringan sosial atau yang lebih dikenal dengan situs media sosial pertama kali dikenalkan pada tahun 1997 dengan munculnya ditus SixDegrees. SixDegrees adalah situs yang menawarkan pengguna dapat membuat profil personal, mengatur data teman, dan melihat daftar teman pengguna lain. Pada awal tahun 2000 situs media sosial semakin banyak bermunculan mulai dari Friendster, Myspace dan LinkedIn. Hingga pada tahun 2005 Youtube diluncurkan dan menjadi situs berbagi video terbesar pertama di dunia. Kemudian pada tahun 2006 Facebook dan Twitter mulai diluncurkan yang membuat dunia media sosial semakin berkembang pesat (Lutrell, 2015:26-27)
Personal Branding (skripsi dan tesis)
Konsep Utama Personal Branding (skripsi dan tesis)
Personal Brand dan Internet (skripsi dan tesis)
Pemerekan (Branding) (skripsi dan tesis)
Menurut Ghodeswar, branding berarti membedakan nama dan atau simbol, seperti logo, merek dagang, atau desain dengan maksud mengidentifikasi dan membedakan produk satu penjual dengan kompetitornya (Ghodeswar, 2008). Branding juga dapat diartikan sebagai tindakan terusmenerus yang melibatkan pemasaran, penelitian, dan percakapan untuk mengelola pikiran dan perasaan konsumen Anda untuk memastikan produk andalah yang mereka inginkan (Sutedja, 2012). Branding juga dapat diartikan sebagai usaha untuk membedakan produk kita dengan produk pesaing kita sehingga akan memberikan keuntungan kompetitif di pasaran (Sutrisna, 2010). Berdasarkan ketiga pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa branding adalah proses yang melibatkan pemasaran, penelitian, dan percakapan secara terus-menerus untuk membuat suatu produk memiliki ciri khas sendiri di benak konsumen dan membedakan produk tersebut dengan produk pesaing agar dapat memberikan keuntungan kompetitif di pasaran. Branding sangat penting dilakukan karena seseorang akan memilih suatu produk tidak hanya karena pertimbangan rasional, tetapi lebih kepada pertimbangan emosional. Orang akan melihat dan membandingkan spesifikasi, harga, dan kegunaan, tetapi pada akhirnya mereka mengambil keputusan secara emosional. Branding menjadi penting karena dapat membangun ikatan emosional dengan klien atau pembeli (Peter Montoya, 2008).
Instagram (skripsi dan tesis)
Personal Branding (skripsi dan tesis)
Menurut David A Aaker dalam Rangkuti (2009) “Brand adalah nama dan simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap, atau kemasan) dengan maksud mendefinisikan barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu”. American Marketing Association mendefinisikan merek sebagai nama, istilah, tanda, lambang, simbol, desain, atau kombinasi dari halhal tersebut. Tujuan pemberian merek adalah untuk mengidentifikasikan produk atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual yang dihasilkan sehingga berbeda dari para pesaing (Kotler & Keller dalam Haroen, 2014). Agar brand suatu produk itu meresap kuat dalam hati khalayak sesuai dengan harapan yang punya produk maka dibutuhkan upaya dengan proses yang terus menerus untuk menancapkan brand itu ke hati publik dengan berbagai cara. Upaya dan proses inilah yang biasa disebut branding. Sedangkan menurut Peter Montonya dalam Rampersad (2008) “branding adalah sebuah proses menciptakan identitas yang dikaitkan dengan persepsi, emosi dan perasaan tertentu terhadap identitas tersebut. Branding terjadi sebelum pemasaran dan penjualan. Tanpa sebuah merek yang kuat, pemasaran tidaklah efektif. Menurut Haroen (2014) branding adalah aktivitas yang kita lakukan untuk membangun persepsi orang lain terhadap kita mengenai siapa kita. Dengan kata lain branding adalah kebutuhan dari semua orang yang punya kepentingan untuk mendapatkan sesuatu dari seseorang lain melalui proses-proses komunikasi. Branding sebagai upaya memperkenalkan produk hingga produk itu dikenal, diakui, dan digunakan oleh khalayak. Branding dilakukan dengan maksud untuk menciptakan pencitraan yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemilik produk. Personal branding merupakan sebuah kegiatan yang dapat mengontrol cara pandang/ persepsi orang lain terhadap diri seseorang, sehingga dengan melakukan Personal brandingmaka seseorang dapat mempengaruhi pandangan orang lain terhadap dirinya sesuai dengan kehendaknya. Menurut Kartajaya dkk (2005), bahwa brand bukanlah hanya produk saja, tetapi orangpun juga membuat dirinya menjadi sebuah brand, sehingga peneliti akan menjelaskan personal brand. Personal Brand menjadi sebuah fenomena yang menarik untuk dibahas, karena makin banyaknya seseorang yang sadar akan pentingnya merek diri yang dimiliki agar mendapatkan posisi yang diinginkan. Personal Branding menurut Montoya dalam Haroen (2014) adalah sebuah produk, baik barang atau jasa, agar brand itu terus menancap di hati masyarakat dengan segala atribut dan diferensiasinya maka dibutuhkan upaya yang disebut branding. Personal branding adalah segala sesuatu yang ada pada diri anda yang menjual dan membedakan, seperti pesan anda, pembawaan diri dan taktik pemasaran. Personal brandingadalah sebuah seni dalam menarik dan memelihara banyak klien dengan cara membentuk persepsi publik secara aktif. Personal branding dengan kata lain adalah proses membentuk persepsi masyarakat terhadap aspek-aspek yang dimiliki seseorang, diantaranya adalah kepribadian, kemampuan, atau nilai-nilai, dan sebagaimana semua itu menimbulkan persepsi positif dari masyarakat yang pada akhirnya dapat digunakan sebagai alat pemasaran. Menurut Montoya dalam Haroen (2014) terdapat delapan konsep pembentukan personal branding. Adapun delapan konsep pembentukan personal branding sebagai pondasi dari personal brand yang kuat, yaitu:
1. Spesialisasi (The Law of Specialization)
Ciri khas dari sebuah Personal brand yang hebat adalah ketepatan pada sebuah spesialisasi, terkonsentrasi hanya pada sebuah kekuatan, keahlian, atau pencapaian tertentu.
2. Kepemimpinan (The Law of Leadership)
Personal Brand dilengkap dengan sosok pemimpin yang dapat memutuskan sesuatu dalam suasana penuh ketidakpastian dan memberikan suatu arahan yang jelas.
3. Kepribadian (The Law of Personality)
Sebuah Personal brand yang hebat didasari pada sosok kepribadian yang apa adanya dan hadir dengan ketidaksempurnaan. Konsep ini menghapuskan beberapa tekanan
pada konsep kepemimpinan (The Law of Leadership). Seorang harus memiliki kepribadian yang baik, namun tidak harus sempurna.
4. Perbedaan (The Law of Distinctiveness)
Personal brand yang efektif harus ditampilkan dengan cara yang berbeda dari yang lainnya. Diferensiasi diperlukan supaya membedakan antara satu dengan lainnya. Selain itu, dengan perbedaan seorang akan lebih dikenal oleh khalayak.
5. Terlihat (The Law of Visibility)
Personal brand berarti harus dilihat secara konsisten dan terus menerus sampai personal brand seseorang dikenal. Maka visibility lebih penting dari ability. Supaya visible seseorang, seseorang perlu mempromosikan dirinya dan menggunakan setiap kesempatan untuk membuat dirinya terlihat. 6. Kesatuan (The Law of Unity)
Kehidupan pribadi yang berada di balik personal brand harus sejalan dengan etika moral dan sikap yang telah ditentukan dari brand tersebut. kehidupan pribadi selayaknya menjadi cerminan dan citra yang diinginkan dalam personal brand.
7. Keteguhan (The Law of Persistence)
Personal brand tidak bisa terjadi secara instan, ia membutuhkan waktu untuk tumbuh. Selama proses tersebut berjalan, penting untuk selalu memperhatikan tiap tahapan dan trand yang terjadi.
8. Nama Baik (The Law of Goodwill)
Sebuah personal brand akan memberikan hasil yang baik dan bertahan lebih lama, jika seseorang dibelakangnya dipersepsikan dengan citra yang positif. Seorang tersebut harus di aosiasikan dengan sebuah nilai atau ide yang diakui secara umum positif dan bermanfaat.
Komunikasi Pemasaran (skripsi dan tesis)
Menurut Kotler dalam Sanyoto (2012) Marketing is asocial and managerial process by which individuals and groups obtain what they need and what through, offering and exchanging products of value of with other (Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai). Promosi merupakan suatu bentuk komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono, 1997). Komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam uapaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen-langsung atau tidak langsung-tentang produk dan merek yang mereka jual. Dalam pengertian tertentu, komunikasi pemasaran menggambarkan “suara” merek dan merupakan sarana yang dapat digunakannya untuk membangun dialog dan membangun hubungan dengan konsumen. Selain itu komunikasi pemasaran juga memungkinkan perusahaan menghubungkan merek-merek mereka dengan orang lain, tempat, acara khusus, pengalaman merek, perasaan, dan barang. Komunikasi pemasaran dapat berkontribusi dapa ekuitas merek dengan membangun merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek (Kotler & Keller, 2008). Menurut Morisan (2010) “Komunikasi pemasaran merupakan upaya untuk menjadikan seluruh kegiatan pemasaran dan promosi perusahaan dapat menghasilkan citra atau image yang bersifat satu dan konsisten bagi konsumen”. Komunikasi pemasaran yaitu semua elemenelemen promosi dari marketing mix yang melibatkan komunikasi antara organisasi dan target audience pada segala bentuknya yang ditujukan untuk performance pemasaran (Prisgunanto, 2006). Kegiatan komunikasi pemasaran merupakan rangkaian kegiatan untuk mewujudkan suatu produk, jasa, ide, dengan menggunakan bauran pemasaran (promotion mix) yaitu: iklan (advertising), penjualan tatap muka (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat dan publisitas (public relation and publicity) serta pemasaran langsung (direct marketing) (Purba, dkk, 2006).
Metode AIDA (skripsi dan tesis)
Efektivitas influencer dalam penelitian ini dapat diukur dengan menggunakan metode AIDA yang terdiri dari (Bosomworth, 2010): Attention (Perhatian) Perhatian ada langkah pertama untuk model teori AIDA, dikarenakan perhatian para calon konsumen itu sangat penting dan upaya untuk mereka sadar akan produk/jasa yang dijual pertama harus mendapat perhatian mereka. Dapat diukur melalui seringnya nama merek atau produk dilontarkan di media sosial tersebut (Poetra & Christantyawati, 2017). Interest (Ketertarikan) Ketertarikan adalah langkah yang kedua dimana para calon konsumen sudah sadar akan keberadaan produk tersebut dan penjual harus identifikasi minat dan kebutuhan para calon konsumen dengan produk/jasa yang ditawarkan untuk menimbulkan ketertarikan. Di kasus ini dapat diukur ketertarikan melalui interaksi seperti like, comment & share. Desire (Keinginan) Keinginan adalah tahap berikutnya dan juga menjadi poin yang penting dalam proses ini seperti klik ke halaman produk yang lebih rinci dan berbagai fitur, harga, dan opsi. Desain media sosial akan menjadi lebih relevan pada tahap ini dan integrasi ke ulasan dan testimoni pendek sangat membantu untuk calon pelanggan pindah ke tahap berikutnya action. (Bosomworth, 2010). Action (Tindakan) Tahap ini adalah tahap terakhir, tindakan seorang calon customer. dalam arti hasil atau transaksi. Jadi secara khusus berpikir tentang pembelian, pendaftaran, panggilan balik, lead form, dll, dimana akan ada perpindahan dari pemasaran dan menjadi sales
Influencer di Instagram (skripsi dan tesis)
Pentingnya Social Media Marketing Strategy dalam Bisnis Hotel (skripsi dan tesis)
Aspek Social Media Marketing Strategy (skripsi dan tesis)
Dampak Positif Pemasaran melalui Media Sosial (skripsi dan tesis)
Menurut Demers et al. (2014), terdapat 10 keuntungan Social Media marketing dalam bisnis, yaitu:
Sarana Marketing di Social Media (skripsi dan tesis)
Menurut Evans (2015), sarana social media marketing strategy dapat
diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yang terdiri dari:
Social Interactions: Sarana Social Media marketing strategy yang
termasuk dalam kategori ini adalah Social Media yang cenderung
mendukung komunikasi dua arah secara cepat singkat. Contohnya
adalah Whatsapp, LINE, dan WeChat.
Social Platforms: Kategori ini mencakup sarana yang memberikan
pihak bisnis untuk mengumumkan berita, promosi, dan lain sebagainya.
Contoh media sosial yang dimaksud adalah seperti Forum , Webpage,
dan Wiki.
Social Content: Konten yang menjadi fokus media sosial yang termasuk
dalam kategori ini adalah foto, video, dan audio. Pada dasarnya, media
sosial dalam kategori ini mengizinkan penggunanya untuk mengunggah
media dan media sosial inilah yang sedang menjadi tren di khalayak
umum, contohnya adalah Instagram, Twitter, dan Facebook
Social Media Marketing (skripsi dan tesis)
Strategy Social Media marketing adalah salah satu bentuk marketing yang menggunakan media sosial untuk memasarkan suatu produk, jasa, brand atau isu dengan memanfaatkan khalayak yang berpartisipasi di media sosial tersebut. Sedangkan pendapat Trattne dalam jurnalnya yang berjudul Facebook: A C mendefinisikan Social Media marketing sebagai sebuah proses untuk mendapatkan website traffic atau perhatian massa melalui media sosial yang tersedia. Media sosial tersebut juga dapat digunakan untuk mendorong seorang konsumen untuk mengutarakan pendapatnya terhadap produk atau jasa yang ditawarkan, dan mempublikasikan pendapatnya di dalam jaringan sosial di internet, yang nantinya dapat meningkatkan pengetahuan akan konsumen yang membaca komentar atau pendapat orang tersebut terhadap pasar maupun barang atau jasa yang ditawarkan (Pineiro & Martinez, 2016). Media sosial juga merupakan kumpulan dari aplikasi yang memberikan kebebasan terhadap penggunanya. Media sosial hanya akan berhenti berfungsi jika tidak ada lagi pengguna yang menulis atau mengutarakan pendapatnya ke dalam aplikasi tersebut. Media sosial juga memiliki karakteristik dimana pesan yang disampaikan oleh seorang pengguna tersampaikan tidak hanya pada satu pengguna tetapi tersampaikan kepada banyak pengguna sekaligus, sehingga pesan yang tersampaikan cenderung lebih cepat dari pada media lain (Tritama & Tarigan, 2016)
Promosi (skripsi dan tesis)
Menurut Tjiptono (2002), promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran artinya aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan. Adapun tujuan dari promosi seperti yang disampaikan Kotler (2002) adalah: (1) untuk menyebarluaskan nformasi barang atau jasa perusahaan kepada pasar; mendapatkan konsumen baru dan menjaga kesetiaan konsumen untuk membeli dan menggunakan; (3) produk atau jasa perusahaan; (4) meningkatkan penjualan sehingga pendapatan perusahaan akan meningkat; (5) membedakan dan mengunggulkan produk perusahaan dibandingkan dengan produk pesaing; (6) membentuk citra produk atau jasa dan juga nama perusahaan dimata konsumen; (7) dan mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen.
Computer Mediated Communication dan Media Sosial (skripsi dan tesis)
Shaff, Martin dan Gay (dalam Pearson dkk, 2006: 267) mendefinisikan computer mediated communication atau CMC sebagai interaksi antarmanusia menggunakan komputer berjaringan Internet. Menurut Miller (2009, dalam Ean, 2011), CMC adalah saluran interaktif yang memungkinkan pengguna untuk aktif dan terlibat dalam komunikasi dua arah. Teknologi-teknologi web baru memudahkan semua orang untuk membuat dan menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post di Blog, tweet, atau video di YouTube dapat direproduksi dan dilihat oleh jutaan orang secara gratis. Pemasang iklan tidak harus membayar kepada penerbit atau distributor untuk memasang iklannya. Sekarang pemasang iklan dapat membuat konten sendiri yang menarik dan dilihat banyak orang (Zarrella, 2010: 2). Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Sedangkan menurut Nasrullah (2016), media sosial menawarkan perangkat atau alat serta teknologi baru yang memungkinkan khalayak (konsumen) untuk mengarsipkan, memberi keterangan, menyesuaikan, dan menyirkulasi ulang konten media (Jenkins, 2002) dan ini membawa pada kondisi produksi media yang Do-It-Yourself (Nasrullah, 2016). Menurut Van Djik, seperti dikutip dari (Nasrullah, 2016), media sosial adalah platformmedia yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai fasilitator online yang menguatkan hubungan antarapengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial. Dalam Media Sosial terdapat tiga aktivitas yang dapat dilakukan (Joeseph, 2011:27) yaitu: (1) Social Media Maintenance: Merawat Media Sosial dengan melakukan posting secara rutin di dalam Media Sosial, misalnya Facebook atau Twitter. Melakukan interaksi dengan membalas komentar dari anggota. Dalam hal ini harus ada tim kecil yang bertanggung jawab dalam melakukan posting rutin dan menghapus komentar yang kurang baik; (2) Social Media Endorsement: mencari public figure yang memiliki penggemar yang sangat banyak dan memberikan dukungan terhadap Media Sosial yang dimiliki perusahaan. Dalam memilih endorses harus disesuaikan bidangnya dengan produk perusahaan; (3) Social Media Activation: membuat kegiatan yang unik, sehingga dapat menciptakan Word of Mouth (WoM). WoM akan meningkatkan perhatian terhadap produk perusahaan secara signifikan. Dari pendapat di atas, dapat ditarik simpulan bahwa media sosial adalah media interaksi manusia dengan menggunakan komputer berbasis internet. Komunikasi yang terjadi dua arah dan masing-masing user dapat membuat konten (User Generated Content). Di dalam media sosial ada 3 (tiga) hal yang dapat dilakukan, pertama, rutin posting dan melakukan interaksi dengan anggota, kedua, aktivitas menjadi endoser untuk produk yang memiliki kesamaan target audiens dan ketiga melakukan aktivitas Word of Mouth yang mendistribusikan pesan termasuknya diantaranya promosi produk.
Media Sosial (skripsi dan tesis)
Media sosial saat ini masih merupakan istilah yang mengandung banyak makna dan definisi tidak persis sama. Safko misalnya menjelaskan bahwa media sosial mereferensikan pada serangkaian aktivitas, praktik, dan perilaku diantara komunitas orang yang berkumpul secara online untuk berbagi informasi, pengetahuan dan opini dengan menggunakan media percakapan (conversational media). Media percakapan sendiri merupakan applikasi berbasis web yang membuat produksi dan transmisi konten berbentuk kata-kata, gambar, video dan audio menjadi mungkin dan mudah (Safko & Brake, 2009 ;p.6) Rulli Nasrullah dalam bukunya Media Sosial: Perspektif, Budaya, dan Sosioteknologi (2015, hal 11), memaparkan beberapa definisi dari media sosial yang berasal dari berbagai literatur penelitian, antara lain: 1. Menurut Mandiberg (2012), media sosial adalah media yang mewadahi kerjasama di antara pengguna yang menghasilkan konten (user-generated content). 2. Menurut Shirky (2008), media sosial dan perangkat lunak sosial merupakan alat untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi (to share), bekerjasama (to co-operate) di antara pengguna dan melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada di luar institusional maupun organisasi. 3. Boyd (2009) menjelaskan media sosial sebagai kumpulan perangkat lunak yang memungkinkan individu maupun komunitas untuk berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam kasus tertentusaling berkolaborasi atau bermain. Media sosial memiliki kekuatan pada usergenerated content (UGC) di mana konten dihsailkan oleh pengguna, bukan oleh editor sebagaimana di institusi media massa. 4. Menurut Van Dijk (2013), media sosial adalah flatform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antarpengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial. 5. Meike dan Young (2012) mengartikan kata media sosial sebagai konvergensi antara komunikasi personal dalam arti saling berbagi di antara individu (to be shared one-to-one) dan media publik untuk berbagi kepada siapa saja tanpa kekhususan individu
Media Sosial (skripsi dan tesis)
Media sosial merupakan saran interaksi antara sejumlah orang melalui “sharing” informasi dan ide-ide melalui jaringan internet untuk membentuk semacam komunitas virtual. Media sosial merupakan “sekelompok apikasi berbasis internet yang dibentuk berdasarkan ideologi dan teknologi yang memungkinkan orang secara mobile dapat 30 menciptakan dan bertukar konten, disebut user-generated content (Kaplain, Haenlein, 2010: 59). Sebagiamana telah dikatakan diatas bahwa media sosial hadir sebagai bagian dari perkembangan media baru yang kontras dengan media tradisional/industri seperti media cetakan dan media audio-visual. Perbedaan yang menonjol antara media sosial sebagai media baru dengan “media lama” antara lain dalam hal kualitas, jangkauan, frekuensi, keggunaan, kedekatan, dan sifatnya yang permanen, contohnya adalah internet ada banyak efek yang berasal dari penggunaan internet di mana para pengguna menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengakses situs dari pada situs media lain. Sebagian besar kritik terhadap media sosial berkisar tentang eksklusivitas situs, kesenjangan informasi yang tersedia, masalah kepercayaan dan keandalan informasi yang disajikan, konsentrasi konten, kepemilikan konten dan makna interaksi yang diciptakan media sosial. Disela- sela kritik terhadap media sosial ada pula pengakuan bahwa media sosial juga memiliki efek positif karena memungkinkan terjadinya demokrasi atau terjadinya individu untuk menginklankan diri mereka sendiri (Kaplan and Haenlein Michael, 2010: 69).
Proses Komunikasi Massa (skripsi dan tesis)
(Denis McQuail 2000:17) menjelaskan proses komunikasi massa sekaligus menjelaskan ciri atau karakteristik komunikasi massa sebagai berikut. a. Ciri utama yang paling jelas yang dimiliki media massa adalah bahwa institusi ini dirancang untuk menjangkau masyarakat luas. Potensi audien dipandang sebagai kumpulan orang dalam jumlah besar yang memiliki sifat tidak saling 27 mengenal satu sama lain. Begitu pula hubungan antara pengirim pesan (sender) dan penerima pesan (receiver), adalah tidak saling mengenal. b. Pengirim, dalam hal ini adalah orgnisasi media massa atau komunikator profesional, seperti wartawan, penyiar, produser, artis, dan sebagainya yang bekerja untuk organisasi media massa bersangkutan. Pengirim dapat pula terdiri atas suara-suara di masyarakat yang diberikan kesempatan untuk menggunakan saluran media massa, baik dengan cara membayar ataupun gratis, seperti pemasang iklan, politisi, pendakwah, pejabat, dan sebagainya. c. Hubungan antara pengirim dan penerima bersifat satu pihak (one-sided) dan tidak ditunjukkan kepada orang-orang tertentu saja (impersonal) dan terdapat jarak sosial dan jarak fisik yang memisahkan kedudukan pengirim dan penerima pesan. d. Pengirim pesan biasanya memiliki lebih banyak otoritas, keahlian dan juga gengsi (prestige) dibandingkan penerima pesan. e. antara pengirim dan penerima pesan tidak saja bersifat asimetris, namun juga kulkulatif dan manipulatif. Pada dasarnya, hubungan antara pengirim dan penerima pesan adalah bersifat non-moral, yang didsarkan atas jasa yang disajikan atau diminta melalui kontrak tidak tertulis, namun tidak ada keharusan untuk menerimanya. f. Pesan komunikasi masssa memiliki ciri dirancang dengan cara yang sudah distandarkan (produksi massa) dan kemudian diproduksi dalam jumlah banyak.pada umumnya pesan media massa merupakan produk kerja yang 28 memiliki nilai tukar di pasaran media dengan nilai kegunaan bagi penermanya, yaitu konsumen media. Dengan demikian, pesan media merupakan komoditi, yang dalam hal ini berbeda dengan tipe pesan yang ada pada hubungan komunikasi lainnya. g. Audien media massa terdiri atas kumpulan besar orang yang terletak tersebar dan bersifat pasf karena tidak memiliki kesempatan untuk memberikan respons atau berpartisipasi dalam proses komunikasi dengan cara yang alami (orisinil). h. Audien media massa pada umumnya menyadari bahwa mereka adalah bagian dari audien yang lebih besar, namun mereka memiliki hubungan atau pengetahuan yang terbatas dengan audien lainnya. i. Audien yang bersifat massa itu terbentuk untuk sementara waktu karena adanya hubungan yang bersifat serentak dengan pengirim (sumber), sedangkan eksistensi audien itu sendiri tidak pernah ada kecuali dalam catatan industri media
Teori Komunikasi Massa (skripsi dan tesis)
Tujuan Literasi Media (skripsi dan tesis)
Tujuan mendasar media literasi adala mengajar khalayak atau pengguna media untuk menganalisis pesan yang disampaikan oleh media massa, mempertimbangkan tujuan komersil dan politik di balik suatu citra atau pesan media, dan meneliti siapa yang bertanggung jawab atas pesan atau ide yang diimplikasikan oleh pesan atau citra itu. Adapun beberapa tujuan dari literasi media, diantaranya : 1. Bertujuan membantu konsumen agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang isi media, sehingga dapat mengendalikan pengaruh media dalam kehidupannya. 2. Untuk melindungi konsumen yang rentan dan lemah terhadap dampak media penetrasi budaya media baru. 3. Tujuan literasi media adalah untuk menghasilkan warga masyarakat yang“well informed” serta dapat membuat penilaian terhadapcontent media berdasarkan pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap media yang bersangkutan (Eadie,2009:564).
Pentingnya Literasi Media (skripsi dan tesis)
Seperti dikemukakan Baran (2010:24) bahwa kemampuan dan keahlian kita sangat penting dalam proses komunikasi massa. Kemampuan ini tidak selalu mudah untuk dikuasai (ini lebih sulit dari sekedar menyalakan computer, menayangkan televise atau membalikan halam majalah kesenangan anda) tetapi ini sangat penting dipelajari dan dapat dilakukan. Kemampuan ini adalah literasi media (media literacy) kemampuan yang secara efektif dan efesien memahami dan menggunakan berbagai bentuk komunikasi yang bermedia. Art Silverblatt memberikanmengemukakan suatu upayah sistematis untuk menjadikan melek media/literasi media sebagai bagian dari orientasi terhadap budaya khalayak. Silverblatt mengidentifikasi 5 elemen literasi media/melek media (Silverblatt,1995:2-3) yaitu: a. Kesadaran akan dampak media pada individu dan masyarakat b. Pemahaman atas proses komunikasi massa c. Pengmbangan strategi untuk menganalisis dan mendistkusikan pesan media d. Kesadaran atas konten media sebagai sebuah teks yang memberikan pemahaman kepada budaya kita dan diri kita sendiri 24 e. Pemahaman kesenangan, pemahaman dan apresiasi yang ditingkatkan terhadap konten media
Defenisi Literasi Media (skripsi dan tesis)
Literasi media berasal dari bahasa inggris yaitu media literacy, terdiri dari dua suku kata media berarti media tempat pertukapan pesan dan literacy berarti melek, kemudian dikenal dalam istilah Literasi Media. Dalam hal ini literasi media merujuk kemampuan khalayak yang melek terhadap media dan pesan media massa dalam konteks komunikasi massa. Literasi media dapat dikatakan sebagai suatu proses mengakses, menganalisis secara kritispesan media, dan menciptakan pesan menggunakan alat media (Hobbs, 1996: 20). (Rubin (1998: 99)menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi media adalah pemahaman sumber, teknologikomunikasi, kode yang digunakan, pesan yang dihasilkan, seleksi, interpretasi, dan dampak dari pesantersebut. Maka dapat dikatakan bahwa adanya Internet atau media baru ini membuat pola komunikasimanusia berubah. Dalam perkembangan literasi media kemudian menyentuh sebagai suatu kegiatan terorganisir dalam bentuk pendidikan kepada masyarakat. CLM (Center of Media Literacy) kemudian menggunakan defenisi yang di perluas: literasi informasi adalah suatu pendekatan abad ke-21 kepada pendidikan. Itu menyediakan suatu kerangka untuk mengakses, meneliti, mengevaluasi, menciptakan dan mengambil bagian dengan pesanpesan didalam bermacam wujud-wujud dari cetakan kevideo sampe internet. Media melek huruf membangunsatu pemahaman peran dari media dalam keterampilanketerampilan masyarakat penting maupun dari pemeriksaan dan pernyataan dari (yang) penting bagi para warganegara suatu demokrasi. Dari defenisi yang dikemukakan baik oleh para pakar komunikasi dan lembaga penggiat literasi media, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalm kurun waktu yang lama 23 literasi media yang terbatas hanya pada kajian studi di perguruan tinggi kini sudah bergerak lebih maju lebih terorganisir/terlembaga dan generasi selanjutnya dalam menyentuh pada upayah mempersiapkan kemampuan literasi media setiap individu di masa yang akan datang
Teori Literasi Media (skripsi dan tesis)
Teori Peneguhan Imitasi (Reinforcement Imitasi Theory) (skripsi dan tesis)
Fitur – Fitur Instagram (skripsi dan tesis)
Kelebihan Instagram (skripsi dan tesis)
Sejarah Perkembangan Instagram (skripsi dan tesis)
Instagram diciptakan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger, dan didirikan pada bulan Oktober 2010. Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik 13 Instagram sendiri. Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera pada peranti bergerak. Instagram dapat digunakan di iPhone, iPad atau iPod Touch versi apapun dengan sistem operasi iOS 3.1.2 atau yang terbaru, dan telepon genggam Android apapun dengan sistem operasi versi 2.2 (Froyo) ke atas. Aplikasi ini dapat diunggah melalui Apple App Store dan Google Play. Instagram berasal dari pengertian dari keseluruhan fungsi aplikasi ini. Kata “insta” berasal dari kata “instan”, seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram” yang cara kerjanya untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Sama halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan Internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat. Oleh karena itu, Instagram merupakan gabungan dari kata instan dan telegram
Mengenal Instagram Sebagai Platform Jejaring Sosial Media (skripsi dan tesis)
Keberadaan Media Sosial Sebagai Media Informasi Baru (skripsi dan tesis)
Komunikasi Pemasaran (skripsi dan tesis)
Media Iklan (skripsi dan tesis)
Instagram (skripsi dan tesis)
Aplikasi instagram adalah aplikasi jejaring sosial berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri. Satu fitur yang unik di Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan polaroid. Hanya saja, yang paling membedakan adalah, tampilan foto Instagram memiliki ciri khas dengan “bingkai” persegi. Instagram diciptakan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger dan diluncurkan pada Oktober 2010 (https://id.wikipedia.org/wiki/Instagram). Nama Instagram, menurut mereka, merupakan gabungan dari “instant camera” dan “telegram”. Instagram kini dapat diinstal pada beragam sistem operasi telepon genggam, mulai dari Apple App Store, Google Play dan Windows Phone Store. Hanya beberapa bulan setelah diluncurkan Instagram mampu meraih 1 juta pengguna pada Desember 2010. Jumlah ini meningkat terus hingga mencapai 5 juta user pada Juni, kemudian mencapai 10 juta pada September 2011. Belakangan, Instagram mengklaim anggotanya telah mencapai lebih dari 30 juta pada April 2012. Selain itu, Instagram juga mengumumkan setidaknya lebih dari 100 juta foto telah diunggah dalam Picasa pada Juli 2011. Pada Mei 2012, Instagram mengklaim jumlah foto yang telah diunggah telah melampaui 1 miliar item. Kini Instagram mengaku telah berhasil meraih pengguna mencapai lebih dari 100 juta akun pada April 2012, dan seperti yang dilansir kompas tekno pada tanggal 24 September 2015, pengguna instagram sudah mencapai 400 juta pengguna aktif. Melihat perkembangan yang cepat ini, Facebook kemudian mengakuisisi perusahaan ini dengan nilai mencapai US$1 miliar pada April 2012. Sementara itu, pertumbuhan Instagram terus melejit, mencapai 23% pada 2013 sedangkan sang perusahaan induk, Facebook hanya mengalami pertumbuhan mencapai 3% saja (Mulyati, 2014: 84-85)
Line (skripsi dan tesis)
Line merupakan salah satu aplikasi pesan singkat gratis yang tidak hanya memungkinkan untuk mengirimkan pesan teks saja, tetapi juga pesan gambar, video, pesan suara, serta melakukan panggilan suara maupun video dengan bantuan jaringan internet. Aplikasi yang sedang populer di berbagai kalangan ini ternyata tidak hanya bisa diakses melalui smartphone saja, tetapi juga dapat diakses melalui laptop, komputer dan juga tablet. Aplikasi Line yang merupakan bagian dari NHN Corporation diluncurkan pada bulan Juni 2011 silam ini sudah digunakan oleh 30 juta pengguna aktif untuk wilayah Indonesia seperti yang diberitakan di viva.co.id . Aplikasi pesan instan yang terinspirasi dari kerusakan sistem komunikasi saat terjadi gempa di Jepang ini diklaim menjadi aplikasi pengiriman pesan instan terlaris di 42 negara didunia. Karena banyaknya jumlah pengguna aplikasi pada bulan Oktober 2011 mengalami gangguan. Untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat mengunduh aplikasi ini secara gratis melalui google play dan juga app store serta mendaftar dengan menggunakan nomor telepon seluler saja, sehinkontak telepon seluler pengguna. Selain cara mendaftar yang cukup mudah, aplikasi ini juga menyediakan emoji yang menggambarkan kepala dengan berbagai macam ekspresi, emoticons yang berupa susunan karakter teks yang juga membentuk ekspresi, serta stickers unik dengan gambar icon yang lucu yang berukuran besar dan lebih berekspresif (http://tekno.kompas.com/read/2012/04/20/11045156/line.aplikasi.quotchatt ingquot.dengan.fitur.telepon) . Selain menjadi aplikasi pesan singkat saja, Line juga memiliki beberapa fitur lain yang menjadi pembeda dengan aplikasi singkat lainnya. Line meyediakan fitur free call dan video call yang memungkinkan pengguna melakukan pembicaraan secara langsung serta bertatap muka. Line juga memungkinkan penggunanya untuk mengganti latar pesan singkat mereka sesuai dengan keinginan mereka, dan yang terakhir adalah Line tidak hanya menyediakan aplikasi pesan singkat saja, tetapi juga aplikasi permainan yaitu Line games seperti Line pokopang, get rich, buble dan lainlain (http://line.me/en/) gga pengguna dapat terhubung langsung dengan pengguuna lainnya yang ada dalam daftar
Media Sosial (skripsi dan tesis)
Dewasa ini masyarakat sudah tidak bisa lagi dipisahkan dengan berbagai aplikasi media sosial yang beredar dikalangan masyarakat. Kita mengenal berbagai jenis media sosial yang berkembang di kalangan masyarakat, sebagian dari media sosial tersebut sudah mulai pudar di kalangan masyarakat, tapi ada beberapa media sosial yang hingga kini masih dipergunakan oleh masyarakat dengan alasan dibutuhkan dan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Media sosial dibutuhkan karena kekuatan informasi, komunikasi, dan jejaring sosial yang terkandung didalamnya. Saat ini masyarakat sampai pada titik kesadaran dimana jika belum memiliki media sosial. Media sosial adalah salah satu bentuk baru dalam berkomunikasi yang ditawarkan dalam dunia internet. Pengguna media sosial bisa mneyampaikan apa saja yang dialami atau dirasakannya kepada siapa saja dengan menggunakan media sosial. Selain itu, media sosial bisa menggantikan peranan telepon atau berkirim pesan singkat (sms) dengan menggunakan aplikasi messanger yang lebih cepat serta kita mengetahui apakah pesan tersebut sudah dibaca atau belum.
Ada beberapa pengertian media sosial menurut para ahli, yaitu : 1. Menurut Mandibergh (2012), media sosial adalah media yang mewadahi kerja sama di antara pengguna yang menghasilkan konten (user generated content) 2. Menurut Shirky (2008), media sosial dan perangkat lunak sosial merupakan alat untuk meningkatkan kemampuan pengguna untuk berbagi (to share), bekerja sama (to co-oporate) diantara pengguna dan melakukan tindakan secara kolektif yang semuanya berada di luar kerangka institusional maupun organisasi. 3. Boyd (2009), menjelaskan media sosial sebagai kumpulan perangkat lunak yang memungkinkan individu maupun komunitas untuk berkumpul, berbagi, berkomunikasi, dan dalam kasus tertentu saling berkolaborasi atau bermain. Media sosial memiliki kekuatan pada user generated content (UGC) di mana konten dihasilkan oleh pengguna, bukan oleh editor sebagaimana di institusi media massa. 4. Menurut Van Djik (2013), media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antarpengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial. Meike dan Young (2012) mengartikan kata media sosial sebagai kata konvergensi antara komunikasi personal dalam arti saling berbagi di antara individu (to be shared one to one) dan media publik untuk berbagi kepada siapa saja tanpa ada kekhususan individu. 6. Nasrullah (2015), media sosial adalah medium di internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan dirinya maupun berinteraksi, bekerja sama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual (Nasrullah, 2015 : 11).
Media sosial memiliki karakter jaringan sosial. Media sosial terbangun dari struktur sosial yang terbentuk didalam jaringan atau internet. Namun, sebagaimana ditekankan oleh Castells (2002), struktur atau organisasi sosial yang terbentuk di internet berdasarkan jaringan informasi yang pada dasarnya beroperasi berdasarkan teknologi informasi dalam mikroelektronik. Jaringan yang terbentuk antarpengguna (users) merupakan jaringan yang secara teknologi dimediasi oleh perangkat teknologi, seperti komputer, telepon genggam atau gadget (Nasrullah,2015:16). Kekuatan media sosial sebagai media baru yang tidak hanya bekerja berdasarkan jaringan dan informasi semata, tetapi juga memiliki arsip. Dalam kerangka teknologi komunikasi, arsip mengubah cara menghasilkan, mengakses , hingga menaruh informasi. “Teknologi online telah membuka kemungkinan-kemungkinan baru dalam menyimpan gambar (bergerak atau diam), suara, juga teks yang secara meningkat dapat diakses secara massal dan dari mana pun, kondisi ini terjadi karena pengguna hanya memerlukan sedikit pengetahuan teknis untuk menggunakannya” (Gane & Beer, 2008 dalam Nasrullah, 2015: 22) Interaksi dalam kajian media merupakan salah satu pembeda antara media lama (old media) dengan media baru (new media). Dalam konteks ini David Holmes (2005) menyatakan bahwa dalam media lama pengguna atau khalayak media merupakan khalayak yang pasif dan cenderung tidak mengetahui satu dengan yang lainnya; sementara media baru pengguna bisa berinteraksi, baik di antara pengguna itu sendiri maupun prosedur konten media. Untuk itu dalam konsep pemasaran menunjukkan bagaimana kekuatan media sosial untuk dapat menjangkau konsumen dalam jaringan pertemanan di media sosial. Dalam konteks ini media sosial menawarkan khalayak yang beragam, banyak, dan berada diwilayah yang lebih luas atau global. Tidak hanya itu, khalayak di media sosial tidak sebatas konsumen semata, tetapi juga menjadi kekuatan dalam pemasaran atau sebagai media iklan itu sendiri. Seperti pengertian media sosial menurut Kotler dan Keller, yaitu media sosial merupakan saran bagi konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, audio, dan video dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya (Kotler, 2012: 568).
Media Baru (New Media) (skripsi dan tesis)
Teknologi Komunikasi (skripsi dan tesis)
Fungsi Komunikasi (skripsi dan tesis)
Sean MacBride mengemukakan bahwa komunikasi tidak bisa diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan, tetapi juga sebagai kegiatan individu da kelompok mengenai pertukaran data, fakta, dan ide. Karena itu komunikasi memiliki fungsi yaitu:
Unsur-Unsur Komunikasi (skripsi dan tesis)
Karakteristik Komunikasi (skripsi dan tesis)
Adapun karakteristik komunikasi itu sendiri adalah:
Komunikasi (skripsi dan tesis)
“ Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata Latin communis yang berarti “sama”, communico, communicatio, atau communicare yang berarti “membuat sama” (to make common) “ (Mulyana,2007:46). Menurut Everett M. Rogers, “ komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka “ (Mulyana,2007:69). Untuk itu dalam proses interaksi yang kita lakukan dengan sesama manusia, sering kali kita mengharapkan sesuatu dari apa yang kita sampaikan. Agar pesan yang kita sampaikan dapat mengubah tingkah laku orang lain, komunikasi tersebut harus berlangsung dengan efektif. Untuk dapat memahami komunikasi yang efektif sering kali kita menggunakan pengertian komunikasi dari Harold Laswell sebagai tolak ukurnya. Harold Laswell menggambarkan komunikasi dengan menjawab pertanyaan Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect (Mulyana,2007:69). Jadi, jika dijabarkan akan terdapat lima unsur atau komponen dalam komunikasi, yaitu:
1. siapa yang mengatakan Komunikator
2. Apa yang disampaikan Pesan
3. Dengan saluran apa disampaikan Media (channel)
4. Kepada siapa pesan disampaikan Komunikan
5. Akibat apa yang terjadi Efek
Menurut Barnuld “ komunikasi timbul didorong oleh kebutuhankebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan dan memperkuat ego “ (Fajar, 2009: 31). Dari beberapa definisi yang telah diuraikan diatas, tentunya belum dapat mewakili definisi komunikasi menuruta ahli-ahli lain yang belum disebutkan. Tetapi dari definisi yang telah diuraikan diatas dapat dikatakan bahwa komunikasi dilakukan mempunyai tujuan yakni untuk mengubah dan membentuk prilaku orang-orang lainnya yang menjadi sasaran komunikasi (Fajar, 2009: 31-33).
Penelitian Fenomenologis (skripsi dan tesis)
Peneliti dalam pandangan fenomenologis berusaha memahami arti peristiwa dan kaitankaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-situasi tertentu. Sosiologi fenomenologis pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh pandangan Edmund Husserl dan Alfred Schultz. Pengaruh lainnya berasal dari Weber yang memberi tekanan padaverstehn, yaitu pengertian interpretatif terhadap pemahaman manusia. Fenomoenologi tidak berasumsi bahwa peneliti mengetahui arti sesuatu bagi orang-orang yang sedang diteliti oleh mereka nkuiri fenomenologis memulai dengan diam. Diam merupakan tindakan untuk mengungkap pengertian sesuatu yang sedang diteliti. Yang ditekankan oleh kaum fenomenologis adalah aspek subjektif dari perilaku orang. Mereka berusaha untuk masuk kedalam dunia konseptual para subyek yang ditelitinya sedemikian rupa sehingga mereka mengerti apa dan bagaiaman suatu pengertian yang dikembangkan oleh mereka di sekitar peristiwa dalam kehidupannya sehari-hari. Para fenomenolog percaya bahwa pada makhluk hidup tersedia pelbagai cara untuk menginterpretasikan pengalaman melalui interaksi dengan orang lain, dan bahwa pengertian pengalaman kitalah yang membentuk kenyataan
Macam-macam Bauran Promosi (skripsi dan tesis)
Dampak Media Sosial (skripsi dan tesis)
Berbagai fitur dalam media sosial dan juga menjamurnya berbagai macam-macam media sosial saat ini, tak pelak memberikan dampak bagi seluruh kehidupan masyarakat, hingga setiap individu-individu. Demikian terjadi, diakibatkan siklus partisipasi masyarakat ataupun individu semakin berakselerasi dengan pertumbuhan pengguna yang semakin tinggi. Namun, bukanlah hal yang lumrah untuk saat ini. Media sosial memberikan efek atau dampak yang memiliki perubahan besar dalam seluruh bidang, mulai dari politik, ekonomi, sosial dan budaya yang menyeluruh. Hal ini, media sosial memberikan kelebihan, keuntungan atau dampak positif hadirnya media sosial bagi masyarakat. Akan tetapi, media sosial dalam sejarahnya, juga memberikan kerugian, kelemahan atau dampak negatif yang tidak sedikit hingga menyentuh kasus kriminal yang diperantarai dari hadirnya media sosial. Adapun dampak positif media sosial dan juga dampak negatif media sosial sebagai berikut.. Berikut dampak positif media sosial..
Jenis-Jenis Media Sosial (skripsi dan tesis)
Karakteristik Media Sosial (skripsi dan tesis)
Media sosial memiliki ciri-ciri yang tidak lepas dari berbagai ciri-ciri dari media sosial yang banyak digunakan hingga saat ini. Berikut beberapa karakteristik yang terdapat pada media sosial. • Partisipasi. Mendorong kontribusi dan umpan balik dari setiap orang yang tertarik atau berminat menggunakannya, hingga dapat mengaburkan batas antara media dan audience. • Keterbukaan. Kebanyakan dari media sosial yang terbuka bagi umpan balik dan juga partisipasi melalui sarana-sarana voting, berbagai, dan juga komentar. Terkadang batasan untuk mengakses dan juga memanfaatkan isi pesan (perlindungan password terhadap isi cenderung dianggap aneh). • Perbincangan. Selain itu, kemungkinkan dengan terjadinya perbincangan ataupun pengguna secara dua arah. • Keterhubungan. Mayoritas dari media sosial tumbuh dengan subur lantaran terjadi suatu kemampuan yang dapat melayani keterhubungan antar pengguna, melalui suatu fasilitas tautan (links) ke website, sumber informasi dan bagi pengguna-pengguna lainnya.
Fungsi Media Sosial (skripsi dan tesis)
Media sosial dalam perannya saat ini, telah membangun sebuah kekuatan besar dalam membentuk pola perilaku dan berbagai bidang dalam kehidupan manusia. Hal ini yang membuat fungsi media sosial sangat besar. Adapun fungsi media sosial diantaranya sebagai berikut: • Media sosial adalah media yang didesain untuk memperluas interaksi sosial manusia dengan menggunakan internet dan teknologi web. • Media sosial berhasil mentransformasi praktik komunikasi searah media siaran dari satu institusi media ke banyak audience (one to many) ke dalam praktik komunikasi dialogis antara banyak audience (many to many). • Media sosial mendukung demokratisasi pengetahuan dan juga informasi. Mentranformasi manusia dari pengguna isi pesan menjadi pembuat pesan itu sendiri. Selain itu, terdapat pendapat lain menurut Puntoadi (2011:5) pengguna media sosial berfungsi sebagai berikut.. • Keunggulan membangun personal branding melalui sosial media adalah tidak mengenal trik atau popularitas semu, karena aduensilah yang akan menentukan. Berbagai sosial media menjadi media untuk orang yang berkomunikasi, berdiskusi dan bahkan menberikan sebuah popularitas di media sosial.Media sosial memberikan sebuah kesempatan yang berfungsi interaksi lebih dekat dengan konsumen. Media sosial menawarkan content komunikasi yang lebhi individual. Melalui media sosial pula berbagai para pemasar dapat mengetahui kebiasaan dari konsumen mereka dan melakukan suatu interaksi secara personal serta dapat membangun sebuah ketertarikan yang lebih dalam
Pengertian Media Sosial (skripsi dan tesis)
Pengertian Media Sosial Menurut Antony Mayfield (2008)
Green Purchase (skripsi dan tesis)
Green Purchase adalah keputusan untuk mendukung perusahaan hijau dan mengatasi masalah lingkungan dengan membeli produk hijau (Albayrak et al., 2013 di Bukhari et al., 2017: 1622). Selanjutnya, Green Purchase dipengaruhi oleh nilainilai, sikap, informasi, kebutuhan, stimulus dan kepercayaan (Kumar & godeswar, 2015 dalam Bukhari et al., 2017: 1622). Definisi lain adalah Green Purchase mengacu pada keputusan untuk membeli produk ramah lingkungan untuk menghindari kekejaman dan produksi berbahaya bagi lingkungan (Chan, 2001 dalam Joshi, 2015: 129-130). Selanjutnya Bukhari et al. (2017: 1625) menyebutkan tiga elemen Green Purchase yang tidak dapat dihindarkan berhubungan satu sama lain yang terdiri dari: 1. Drive for environmental responsibility (DER) 2. Green product Experience (GPE) 3. Green Brand Image (GBI)
Brand Equity (skripsi dan tesis)
User Generated Content (UGC) (skripsi dan tesis)
Cakupan dukungan sosial (skripsi dan tesis)
Menurut Saranson (2009) yang dikutip oleh Kuntjoro (2012), dukungan sosial itu selalu mencakup 2 hal yaitu ;
1. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia Merupakan persepsi individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu membutuhkan bantuan (pendekatan berdasarkan kuantitas).
2. Tingkat kepuasan akan dukungan sosial yang diterima Tingkatan kepuasan akan dukungan sosial yang diterima berkaitan dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi (pendekatan berdasarkan kualitas).
Klasifikasi dukungan sosial (skripsi dan tesis)
Menurut Sheridan dan Radmacher (2009), Sarafino (2011) serta Taylor (2012); membagi dukungan sosial kedalam 3 bentuk, yaitu
1. Dukungan instrumental (tangible or instrumental support)
Bentuk dukungan ini merupakan penyediaan materi yang dapat memberikan pertolongan langsung seperti pinjaman uang, pemberian barang, makanan serta pelayanan. Bentuk dukungan ini dapat mengurangi kecemasan karena individu dapat langsung memecahkan masalahnya yang berhubungan dengan materi. Dukungan instrumental sangat diperlukan dalam mengatasi masalah yang dianggap dapat dikontrol.
2. Dukungan informasional (informational support)
Bentuk dukungan ini melibatkan pemberian informasi, pengetahuan, petunjuk, saran atau umpan balik tentang situasi dan kondisi individu. Jenis informasi seperti ini dapat menolong individu untuk mengenali dan mengatasi masalah dengan lebih mudah.
3. Dukungan emosional (emotional support)
Bentuk dukungan ini melibatkan rasa empati, ada yang selalu mendampingi, adanya suasana kehangatan, dan rasa diperhatikan akan membuat individu memiliki perasaan nyaman, yakin, diperdulikan dan dicintai oleh sumber dukungan sosial sehingga individu dapat menghadapi masalah dengan lebih baik. Dukungan ini sangat penting dalam menghadapi keadaan yang dianggap tidak dapat dikontrol
Faktor- faktor yang mempengaruhi dukungan sosial (skripsi dan tesis)
Menurut stanley (2012), faktor- faktor yang mempengaruhi dukungan sosial adalah sebagai berikut :
1. Kebutuhan fisik Kebutuhan fisik dapat mempengaruhi dukungan sosial. Adapun kebutuhan fisik meliputi sandang, dan pangan. Apabila seseorang tidak tercukupi kebutuhan fisiknya maka seseorang tersebut kurang mendapat dukungan sosial.
2. Kebutuhan sosial Dengan aktualisasi diri yang baik maka seseorang lebih kenal oleh masyarakat daripada orang yang tidak pernah bersosialisasi di masyarakat. Orang yang mempunyai aktualisasi diri yang baik cenderung selalu ingin mendapatkan pengakuan di dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu pengakuan sangat diperlukan untuk memberikan penghargaan.
3. Kebutuhan psikis Dalam kebutuhan psikis pasien pre operasi di dalamnya termasuk rasa ingin tahu, rasa aman, perasaan religius, tidak mungkin terpenuhi tanpa bantuan orang lain. Apalagi jika orang tersebut sedang menghadapi masalah baik ringan maupun berat, maka orang tersebut akan cenderung mencari dukungan sosial Universitas Sumatera Utara dari orang- orang sekitar sehingga dirinya merasa dihargai, diperhatikan dan dicintai.
Pengertian Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Pierce (dalam Kail and Cavanaug, 2010) mendefinisikan dukungan sosial sebagai sumber emosional, informasional atau pendampingan yang diberikan oleh orang- orang disekitar individu untuk menghadapi setiap permasalahan dan krisis yang terjadi sehari- hari dalam kehidupan. Diamtteo (2011) mendefinisikan dukungan sosial sebagai dukungan atau bantuan yang berasal dari orang lain seperti teman, tetangga, teman kerja dan orang- orang lainnya. Gottlieb (dalam Smet, 2012) menyatakan dukungan sosial terdiri dari informasi atau nasehat verbal maupun non verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang didapatkan karena kehadiran orang lain dan mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku bagi pihak penerima. Sarafino (2011) menyatakan bahwa dukungan sosial mengacu pada memberikan kenyamanan pada orang lain, merawatnya atau menghargainya. Pendapat senada juga diungkapkan oleh Saroson (dalam Smet, 2012) yang menyatakan bahwa dukungan sosial adalah adanya transaksi interpersonal yang ditunjukkan dengan memberikan bantuan pada individu lain, dimana bantuan itu umunya diperoleh dari orang yang berarti bagi individu yang bersangkutan. Dukungan sosial dapat berupa pemberian infomasi, bantuan tingkah laku, ataupun materi yang didapat dari hubungan sosial akrab yang dapat membuat individu merasa diperhatikan, bernilai, dan dicintai
Faktor – faktor yang Menghambat Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Faktor – faktor yang menjadi penghambat dalam pemberian dukungan sosial menurut Apollo & Cahyadi, 2012:
a. Penarikan diri dari orang lain, disebabkan karena harga diri yang rendah, ketakutan untuk dikritik, pengharapan bahwa orang lain tidak menolong, seperti menghindar, mengutuk diri, diam, menjauh, tidak mau meminta bantuan.
b. Melawan orang lain, seperti sikap curiga, tidak sensitif, tidak timbal balik, dan agresif.
c. Tindakan sosial yang tidak pantas, seperti membicarakan dirinya secara terus – menerus, menganggu orang lain, berpakaian tidak pantas, dan tidak pernah merasa puas.
Sumber Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Dukungan sosial suami adalah keterlibatan suami selama masa kehamilan dan persalinan istirnya, meliputi dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan infromasi, sehingga sang istri merasa bahwa dirinya dicintai, diperhatikan, dihargai, dibantu dan berada dalam keadaan yang aman dan tentang (Wilda, 2012 dalam Indri Subekti 2016). Sumber dukungan antara lain didapatkan dari; pasangan, keluarga, dan masyarakat. Dukungan sosial yang paling dekat dengan ibu hamil adalah dari pasangannya (suami). Dukungan (motivasi) atau dukungan suami berperan sangat besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Jika suami mengharapkan adanya kehamilan, maka memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal mempengaruhi ibu menjadi lebih percaya diri, lebih bahagia, menunjukkan kesiapan dan lebih kuat secara mental untuk menghadapi segala hal kehamilan, persalinan dan masa nifas.
Dukungan sosial didapat oleh ibu hamil dari tiga pihak yaitu suami, keluarga, dan tenaga kesehatan. Dukungan dari keluarga merupakan dukungan terbesar kedua yang dibutuhkan ibu setelah dukungan suami. Dengan mendapatkan dukungan dari keluarga, ibu akan merasa diperhatikan dan dihargai selama masa kehamilannya. Ibu hamil yang memiliki dukungan yang tinggi akan merasa puas karena kebutuhan secara fisik dan psikologis terpenuhi. Akan tetapi, hal itu akan menjadi penghambat jika keluarga tidak memberikan dukungan terhadap ibu hamil. Dari sisi kesehatan, hormonal wanita saat hamil, dapat merubah mood untuk melakukan sesuatu selama kehamilannya berlangsung. Hal ini normal, tetapi seharusnya tidak terlalu konsentrasi terhadap hal – hal tersebut karena dapat membuat keadaan ibu hamil menjadi lebih sulit mengurangi rasa jenuh maupun tertekan. Walaupun dukungan datang dari orang – orang terdekat tetapi jika sudah tidak ada keinginan dari diri sendiri untuk melakukan sesuatu maka semuanya akan percuma (Andryana. R, 2015).
Sebagaimana penelitian yang dilakukan Johanna Gladieux terhadap pasangan suami-istri yang tengah menghadapi kehamilan di California, dukungan emosional suami terhadap istri dapat menyebabkan adanya ketenangan batin dan perasaan senang dalam diri istri. Istri akhirnya menjadi lebih mudah menyesuaikan diri dalam situasi kehamilan (dalam Dagun, 2002; Rima & Raudatussalamah, 2012). Sarason juga berpendapat bahwa orang yang memperoleh dukungan sosial akan mengalami hal-hal positif dalam hidupnya, memiliki harga diri, dan mempunyai pandangan yang lebih optimis (dalam Mujiadi, 2004; Rima & Raudatussalamah, 2012). Dukungan selama kehamilan lebih banyak manfaatnya dalam mengurangi tekanan ibu selama proses kehamilan dan persalinan, penelitian telah menunjukkan bahwa ketika wanita dalam masa kehamilan dan persalinan memiliki rasa stress, rasa aman yang menurun dan kecemasan, tidak hanya itu banyak penelitian selama 30 19 tahun terakhir menyatakan bahwa suami dapat memberikan dukungan psikologis, emosional dan moral. Demikian juga dilaporkan bahwa suami memiliki fungsi penting dalam mendukung ibu hamil selama kehamilan dan persalinan (Magrabi & Mohamed, 2012). Menurut Gottlieb sumber dukungan sosial dapat dibagi menjadi dua macam:
a. Hubungan seseorang dengan professional. Maksudnya adalah seseorang yang ahli dibidangnya, misalnya seorang tenaga kesehatan dengan ibu hamil sehingga membentuk interaksi sosial.
b. Hubungan seseorang dengan nonprofessional, misalnya suami, anggota keluarga lainnya seperti anak, teman dan kerabat dekat. Sehingga terbentuk interaksi antara ibu hamil dengan orang – orang terdekat.
Dalam penelitian Mullany et al. (2007) dan Fatimah (2009) juga memiliki pendapat serupa bahwa dukungan dari keluarga terutama suami dalam mengikuti kelas ibu hamil sangat berpengaruh besar pada ibu hamil. Masyarakat yang kurang pengetahuan tentang kelas ibu hamil cenderung tidak mendukung kegiatan kelas ibu hamil dan masyarakat masih menganggap kelas ibu hamil itu merupakan pekerjaan orang kesehatan saja, sehingga hal tersebut mempengaruhi partisipasi ibu dalam kegiatan kelas ibu hamil. Hasil dari beberapa penelitian tersebut juga sesuai dengan konsep yang dinyatakan oleh Mullany et al., (2007) bahwa keluarga atau orang terdekat merupakan perantara yang efektif dan mampu memberikan kemudahan seseorang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena keluarga, terutama suami juga memiliki peran dalam menentukan keputusan untuk memelihara kesehatan para anggota keluarganya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial adalah segala bentuk tindakan dan ucapan yang bersifat membantu dengan melibatkan emosi, informasi, instrumentasi dan appresiasi (penilaian positip) pada individu dalam mengahadapi masalahnya. Salah satu peran serta suami atas kehadiran ibu hamil ketika melakukan kelas senam hamil yaitu dengan memberikan motivasi kepada ibu berupa dukungan secara psikologis dan dukungan nyata terhadap ibu agar dapat berpartisipasi dalam program senam hamil (Mullany et al., 2007; Redshaw & Henderson 2013).
Bentuk Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Dukungan sosial juga merupakan cara yang paling efektif yang dapat digunakan seseorang untuk menyesuaikan diri dari peristiwa yang sulit dan penuh tekanan (Kim, Sherman & Taylor, 2008). Menurut Sarason (dalam Kuntjoro, 2002; Rima & Raudatussalamah ,2012) dukungan sosial adalah keberadaan, kesediaan, kepedulian, dari orang-orang yang dapat diandalkan, menghargai dan menyayangi kita. Menurut Brownel & Shumaker (dalam Sulistyawati, 2010; Rima & Raudatussalamah, 2012) terdapat efek tidak langsung dari dukungan sosial berarti dukungan sosial mempengaruhi kesejahteraan individu dengan mengurangi tingkat keparahan stress dari suatu peristiwa. Dukungan sosial memiliki dua komponen mendasar yaitu jumlah individu yang tersedia dimana salah satu individu dapat mengandalkan pada saat dibutuhkan dan tingkat kepuasaan individu pada saat memberi dukungan. Kepuasaan dengan dukungan sosial dipengaruhi oleh faktor kepribadian seperti harga diri dan perasaan control atas lingkungan sekitar (Abadi.L, 2012). Dukungan sosial dapat diperoleh dari sejumlah orang yang dianggap penting (Significant others) seperti suami, anak, orangtua, saudara atau kerabat dan teman akrab (dalam Kumolohadi, 2001; Rima & Raudatussalamah, 2012).
Menurut House dan Kahn (dalam Kumolohadi, 2001; Rima & Raudatussalamah, 2012) mengungkap bentuk-bentuk dukungan sosial yaitu, dukungan emosional, dukungan ini ditunjukkan melalui ekspresi empati, perhatian dan kepedulian terhadap seseorang. Dukungan Penghargaan, ditunjukkan melalui ekspresi orang lain tentang pandangan yang positif terhadap seseorang, dorongan atau persetujuan terhadap gagasan dan perasaan seseorang. Dukungan Instrumental, melibatkan bantuan langsung seperti memberikan atau meminjamkan uang atau membantu mengerjakan tugas. Dukungan Informasi, yaitu pemberian nasehat, pengarahan, saran atau umpan balik mengenai apa yang dapat dilakukan. Dukungan sosial melibatkan hubungan sosial yang berarti, sehingga dapat menimbulkan pengaruh positif bagi penerimanya. Ganster dan Victor (dalam Rustiana, 2006; Rima Rima & Raudatussalamah, 2012) mencatat bahwa dukungan 15 sosial dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan psikologis. Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa dukungan sosial turut mempengaruhi kesehatan fisik. Menurut House dan Khan (dalam Mujiadi, 2004 ; Rima & Raudatussalamah, 2012), dukungan sosial mampu menolong individu mengurangi pengaruh yang merugikan dan dapat mempertahankan diri dari pengaruh negatif. Pada masa kehamilan dukungan sosial dari suami sangat diperlukan oleh ibu hamil, agar ibu hamil menjadi bahagia dan menghayati masa kehamilannya dengan tenang sehingga ibu dapat termotivasi menjaga kesehatan selama kehamilan.
Bentuk dukungan sosial menurut Cohen & Hoberman (dalam Isnawati & Suhariadi, 2013) yaitu:
A. Appraisal Support Yaitu adanya bantuan yang berupa nasehat yang berkaitan dengan pemecahan suatu masalah untuk membantu mengurangi stressor.
B. Tangiable Support Yaitu bantuan yang nyata yang berupa tindakan atau bantuan fisik dalam menyelesaikan tugas
C. Self Esteem Support Dukungan yang diberikan oleh orang lain terhadap perasaan kompeten atau harga diri individu atau perasaan seseorang sebagai bagian dari sebuah kelompok dimana para anggotanya memiliki dukungan yang berkaitan dengan self-esteem seseorang.
D. Belonging Support Menunjukkan perasaan diterima menjadi bagian dari suatu kelompok dan rasa kebersamaan. Sedangkan menurut Cutrona & Gardner (2004) dan Uchino (2004) (dalam Sarafino, 2011) dijelaskan secara rinci terdapat empat bentuk dukungan sosial, yaitu:
a. Emotional Support
Mencakup ungkapan empati, kepedulian, dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan sehingga individu merasa nyaman, aman, juga merasa dicintai saat individu sedang mengalami tekanan atau dalam keadaan stress.
b. Esteem Support
Dukungan ini ada ketika seseorang memberikan penghargaan positif kepada orang yang sedang mengalami stress, dorongan atau persetujuan terhadap ide ataupun perasaan individu, ataupun melakukan perbandingan positif antara individu dengan orang lain. Dukungan ini dapat menyebabkan individu yang menerima dukungan membangun rasa menghargai dirinya, percaya diri, dan merasa bernilai. Dukungan jenis ini sangat berguna ketika individu mengalami stress karena tuntutan tugas yang lebih besar daripada kemampuan yang dimilikinya.
c. Tangiable or Instrumental Support
Dukungan yang berupa bantuan secara langsung dan nyata seperti berupa materi atau jasa.Misalnya memberi atau meminjamkan uang atau membantu meringankan tugas orang yang sedang mengalami stress. Dengan adanya bantuan yang mengacu pada ketersediaan peralatan, materi atau jasa dapat membantu mengatasi permasalahan – permasalahan yang bersifat prakits.
d. Informational Support
Mencakup memberi nasehat. Petunjuk, saran ataupun umpan balik, sehingga dapat mengarahkan bagaimana individu memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam konsep teori Sarafino, terdapat Companionship Support yaitu dukungan yang mencakup pada ketersedian kelompok untuk menghabiskan waktu secara bersama. Dengan demikian dapat memberikan rasa kebersamaan dalam suatu kelompok untuk melakukan aktivitas sosial bersama. Dukungan ini menyebabkan individu merasa bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu kelompok dimana anggota – anggotanya dapat saling berbagi
Tujuan Dukungan Sosial Selama Kehamilan (skripsi dan tesis)
Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang – orang terdekat. Aspek dukungan sosial menurut House (Handono, 2013 dalam Meilianawati 2015) yaitu:
a. Dukungan emosional, yaitu mencakup ungkapan empati, kepedulian, dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan.
b. Dukungan penghargaan, yaitu terjadi lewat ungkapan hormat (penghargaan) positif bagi orang itu, dorongan maju atau persetujuan dengan gagasan atau perasaan individu, dan perbandingan positif orang itu dengan orang lain.
c. Dukungan instrumental, yaitu mencakup bantuan langsung untuk mempermudah perilaku yang secara langsung untuk mempermudah perilaku secara langsung menolong individu. Misalnya bantuan benda, pekerjaan, dan waktu.
d. Dukungan informatif, yaitu mencakup pemberian nasehat, saran-saran, atau umpan balik. Menurut Taylor (dalam King, 2010; Rima & Raudatussalamah, 2012) dukungan sosial adalah informasi, dan umpan balik dari orang lain yang menunjukkan bahwa seseorang dicintai, diperhatikan, dihargai, dihormati dan dilibatkan dalam jaringan komunikasi.
Dukungan sosial juga merupakan cara yang paling efektif yang dapat digunakan seseorang untuk menyesuaikan diri dari peristiwa yang sulit dan penuh tekanan. Saat hamil merupakan saat yang sensitive bagi seorang wanita, jadi sebisa mungkin seorang suami memberikan suasana yang mendukung perasaan istri, mislanya dengan mengajak istri jalan – jalan ringan, menemani istri 13 kedokter untuk memeriksakan kehamilannya serta tidak membuat masalah dalam komunikasi (Astuti, H dalam Subketi I, 2016).
Menurut (Romana, T dalam Subekti I, 2016) yang dapat dilakukan para suami dan memperhatikan kebutuhan aman dan nyaman pada istri selama masa kehamilan yaitu salah satunya dengan bersama – sama hadir dalam kursus kelas ibu hamil atau mengantar istri ke tempat senam hamil. Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang-orang terdekat. Suami sebagai seorang yang paling dekat, dianggap paling tahu kebutuhan istri. Saat hamil wanita mengalami perubahan baik fisik maupun mental. Tugas penting suami yaitu memberikan perhatian dan membina hubungan baik dengan istri, sehingga istri mengkonsultasikan setiap saat dan setiap masalah yang dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama masa kehamilan (Astuti, H dalam Subekti I, 2016). Keterlibatan suami dalam kesehatan reproduksi telah dipromosikan sebagai strategi baru yang menjanjikan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Dalam penyediaan layanan perawatan antenatal terfokus, salah satu elemen penting yaitu promosi keterlibatan suami dalam proses perawatan antenatal (Gebrehiwot, dkk 2012
Pengertian Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Menurut Sarafino (Rokhimah, dalam Meilianawati 2015) dukungan sosial adalah derajat dukungan yang diberikan kepada individu khususnya sewaktu dibutuhkan oleh orang – orang yang memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tersebut, dukungan sosial dapat merujuk pada kenyamanan, kepedulian, harga diri atau segala bentuk bantuan yang diterima individu dari orang lain atau kelompok. Menurut Gonollen dan Bloney (dalam As’ar, 2008), dukungan sosial adalah derajat dukungan yang diberikan kepada individu khususnya sewaktu dibutuhkan oleh orang – orang yang memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tersebut. Dukungan sosial merupakan transaksi interpersonal yang mencakup afeksi positif, penegasan, dan bantuan berdasarkan pendapat lain. Dukungan sosial pada umumnya menggambarkan mengenai peranan atau pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh orang lain yang berarti seperti keluarga, teman, saudara, dan rekan kerja. Menurut Brownel dan Shumaker (dalam Sulistyawati, 2010; Rima & Raudatussalamah, 2012) terdapat efek tidak langsung dari dukungan sosial berarti dukungan sosial memperngaruhi kesejahteraan individu dengan mengurangi tingkat keparahan stress dari suatu peristiwa. Dukungan sosial melibatkan hubungan sosial yang berarti, sehingga dapat menimbulkan pengaruh positif bagi si penerimanya. Menurut Ganster dan Victor (dalam Rustiana, 2006; Rima & Raudatussalamah, 2012) mencatat bahwa dukungan sosial dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan psikologis. Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa dukungan sosial turut mempengaruhi kesehatan fisik (Rustiana, dalam Rima & Raudatussalamah, 2012).
Dampak Kecemasan (skripsi dan tesis)
Dampak kecemasan terhadap sistem saraf sebagai neuro transmitter
terjadi peningkatan sekresi kelenjar norepinefrin, sero tonin, dan gama
aminobuyric acid sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan
(Murdiningsih & Ghofur, 2013: 189):
a. Fisik (fisiologis),
Dampak fisiologis yang dialami antara lain perubahan denyut jantung,
suhu tubuh, pernafasan, mual, muntah, diare, sakit kepala, kehilangan
nafsu makan, berat badan menurun ekstrim, kelelahan yang luar biasa;
b. Gejala gangguan tingkah laku,
gejala gangguan tingkah laku yang dialamai antara lain aktivitas
psikomotorik bertambah atau berkurang, sikap menolak, berbicara
kasar, sukar tidur, gerakan yang aneh-aneh;
c. Gejala gangguan mental, antara lain kurang konsentrasi, pikiran
meloncat-loncat, kehilangan kemampuan persepsi, kehilangan ingatan,
phobia, ilusi dan halusinasi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan (skripsi dan tesis)
Terdapat dua faktor yang menyebabkan adanya kecemasan, yaitu
pengalaman yang negatif pada masa lalu dan fikiran yang tidak rasional
(Ghufron & Risnawita, 2011: 145).
1. Pengalaman negatif pada masa lalu
Pengalaman ini merupakan hal yang tidak menyenangkan pada
masa lalu mengenai peristiwa yang dapat terulang lagi pada masa
mendatang, apabila individu tersebut mengahadapi situasi atau kejadian
yang sama dan juga tidak menyenangkan, misalnya pernah gagal dalam
tes. Hal tersebut merupakan pengalaman umum yang menimbulkan
kecemasan siswa dalam mengahadapi tes.
2. Pikiran yang tidak Rasional
Para psikolog memperdebatkan bahwa kecemasan terjadi bukan
karena suatu kejadian, melainkan kepercayaan atau keyakinan tentang
kejadian itulah yang menjadi penyebab kecemasan.
Elis (dalam Ghufron & Risnawita, 2011: 146) memberi daftar
kepercayaan atau keyakinan kecemasan sebagai contoh dari pikiran tidak
rasional yang disebut buah pikiran yang keliru, yaitu kegagalan katastropik,
kesempurnaan, persetujuan, dan generalisasi yang tidak tepat.
1. Kegagalan Katastropik
Kegagalan katastropik adalah adanya asumsi dari diri individu bahwa
akan terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya. Individu mengalami
kecemasan dan perasaan-perasaan ketidakmampuan serta tidak
sanggup mengatasi permasalahannya.
2. Kesempurnaan
Setiap individu menginginkan kesempurnaan. Individu ini
mengharapkan dirinya berperilaku sempurna dan tidak ada ada cacat.
Ukuran kesempurnaan dijadikan target dan sumber inspirasi bagi
individu tersebut.
3. Persetujuan
Persetujuan adalah adanya keyakinan yang salah didasarkan pada ide
bahwa terdapat hal virtual yang tidak hanya diinginkan, tetapi juga
untuk mencapai persetujuan dari sesama teman atau siswa.
4. Generalisasi yang tidak tepat
Keadaan ini juga memberi istilah generalisasi yang berlebihan. Hal ini
terjadi pada orang yang mempunyai sedikit pengalaman.
Secara umum faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya kecemasan
adalah faktor internal dan faktor eksternal, faktor internal meliputi tingkat
religiusitas yang rendah, rasa pesimis, takut gagal, pengalaman negatif masa
lalu, dan pikiran yang tidak rasional. Sementara faktor eksternal seperti
kurangnya dukungan sosial.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan antara lain, adalah
sebagai berikut (Murdiningsih & Ghofur, 2013: 185-187):
a. Faktor-faktor instrinsik, antara lain:
1. Usia
Gangguan kecemasan dapat terjadi pada semua usia, lebih sering
pada usia dewasa dan lebih banyak pada wanita. Sebagian besar
kecemasan terjadi umur 21-45 tahun.
2. Pengalaman menjadi pengobatan
Pengalaman awal dalam pengobatan merupakan pengalamanpengalaman
yang sangat berharga yang terjadi pada individu
terutama untuk masa-masa yang akan datang. Pengalaman awal
ini sebagai bagian penting dan bahkan sangat menentukan bagi
kondisi mental individu di kemudian hari. Apabila pengalaman
individu tentang kemotrapi kurang, maka cnederung
mempengaruhi peningkatan kecemasan saat mengahadapi
tindakan kemotrapi.
3. Konsep diri dan peran
Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian
yang diketahui individu terhadap dirinya dan mempangaruhi
individu berhubungan dengan orang lain. Peran adalah pola sikap
perilaku dan tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan
peran seperti kejelasan perilaku dan pengatahuan yang sesuai
dengan peran, konsisitensi respon yang orang yang sesuai dengan
yang berarti terhadap peran, kesesuaian dan keseimbangan antara
yang dijalaninya. Juga keselarasan budaya dan harapan individu
trhadap perilaku peran. Seseorang yang mempunyai peran ganda
baik dalam keluarga atau masyarakat memiliki kecenderungan
mengalami kecemasan yang berlebih disebabkan konsentrasi
terganggu.
b. Faktor-faktor ekstrinsik, antara lain:
1) Kondisi medis (diagnosis penyakit)
Terjadinya gejala kecemasan yang berhubungan dengan kondisi
medis sering ditemukan walaupun indensi gangguan bervariai
untuk masing-masing kondisi medis.
2) Tingkat pendidikan
Pendidikan bagi setiap orang memiliki arti masing-masing.
Pendidikan pada umumnya berguna dalam merubah pola pikir,
pola bertingkah laku dan pola pengambilan keputusan. Tingkat
pendidikan yang cukup akan lebih mudah dalam mengidentifikasi
stresor dalam diri sendiri maupun dari luar dirinya. Tingkat
pendidikan juga mempengaruhi kesadaran dan pemahaman
terhadap stimulus.
3) Akses informasi
Adalah pemberitahuan tentang sesuatu agar orang membentuk
pendapatnya berdasarkan sesuatu yang dikatahuinya. Informasi
adalah segala penjelasan yang didapatkan pasien sebelum
pelaksanaan tindakan kemoterapi, terdiri dari tujuan kemoterapi,
proses kemoterapi, resiko dan komplikasi serta alternaif tindakan
yang tersedia, serta proses administrasi.
4) Proses adaptasi
Tingkat adaptasi manusia dipengaruhi oleh stimulus internal dan
eksternal yang dihadapi individu dan membutuhkan respon
perilaku yang terus menerus. Proses adaptasi sering menstimulasi
individu untuk mendapatkan bantuan dari sumber-sumber di
lingkungan.
Tingkat Kecemasan (skripsi dan tesis)
Tingkat kecemasan yang dikemukakan oleh Townsend (dalam
Ihdaniyati & Nur A 2008: 164-165) ada empat tingkat, yaitu:
1. Kecemasan ringan
Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan
sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada. Manifestasi
yang muncul pada tingkat ini adalah kelelahan, iritabel, kesadaran
meningkat, mampu untuk belajar, motivasi meningkat, dan tingkah
laku sesuai situasi.
2. Kecemasan sedang
Kecemasan pada tahap ini adalah kelelahan meningkat, denyut
jantung dan pernafasan meningkat, ketegangan otot meningkat, bicara
cepat dengan volume tinggi, mampu untuk belajar tetapi tidak terfokus
pada rangsang yang tidak menambah kecemasan, mudah tersinggung,
tidak sabar, mudah lupa, marah dan menangis.
3. Kecemasan berat
Kecemasan pada tingkat ini adalah mengeluh pusing, sakit kepala,
mual, tidak dapat tidur, sering kencing, diare, palpitasi, tidak mau
belajar secara efektif, berfokus pada dirinya sendiri, perasaan tidak
berdaya, bingung dan disorientasi.
4. Panik
Panik hubungan dengan terpengaruh, ketakutan, teror karena
mengalami kehilangan kendali. Orang-orang yang sedang panik tidak
mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Tanda dan
gejala yang terjadi pada keadaan ini adalah susah bernafas, dilatasi
pupil, palpitasi, pucat, diaphoresis, pembiacaraan inkoheren, tidak
dapat berespon terhadap perintah yang sederhana, berteriak-teriak,
menjerit, mengalami halusinasi dan delusi. Panik dapat
mengakibatkan peningkatan motorik, penurunan kemampuan
berhubungan dengan orang lain, dan tidak mampu berpikir rasional.
Reaksi Yang Ditimbulkan Oleh Kecemasan (skripsi dan tesis)
Calhoun & Acocella (dalam Safaria & Saputra 2012: 55)
mengemukakan aspek-aspek kecemasan yang dikemukakan dalam tiga
reaksi, yaitu sebagai berikut:
1. Reaksi emosional, yaitu komponen kecemasan yang berkaitan dengan
persepsi individu terhadap pengaruh psikologis dari kecemasan,
seperti perasaan keprihatinan, ketegangan, sedih, mencela diri sendiri
atau orang lain.
2. Reaksi kognitif, yaitu ketakutan dan kekhawatiran yang berpengaruh
terhadap kemampuan berpikir jernih sehingga mengaganggu dalam
memecahkan masalah dan mengatasi tuntutan lingkungan sekitarnya.
3. Reaksi fisiologis, yaitu reaksi yang ditampilkan oleh tubuh terhadap
sumber ketakutan dan kekhawatiran. Reaksi ini berkaitan dengan
sistem syaraf yang mengendalikan berbagai otot dan kelenjar tubuh
sehingga timbul reaksi dalam bentuk jantung berdetak lebih keras,
nafas bergerak lebih cepat, tekanan darah meningkat.
Blackburn & Davidson (dalam Safaria & Saputra 2012: 56)
mengemukakan, reaksi kecemasan dapat mempengaruhi suasana hati, pikiran,
motivasi, perilaku, dan gerakan biologis. Hal ini dapat dilihat dalam analisis
gangguan fungsional yang dibuat Blackburn dan Davidson
Bentuk-Bentuk Kecemasan (skripsi dan tesis)
Kecemasan terdapat dua bentuk, yaitu sebagai trait anxiety dan state
anxiety. Kecemasan sebagai trait anxiety yaitu kecenderungan pada diri
seseorang untuk merasa terancam oleh sejumlah kondisi yang sebenarnya
tidak bahaya. Kondisi tersebut memang pada dasarnya individu mempunyai
cemas dibanding dengan individu yang lain. Kecemasan sebagai state
anxiety, yaitu keadaan dan kondisi emosional sementara pada diri seseorang
yang ditandai dengan perasaan tegang dan khawatir yang dirasakan dengan
sadar serta bersifat subjektif dan meningginya aktivitas sistem syaraf
otonom, sebagai suatu keadaan yang berhubungan dengan situasi-situasi
lingkungan khusus (Safaria & Saputra, 2012: 53).
Dinamika Kecemasan (skripsi dan tesis)
Individu yang mengalami kecemasan dapat dipengaruhi oleh beberapa
hal, yaitu diantaranya adalah karena adanya pengalaman negatif perilaku
yang telah dilakukan, seperti kekhawatiran akan adanya kegagalan, merasa
frustasi dalam situasi tertentu dan ketidakpastian melakukan sesuatu.
Dinamika kecemasan, apabila ditinjau dari teori psikoanalisis dapat
disebabkan oleh adanya tekanan buruk perilaku masa lalu serta adanya
gangguan mental. Sedangkan apabila ditinjau dari teori kognitif, kecemasan
terjadi karena adanya evaluasi diri yang negatif. Perasaan negatif tentang
kemampuan yang dimilikinya dan orientasi diri yang negatif. Berdasarkan
pandangan teori humanistik, kecemasan merupakan kekhawatiran tentang
masa depan, yaitu khawatir pada apa yang akan dilakukan (Ghufron &
Risnawita, 2011: 144).
Jadi, dapat disimpukan bahwa kecemasan dipengaruhi oleh beberapa
hal diantaranya kekhawatiran akan kegagalan, frustasi pada hasil tindakan
masa lalu, evaluasi diri yang negatif, perasaan diri yang negatif tentang
kemampuan yang dimilikinya, dan orientasi diri yang negatif.
Dimensi Kecemasan (skripsi dan tesis)
Menurut Sarason (dalam Cassady & Johnson, 2002: 271) terdapat
dua dimensi kecemasan yaitu emosionalitas dan kekhawatiran. Emosionalitas
diketahui dengan respon fisiologis yang meliputi peningkatan galvanic repon
kulit & denyut jantung, pusing, mual, perasaan panik. Sedangkan
kekhawatiran meliputi membandingkan kinerja diri dengan teman-teman,
mempertimbangkan konsekuensi dari kegagalan, khawatir berlebihan atas
evaluasi, percaya diri rendah, merasa tidak siap untuk tes, kehilangan harga
diri dan kesedihan kepada orang tua
Pengertian Kecemasan (skripsi dan tesis)
Mereka yang sedang menunggu suatu berita yang penting, atau
mereka yang hidup dalam situasi yang sulit diperkirakan, seringkali akan
merasakan suatu kecemasan, suatu kondisi umum saat kita sedang berusaha
mengantisipasi sesuatu, atau ketegangan psikologis.
Nietzal (dalam Ghufron & Risnawita 2011: 141) berpendapat bahwa
kecemasan berasal dari bahasa latin (anxius) dan dari bahasa jerman (anst),
yaitu suatu kata yang digunakan untuk menggambarkan efek negatif dan
rangsangan fisiologis. Sedangkan menurut Muchlas (dalam Ghufron &
Risnawita 2011: 142) mendefinisikan istilah kecemasan sebagai sesuatu
pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental kesukaran dan tekanan
yang menyertai konflik atau ancaman.
Menurut Prawirohusodo (dalam Ihdaniyati & Nur A, 2008: 164)
kecemasan adalah pengalaman emosi yang tidak menyenangkan, datang dari
dalam dan bersifat meningkat, menggelisahkan dan menakutkan yang
dihubungkan dengan sesuatu ancaman bahaya yang tidak diketahui oleh
individu. Perasaan ini dosertai dengan komponen-komponen somatik,
fisiologik, otonomik, biokimiawi, hormonal, dan perilaku.
Sarason (dalam Cassady & Johnson, 2002: 271) mengemukakan
bahwa :
“Kecemasan adalah ketika dalam situasi evaluatif atau dalam
kinerja yang terdiri dari gabungan dari peningkatan aktivitas
fisiologis dan perenungan mencela diri sendiri”
Dukungan Sosial Perspektif Islam (skipsi dan tesis)
Dukungan sosial adalah bentuk bantuan yang diberikan oleh individu
satu kepada individu yang lain. Bentuk bantuan yang dimaksud adalah bentuk
bantuan yang terlihat dan pemberian rasa cinta, kasih sayang dan kenyamanan
kepada seseorang. Dalam islam dukungan sosial disebut dengan tolong
menolong (Ta’awun). Tolong menolong sangat dianjurkan dalam agama
islam, hal itu mengingatkan bahwa manusia adalah makluk sosial yang
diciptaan Allah SWT yang kiranya tidak bisa hidup sendirian dan pasti akan
memerlukan bantuan orang lain. Oleh karena itu di dalam Al-Qur’an
hubungan sosial dibedakan menjadi tiga hubungan yaitu hubungan manusia
dengan tuhan (hablumminallah), hubungan manusia dengan diri sendiri, dan
hubungan manusia dengan sesama manusia (hablumminannas).
Hubungan manusia dengan tuhan (hablumminallah) adalah
perwujudan ibadah yang dilakukan oleh manusia yaitu berupa menjalan semua
perintah Allah SWT dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah SWT.
Hubungan manusia dengan diri sendiri adalah bagaimana manusia tersebut
memperlalukan dirinya sendiri dengan baik dan bagaimana manusia tersebut
mengembangkan segala kemampuan yang dimiliki. Sedangkan hubungan
manusia dengan manusia yang lain (hablumminannas) adalah bentuk perilaku
seseorang kepada seseorang yang lain yaitu berupa menolong yang lain
apabila kesusahan. Berikut adalah ayat yang berhubungan dengan dukungan
sosial, yaitu QS. Al-Maidah ayat 2 dan ayat 80, sebagai berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar
syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram,
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang
qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi
Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya
dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah
berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum
karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam,
mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah
kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolongmenolong
dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu
kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya”. (Al-Qur’an
dan Terjemahnya. QS. Al-Maidah 2: 106)
“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan
orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya Amat buruklah apa yang
mereka sediakan untuk diri mereka, Yaitu kemurkaan Allah kepada
mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan” (Al-Qur’an Terjemahnya.
QS.Al-Maidah 80: 121)
Kandungan dari ayat diatas adalah manusia dianjurkan untuk
melakukan tolong menolong kepada sesama manusia dalam hal kebaikan,
yang yang berguna bagi individu berhubungan dengan ketakwaan manusia,
dan tidak diperkenankan untuk melakukan tolong menolong dalam hal
kejelekan yang tidak bermanfaat bagi individu
Dukungan sosial sebagai kognisi atau fakta sosial (skripsi dan tesis)
Penelitian menegaskan bahwa adanya jaringan sosial yang kuat
(bersifat mendukung) itu berhubungan secara positif dengan kesehatan. Hal
ini akan menguatkan hipotesis bahwa dukungan sosial itu merupakan
variabel lingkungan. Definisi operasional tentang dukungan sosial dalam
konteks ini berasal dari Gottieb (dalam Smet 1994: 135):
“ …. Dukungan sosial terdiri dari informasi atau nasehat verbal
adan/atau non-verbal, bantuan nyata, atau tindakan yang
diberikan oleh keakraban sosial atau didapat karfena kehadiran
mereka dan mempunyai manfaat emosional atau efek perilaku
bagi pihak penerima….”
Orientasi subyektif yang memperlihatkan bahwa dukungan sosial itu
terdiri atas informasi yang menuntut orang meyakini bahwa ia diurus dan
disayangi setiap infromasi apapun dari lingkungan sosial yang
mempersiapkan persepsi subyek bahwa ia penerima efek positif, penegasan,
atau bantuan, menandakan ungkapan dukungan sosial.
Fungsi Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Segi-segi fungsional juga digaris bawahi dalam menjelaskan konsep
dukungan sosial. Misalnya, Rook (dalam Smet 1994: 134) menganggap
dukungan sosial sebagai salah satu di antara fungsi pertalian (atau ikatan)
sosial. Segi-segi fungsional mencakup: dukungan emosional, mendorong
adanya ungkapan perasaan, pemberian nasehat atau informasi, pemberian
bantuan material. Ikatan-ikatan sosial menggambarkan tingkat dan kualitas
umum dari hubungan interpersonal. Selain itu, dukungan sosial harus
dianggap sebagai konsep yang berbeda, dukungan sosial hanya menunjuk
pada hubungan interpersonal yang melindungi orang-orang terhadap
konsekuensi negatif dari stres.
Pentingnya Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Dukungan sosial bisa efektif dalam mengatasi tekanan psikologis
pada masa sulit dan menekan. Misalnya, dukungan sosial membantu
mahasiswa mengatasi stresor dalam kehidupan kampus. Dukungan sosial
juga membantu memperkuat fungsi kekebalan tubuh, mengurangi respons
fisiologis terhadap stres, dan memperkuat fungsi untuk merespons penyakit
kronis. (Taylor, dkk., 2009: 555-556).
Hubungan sosial dapat membantu hubungan psikologis, memperkuat
praktik hidup sehat, dan membantu pemulihan dari sakit hanya ketika
hubungan itu bersifat sportif. Dukungan sosial mungkin paling efektif
apabila ia “tidak terlihat”. Ketika kita mengetahui bahwa ada orang lain yang
akan membantu kita, kita merasa ada beban emosional, yang mengurangi
efektivitas dukungan sosial yang kita trima. Tetapi ketika dukungan sosial itu
diberikan secara diam-diam, secara otomatis, berkat hubungan baiik kita,
maka ia dapat mereduksi stres dan meningkatkan kesehatan. (Taylor, dkk.,
2009: 555-556).
Menurut Kumalasari & Ahyani (2012: 25) dukungan sosial selalu
mencakup dua hal yaitu sebagai berikut:
1. Jumlah sumber dukungan sosial yang tersedia, merupakan persepsi
individu terhadap sejumlah orang yang dapat diandalkan saat individu
membutuhkan bantuan (pendekatan berdasarkan kuantitas).
2. Tingkat kepuasan akan dukungan sosial yang diterima yaitu berkaitan
dengan persepsi individu bahwa kebutuhannya akan terpenuhi
(pendekatan berdasarkan kualitas).
Dukungan sosial bukan sekedar pemberian bantuan, tetapi yang
penting adalah bagaimana persepsi si penerima terhadap makna dari bantuan
tersebut. Hal itu erat hubungannya dengan ketepatan dukungan sosial yang
diberikan, dalam arti bahwa orang yang menerima sangat merasakan manfaat
bantuan bagi dirinya karena sesuatu yangaktual dan memberikan kepuasan.
e. Faktor-faktor yang menghambat pemberian Dukungan Sosial
Faktor-faktor yang menghambat pemberian dukungan sosial adalah
sebagai berikut (Apollo & Cahyadi, 2012: 262) :
1. Penarikan diri dari orang lain, disebabkan karena harga diri yang
rendah, ketakutan untuk dikritik, pengaharapan bahwa orang lain tidak
akan menolong, seperti menghindar, mengutuk diri, diam, menjauh,
tidak mau meminta bantuan.
2. Melawan orang lain, seperti sikap curiga, tidak sensitif, tidak timbal
balik, dan agresif.
3. Tindakan sosial yang tidak pantas, seperti membicarakan dirinya
secara terus menerus, menganggu orang lain, berpakaian tidak pantas,
dan tidak pernah merasa puas.
Sumber-sumber Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Sumber-sumber dukungan sosial menurut Goldberger & Breznitz
(dalam Apollo & Cahyadi, 2012: 261) adalah orang tua, saudara kandung,
anak-anak, kerabat, pesangan hidup, sahabat rekan sekerja, dan juga
tetangga. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wentzel dalam (Apollo &
Cahyadi, 2012: 261) bahwa sumber-sumber dukungan sosial adalah oarangorang
yang memiliki hubungan yang berarti bagi individu, seperti keluarga,
teman dekat, pasangan hidup, rekan sekerja, saudara, dan tetangga, temanteman
dan guru disekolah.
Dukungan sosial dapat berasal dari pasangan atau patner, anggota
keluarga, kawan, kontak sosial dan masyarakat, teman sekelompk, jamaah
gereja atau masjid, dan teman kerja atau atasan anda di tempat kerja. (Taylor,
dkk., 2009: 555). Sedangkan menurut Tarmidi & Kambe (2010: 217-218)
dukungan sosial dapat diaplikasikan ke dalam lingkungan keluarga, yaitu
orang tua. Jadi dukungan sosial orang tua adalah dukungan yang diberikan
oleh orang tua kepada anaknya baik secara emosional, penghargaan,
informasi atau pun kelompok. Dukungan orang tua berhubungan dengan
kesuksesan akademis remaja, gambaran diri yang positif, harga diri, percaya
diri, motivasi dan kesehatan mental. Dukungan sosial orang tua dapat dibagi
menjadi dua hal, yaitu dukungan yang bersifat positif dan dukungan yang
bersifat negatif. Dukungan positif adalah perilaku positif yang ditunjukkan
oleh orang tua, dukungan yang bersifat negatif adalah perilaku yang dinilai
negatif yang dapat mengarahkan pada perilaku negatif anak
Bentuk Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Beberapa bentuk dukungan sosial menurut Cohen & Hoberman
(dalam Isnawati & Suhariadi, 2013: 3) yaitu :
1. Appraisal Support
Yaitu adanya bentuan yang berupa nasehat yang berkaitan dengan
pemecahan suatu masalah untuk membantu mengurangi stressor
2. Tangiable support
Yaitu bantuan yang nyata yang berupa tindakan atau bantuan fisik
dalam menyelesaikan tgas
3. Self esteem support
Dukungan yang diberikan oleh orang lain terhadap perasaan kompeten
atau harga diri individu atau perasaan seseorang sebagai bagian dari
sebuah kelompok diamana para anggotanya memiliki dukungan yang
berkaitan dengan self-esteem seseorang
4. Belonging support
Menunjukkan perasaan diterima menjadi bagian dari suatu kelompok
dan rasa kebersamaan.
Dukungan sosial memiliki tiga jenis manfaat, yaitu bantuan yang
nyata, informasi, dan dukungan emosional menurut Taylor (dalam King,
2012: 226-227) :
1) Bantuan yang nyata
Keluarga dan teman dapat memberikan berbagai barang dan jasa
dalam situasi yang penuh stres. Misalnya, hadiah makanan seringkali
diberikan setelah kematian keluarga muncul, sehingga anggota
12
keluarga yang berduka tidak akan memasak saat itu ketika energi dan
motivasi mereka sedang rendah. Bantuan instrumental itu bisa berupa
penyediaan jasa atau barang selama masa stres. Sedangkan menurut
Apollo & Cahyadi (2012: 261) bantuan yang nyata disebut dengan
bentuk bantuan instrumental, yaitu berupa bantuan uang dan
kesempatan.
2) Informasi
Individu yang memberikan dukungan juga dapat merekomendasikan
tindakan dan rencana spesifik untuk membantu seseorang dalam
copingnya dengan berhasil. Teman-teman dapat memerhatikan bahwa
rekan kerja mereka kelebihan beban kerja dan menganjurkan cara-cara
beginya untuk mengelola waktu lebih efisien atau mendelegasikan
tugas lebih efektif. Bantuan informasi ini bisa berupa memberikan
informasi tentang situasi yang menekan, seperti pemberitahuan
tentang informasi mengenai pelaksanaan tes, dan hal tersebut akan
sangat membantu. Informasi mungkin sportif jika ia relevan dengan
penilaian diri, seperti pemberian nasehat tentang apa yang harus
dilakukan. (Taylor, dkk., 2009: 555). Sedangkan menurut Apollo &
Cahyadi (2012: 261) dukungan informatif yang dimaksudkan adalah
berupa nasehat, sugesti, arahan langsung, dan informasi.
3) Dukungan emosional
Dalam situasi penuh stres, individu seringkali menderita secara
emosional dan dapat mengembangkan depresi, kecemasan, dan hilang
harga diri. Teman-teman dan keluarga dapat menenangkan seseorang
yang berada dibawah stres bahwa ia adalah orang yang berharga yang
dicintai oleh orang lain. Mengetahui orang lain peduli memungkinkan
seseorang untuk mendekati stres dan mengatasinya dengan keyakinan
yang lebih besar.
Dukungan emosional berupa penghargaan, cinta, kepercayaan,
perhatian, dan kesediaan untuk mendengarkan. (Apollo & Cahyadi,
2012: 261). Perhatian emosional yang diekspresikan melalui rasa
suka, cinta atau empati, misalnya ketika dalam pertengkaran dengan
seorang yang dicintai, maka ekspresi perhatian darai kawan sangatlah
membantu. (Taylor, dkk., 2009: 555).
Kemudian terdapat satu tambahan lagi dari bentuk-bentuk dari
Dukungan Sosial, yaitu:
1) Modifikasi lingkungan
Modifikasi lingkungan berupa bantuan penilaian positif berupa
umpan balik dan membandingkan dengan orang lain. (Apollo & Cahyadi,
2012: 261)
Menurut Smet, (1994: 136) terdapat empat jenis atau dimensi
dukungan sosial, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Dukungan emosional yaitu mencakup ungkapan empati, kepedulian
dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan (misalnya: umpan
balik dan penegasan)
2. Dukungan pengahargaan yaitu terjadi lewat ungkapan hormat
(penghargaan) positif untuk orang itu, dorongan maju atau persetujuan
dengan gagasan ata perasaan individu, dan perbandingan positif orang
itu dengan orang lain, misalnya orang-orang yang kurang mampu atau
lebih buruk keadaannya (menambah harga diri)
3. Dukungan instrumental: mencangkup bantuan langsung, seperti kalau
orang-orang memberi pinjaman uang kepada orang itu atau menolong
dengan pekerjaan pada waktu mengalami stres.
4. Dukungan informatif: mencangkup memberi nasehat, petunjukpetunjuk,
saran-saran atau umpan balik.
Sarafino (dalam Purba, dkk., 2007: 82-83) mengungkapkan pada
dasarnya ada lima jenis dukungan sosial, adalah sebagai berikut:
a. Dukungan emosi
Dukungan emosi meliputi ungkapan rasa empati, kepedulian, dan
perhatian terhadap individu. Biasanya, dukungan ini diperoleh dari
pasangan atau keluarga, seperti memberikan pengetian terhadap
masalah yang sedang dihadapi atau mendengarkan keluhannya.
Adanya dukungan ini akan memberikan rasa nyaman, kepastian,
perasaan memiliki dan dicintai kepada individu.
b. Dukungan penghargaan
Dukungan penghargaan terjadi melalui ungkapan positif atau
pengahargaan yang positif pada individu, dorongan untuk maju, atau
persetujuan akan gagasan atau perasaan individu dan perbandingan
yang positif individu dengan orang lain. Biasanya dukungan ini
diberikan oleh atasan atau rekan kerja. Dukungan jenis ini, akan
membangun perasaan berharga, kompeten dan bernilai.
c. Dukungan instrumental atau konkrit
Dukungan jenis ini meliputi bantuan secara langsung. Biasanya
dukungan ini, lebih sering diberikan oleh teman atau rekan kerja,
seperti bantuan untuk menyelesaikan tugas yang menumpuk atau
meminjamkan uang atau lain-lain yang dibutuhkan individu. Adanya
dukungan ini, menggambarkan tersedianya barang-barang (materi)
atau adanya pelayanan dari orang lain yang dapat memabantu individu
dalam menyelesaikan masalahnya. Selanjutnya hal tersebut akan
memudahkan individu untuk dapat memenuhi tanggung jawab dalam
menjalankan perannya sehari-hari.
d. Dukungan informasi
Dukungan jenis ini meliputi pemberian nasehat, saran atau umpan
balik kepada individu. Dukungan ini, biasanya diperoleh dari sahabat,
rekan kerja, atasan atau seorang profesional seperti dokter atau
psikolog. Adanya dukungan informasi, seperti nasehat atau saran yang
pernah mengalami keadaan yang serupa akan membantu individu
memahami situasi dan mencari alternatif pemecahan masalah atau
tindakan yang akan diambil.
e. Dukungan jaringan sosial
Dukungan jaringan dengan memberikan perasaan bahawa individu
adalah anggota dari kelompok tertentu dan memiliki minat yang sama
rasa kebersamaan dengan anggota kelompok merupakan dukungan
bagi individu yang bersangkutan. Adanya dukungan jaringan sosial
akan membantu indidivu untuk mengurangi stres yang dialami dengan
cara memenuhi kebutuhan akan persahabatan dan kontak sosial
dengan orang lain. Hal tersebut juga akan membantu individu untuk
mengalihkan perhatiannya dari kekhawatiran terhadap masalah yang
dihadapinya atau dengan meningkatkan suasana hati yang positif.
Menurut Apollo & Cahyadi (2012: 261) manfaat dukungan sosial
adalah mengurangi kecemasan, depresi, dan simtom-simtom gangguan
tubuh bagi orang yang mengalami stress dalam pekerjaan. Orang-orang
yang mendapat dukungan sosial tinggi akan mengalami hal-hal positif
dalam hidupnya, mempunyai self esteem yang tinggi dan self concept yang
lebih baik, serta kecemasan yang lebih rendah.
Pengertian Dukungan Sosial (skripsi dan tesis)
Dukungan Sosial adalah informasi atau umpan balik dari orang lain yang menunjukkan bahwa seseorang dicintai dan diperhatikan, dihargai, dan dihormati, dan dilibatkan dalam jaringan komunikasi dan kewajiban yang timbal balik (King, 2012: 226). Sedangkan menurut Ganster, dkk., (dalam Apollo & Cahyadi, 2012: 261) dukungan sosial adalah tersedianya hubungan yang bersifat menolong dan mempunyai nilai khusus bagi individu yang menerimanya. Selanjutnya, dukungan sosial menurut Cohen & Syme (dalam Apollo & Cahyadi, 2012: 261) adalah sumber-sumber yang disediakan orang lain terhadap individu yang dapat mempengaruhi kesejahteraan individu
bersangkutan. Lebih lanjut dukungan sosial menurut House & Khan (dalam Apollo & Cahyadi, 2012: 261) adalah tindakan yang bersifat membantu yang melibatkan emosi, pemberian informasi, bantuan istrumen, dan penilaian positif pada individu dalam menghadapi permasalahannya.
Menurut Cohen & Hoberman (dalam Isnawati & Suhariadi, 2013: 3) dukungan sosial mengacu pada berbagai sumber daya yang disediakan oleh hubungan antar pribadi seseorang.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Sosial (skripsi dan tesis)
.1 Faktor Pendorong Terjadinya Hubungan Sosial
a.Kondisi geografis
b.Hasrat untuk mempertahankan diri
c.Hasrat atau keinginan untuk berjuang
d.Hasrat untuk memenuhi kebutuhan hidup
e.Hasrat untuk hidup bersama
f. Hasrat untuk mewujudkan hari esok yang lebih baik
g.Rasa simpati dan hasrat tolong-menolong
.2 Faktor Penghambat Terjadinya Hubungan Sosial
a.Keadaan alam
b.Bencana alam
c.Adanya perbedaan pendapat
d.Adanya perbedaan paham
Jenis-Jenis Hubungan Sosial (skripsi dan tesis)
Adapun jenis – jenis hubungan sosial adalah sebagai berikut
A. Akulturasi
Pola akulturasi akan terjadi manakala kedua kelompok ras yang bertemu mulai berbaur dan berpadu. Misalnya kita melihat bahwa kebudayaan orang belanda di Indonesia menyerap berbagai unsur kebudayaan Indonesia, seperti cara berbusana, cara makan, dan gaya berbahasa.
B. Dominasi
Pola ini akan terjadi bila suatu kelompok ras menguasai kelompok lain. Contoh: kedatangan bangsa eropa ke benua asia untuk memperoleh SDA. Atau kita jumpai dalam pengelompokan, misalnya suatu kelompok etnik mendominasi kelompok etnik lain,laki-laki mendominasi perempuan, orang kaya mendominasi orang miskin, dan lain sebagainya
. C. Paternalisme
Suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi. Banton mengemukakan bahwa pola ini muncul manakala kelompok pendatang yang secara politik lebih kuat mendirikan koloni di daerah jajahan. Dalam pola hubungan ini Banton membedakan tiga macam masyarakat: masyrakat metropolitan (didaerah asal pendatang), masyarakat kolonial yang terdiri atas para pendatang serta sebagian dari masyarakat pribumi, dan masyarakat pribumi yang dijajah.
D. Integrasi
Suatu pola hubungan yg mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan perhatian khusus atau makna penting pada perbedaan ras tersebut.
E. Pluralisme
Suatu pola hubungan yang mengakui adanya persamaan hak politik dan hak perdata semua warga masyarakat.Akan tetapi pola hubungan itu lebih terfokus pada kemajemukan kelompok ras daripada pola integrasi.Dalam pola ini solidaritas dalam masing-masing kelompok ras lebih besar.Barton berpendapat bahwa suatu pola mempunyai kecenderunagn untuk lebih berkembang kesuatu arah tertentu.Pola dominasi cenderung mengarah pada pluralisme, sedangkan pola akulturasi dan paternalisme cenderung mengarah pada pola integrasi.
Pengertian Relasi Sosial (skripsi dan tesis)
Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan terlepas dengan suatu proses yang dinamakan interaksi sosial. Sebagai makhluk sosial manusia juga akan cenderung membentuk kelompok-kelompok tertentu demi mencapai tujuan yang diinginkan. Interaksi tidak hanya terjadi antara individu yang satu dengan individu yang lain, tetapi juga bisa terjadi antara satu individu dengan kelompok individu, atau antara kelompok individu dengan kelompok individu lain. Sejak manusia lahir dan dibesarkan, ia sudah merupakan bagian dari kelompok sosial yaitu keluarga. Disamping menjadi anggota keluarga, sebagai seorang bayi yang lahir disuatu desa atau kota, ia akan menjadi warga salah satu umat agama; warga suatu suku bangsa atau kelompok etnik dan lain sebagainya. Hubungan antara sesama disebut relasi atau relation. Relasi sosial juga disebut hubungan sosial merupakan hasil dari interaksi (rangkaian tingkah laku) yang sistematik antara dua orang atau lebih. Relasi sosial merupakan hubungan timbal balik antar individu yang satu dengan individu yang lain dan saling mempengaruhi. Suatu relasi sosial atau hubungan sosial akan ada jika tiap-tiap orang dapat meramalkan secara tepat seperti halnya tindakan yang akan datang dari pihak lain terhadap dirinya.
Merry Richmond Tokoh pekerjaan sosial mengatakan bahwa konsep mengenai relasi dipandang sebagai konsep yang SENTRAL karena :
a. Praktek pek-sos itu sendiri dilaksanakan melalui relasi
b. Relasi antara peksos dengan kelayan
c. Relasi antara peksos dengan sistem lainnya atau disiplin ilmu lain
d. Semua ahli dalam peksos mempunyai pandangan bahwa tujuan dari peksos memperbaiki dan meningkatkan keberfungsian social
e. Melalui relasi peksos bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Melalui relasi peksos bisa menjajagi dan mengungkapkan masalah masalah kalayan dan relasi antara kalayan dengan peksos dapat terjadi tukar pikiran dan saling menyesuaikan diri.
Felix B mengumpamakan relasi sebagai BRIDGE/jembatan artinya yang dapat menghubungkan anatara lain :
a. Relasi itu sebagai atmosfir.
b. Yang dimaksud atmosfir adalah suasan artinya harus bisa memberikan suasana dalam hubungan antara peksos dengan kalayan.
c. .Relasi bisa diumpamakan darah dan daging artinya memberikan hidup, maksudnya hidupnya peksos dengan kelayan bergantung pada relasi.
d. Relasi sebagai open table atau meja terbuka artinya suatu keleluasaan tersedia untuk diisi dengan relasi.
e. Relasi itu merupakan interplay yaitu saling pertukaran antara peksos dengan kalayan.
f. Dalam peksos terjadi saling pertukaran emosional yang sifatnya kooperatif. emotional cooperatif artinya bekerjasama bukan kepada konflik g. Relasi memiliki sifat yang dinamik artinya selalu berubah rubah dan berkembang
Menurut Spradley dan McCurdy, relasi sosial atau hubungan sosial yang terjalin antara individu yang berlangsung dalam waktu yang relatif lama akan membentuk suatu pola, pola hubungan ini juga disebut sebagai pola relasi sosial. Manusia ditakdirkan sebagai makhluk pribadi dan sekaligus sebagai makhluk sosial.Sebagai makhluk pribadi, manusia berusaha mencukupi semua kebutuhannya untuk kelangsungan hidupnya. Dalam memenuhi kebutuhannya manusia tidak mampu berusaha sendiri, mereka membutuhkan orang lain. Itulah sebabnya manusia perlu berelasi atau berhubungan dengan orang lain sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial dalam rangka menjalani kehidupannya selalu melakukan relasi yang melibatkan dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu. Hubungan sosial merupakan interaksi sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antar kelompok, ataupun antara individu dengan kelompok. Hubungan sosial atau relasi sosial merupakan hubungan timbal balik antar individu yang satu dengan individu yang lain, saling mempengaruhi dan didasarkan pada kesadaran untuk saling menolong. Relasi sosial merupakan proses mempengaruhi diantara dua orang atau lebih. Relasi adalah hubungan yang terkait dengan aspek emosianal, pertumbuhan dan perkembangan manusia adalah hasil dari relasi dengan orang lain, hal ini disebabkan karena manusia sebagai makhluk sosial, karena manusia selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itulah manusia tumbuh dan berkembang adalah hasil dari relasi
Komponen-Komponen Teori Interdependensi
1. Outcome (Kepuasan)
Menurut teori interpedensi seseorang akan puas apabila hubungannya menguntungkan yakni jika manfaatnya lebih besar daripada biaya atau kerugiaannya (Rusbult, 1980&1983). Dampak kerugian dari suatu hubungan bervariasi. Bervariasinya akibat dari kerugian itu mungkin karena kaburnya konsep biaya dan pengorbanan. Biaya atau kerugian adalah kejadian yang di anggap tidak menyenangkan dimana biaya selalu dianggap negatif, sebaliknya pengorbanan selalu berkaitan dengan kesejahteraan orang lain. Dalam suatu hubungan, terkadang ada situasi di mana pilihan terbaik untuk masing-masing pihak adalah berbeda. Ketika terjadi konflik kepentingan, satu pihak mungkin memutuskan untuk berkorban demi kebaikan partnernya atau demi menjaga hubungan. Semakin komitmen seseorang pada hubungan, semakin besar kemungkinan orang tersebut bersedia untuk berkorban. Dampak dari pengorbanan terhadap hubungan mungkin akan tergantung pada alasan seseorang melakukan pengorbanan. Dari alasan seseorang dalam melakukan pengorbanan tersebut kita dapat membedakan antara alasan untuk sebuah pendekatan atau cara seseorang melakukan penghindaran. Kadang orang berkorban demi seseorang untuk menunjukkan cinta dan perhatiannya, pengorbanan semacam ini yang bermotifkan untuk mendekati bisa menimbulkan rasa bahagia dan puas. Sebaliknya, terkadang orang berkorban demi menghindari konflik atau takut membahayakan hubungan, pengorbanan dengan motif penghindaran dapat menimbulkan perasaan gelisah dan amarah. Seyogyanya Pengorbanan mengesampingkan kepentingan diri demi kepentingan hubungan dan tidak dianggap sebagai sesuatu yang merugikan. Menurut teori interdependensi, kepuasan hubungan dipengaruhi oleh level perbandingan. Seseorang akanpuas apabila suatu hubungan sesuai dengan harapan dan kebutuhannya. Salah satu cara untuk merasa puas adalah dengan mengatakan kepada diri sendiri bahwa keadaan orang lain lebih buruk ketimbangdirinya (Buunk, Oldersma, & De Dreu, 2001). Persepsi keadilanmempengaruhi kepuasan. Bahkan jika suatu hubungan memberi banyak manfaat, mungkin orang akan tidak puas apabila orang tersebut yakin bahwa dirinya diperlakukan secara tidak adil. Dalam sebuah hubungan akan tidak puas apabila seseorang menganggap hubungan yang ada adalah berat sebelah. Demikian pula, dalam persahabatan dan cinta, hubungan yang berat sebelah, di mana seseorang mendapatkan lebih banyak ketimbang orang lainnya, hal ini biasanya membuat seseorang menjadi tidak puas terhadap suatu hubungan (Cate & Llyod, 1992) Karakteristik lain dari pasangan menikah atau pasangan kekasih yang relatif bahagia. Pasangan yang berbahagia menghabiskan lebih banyak waktu bersama dalam aktivitas bersama. Bagi beberapa pasangan, melakukan aktivitas yang menentang mungkin akan membantu membangkitkan kembali hasrat dan meningkatkan kepuasan hubungan (Aron, Norman, Aron, & Lewandowski, 2002). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwaseseorangakan puas jika hubunganya menguntungkan yakni jika manfaatnya lebih besar daripada biaya atau kerugiaannya dan juga seseorang akan puas jika suatu hubungan sesuai dengan harapan dan kebutuhannya
2. Komitmen
Orang yang sangat berkomitmen pada hubungan sangat mungkin untuk tetap bersama mengarungi suka dukademi tujuan bersama.Dalam istilah teknis, commitment in a relationship (komitmen dalam suatu hubungan) yang berarti semua kekuatan positif dan negatifyang menjaga individu tetap berada dalam suatu hubungan. Ada dua faktor yang mempengaruhi komitmen pada suatu hubungan (Johnson, 1991; Surra &Gray, 2000). Pertama, komitmen dipengaruhi oleh kekuatan daya tarik pada partner atau hubungan tertentu. Apabila orang suka pada orang lain, menikmati kehadirannya, dan merasa orang itu ramah dan gaul, maka orang akan termotivasi untuk meneruskan hubungan dengannya tersebut. Dengan kata lain, komitmen akan lebih kuat jika kepuasannya tinggi (Rusbult & Van Lange, 1996). Komponen ini dinamakan “comitmen personal” karena ia merujuk pada keinginan individu untuk mempertahankan atau mengingatkan hubungan (Johnson, Caughlin, & Huston, 1999). Kedua, komitmen dipengaruhi oleh nilai dan prinsip moral, perasaan bahwa seseorang seharusnya tetap berada dalam suatu hubungan. “Komitmen moral” didasarkan pada perasaan kewajiban, kewajiban agama, atau tanggung jawab sosial. Bagi beberapa orang, keyakinan atau kesucian pernikahan dan keinginan menjalin komitmen seumur hidup akan membuat mereka tidak ingin bercerai. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Orang yang sangat berkomitmen pada hubungan sangat mungkin untuk tetap bersama mengarungi suka dukademi tujuan bersama.Dimana ada dua faktor yang mempengaruhi komitmen pada suatu hubungan yaitu pertama, komitmen yang dipengaruhi oleh kekuatan daya tarik pada partner atau hubungan tertentu disebut komitmen personal.Kedua, komitmen yang dipengaruhi oleh nilai dan prinsip moraldidasarkan pada perasaan kewajiban, kewajiban agama, atau tanggung jawab sosial disebut komitmen moral.
3. Level dependensi
Menurut teori interdependensi, dua tipe penghalang penting adalah pertama, kurangnya alternatif yang lebih baik. Ketersediaan alternatif biasa di sebut dengan Level perbandingan alternatif, yang mana akan mempengaruhi komitmen kita. Ketika orang tergantung pada suatu hubungan dimana orang tersebut mendapatkan hal-hal yang dihargai dan tidak bisa mendapatkan hal itu di tempat lain, maka orang tersebut akan sulit unutk meninggalkan hubungan tersebut (Attridge, Creed, Berscheid, & Simpson, 1992). Kurangnya alternatif yang lebih baik akan meningkatkan komitmen. Kedua,investasi yang sudah seseorang tanamkan dalam suatu hubungan.Komitmen juga dipengaruhi oleh investasi yang seseorang tanamkan dalam membentuk hubungan (Rusbult, 1980, 1983).Investasi itu antara lain waktu, energy, uang, keterlibatan emosional, pengalaman kebersamaan, dan pengorbanan untuk partner. Setelah banyak berinvestasi dalam suatu hubungan dan kemudian merasa hubungan itu kurang bermanfaat akan menimbulkan disonansi kognitif pada diri seseorang. Karenanya seseorang mungkin merasakan tekanan psikologis untuk melihat hubungannya itu dari sudut pandang yang lebih positif atau mengabaikan kekurangannya (Rubin, 1973). Semakin banyak investasi, semakin sulit jika meninggalkan hubungan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat ketergantungan seseorang dalam hubungan di tentukan oleh beberapa hal diantarannya kurangnya alternative dan investasi yang sudah kita tanamkan dalam suatu hubungan. Ketika orang menemukan manfaat khusus dari sebuah hubungan, mereka akan membangun komitmen. Jika pasangan itu mengalami masa sulit dan konflik, investasi mereka mungkin akan menjadi motivasi untuk berusaha memperbaiki hubungan dan menumbuhkan rasa cinta kembali. Namun, kepuasan dan komitmen tidak selalu berhubungan erat. Beberapa pasangan yang tidak bahagia mampu meningkatkan kualitas hubungannya dengan pasangan yang berkemungkinan hubungannya akan berhenti dan bahkan ada yang mampu mempertahankan hubungan seumur hidup meski hubungan itu kurang memuaskan. Untuk memahami sumber komitmen dalam hubungan yang kurang memuaskan ini, dari riset baru- baru ini membandingkan pengalaman mereka yang berada dalam perkawinan yang tidak bahagia yang ingin mempertahankan perkawinannya dengan orang yang mempertimbangkan untuk bercerai. Secara umum, semakin banyak investasi yang diinvestasikan oleh pasangan maka semakin besar kemungkinan mereka untuk bertahan dan punya anak. Kurangnya alternatif mungkin juga berpengaruh. Bagi pria dan wanita, keyakinan bahwa kehidupan akan lebih buruk jika mereka berpisah juga berperan dalam menguatkan komitmen. Bagi wanita, mereka mungkin merasa terancam akan kehilangan sumber ekonomi akibat perceraian. Sedangkan Bagi lelaki, mereka mungkin akan merasa kehidupan seksnya menjadi bertambah buruk jika bercerai. Individu yang percaya bahwa perkawinan adalah komitmen seumur hidup dan pasangan yang tetap bertahan demi anak-anaknya akan lebih mungkin untuk terus bertahan meksi ada ketidakpuasan. Terakhir, orang yang percaya bahwa mereka memiliki kontrol yang kuat atas kehidupan mereka sendiri tidak terlalu berkomitmen pada perkawinan yang tidak memuaskan. Faktor yang diidentifikasi oleh teori interdepedensi berguna untuk memahami tingkat kepuasan seseorang dalam suatu hubungan dimanaseseorang akan semakin komitmen apabila seseorang merasa hubungannya memberikan banyak daya tarik positif, apabila mereka telah banyak berinvestasi dalam hubungan itu dan merasa tidak banyak alternatif yang tersedia.Hambatan untuk bercerai juga disebabkan oleh adannya investasi bersama yang digabungkan untuk sebuah hubungan, adannya anak yang membutuhkan kebutuhan perhatian orang tua, dan juga ketergantungan financial. Rintangan ini mendorong pasangan yang sudah menikah untuk berusaha memperbaiki hubungan yang memburuk.
Pengertian Interdependensi (skripsi dan tesis)
Ruben mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola-pola komunikasi interpersonal sebagai berikut:
1. Tingkat hubungan dan konteks. Pola yang berkembang akan berbeda pada tingkat komunikasi yang biasa dengan yang intim. Begitu juga konteksakan menentukan pola komunikasi yang tercipta.
2. Kebutuhan interpersonal dan gaya komunikasi
3. Kekuasaan
4. Konflik
Sementara itu Jalaluddin Rakhmat (1998) menyebut tiga faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola komunikasi dalam hubungan interpersonal.
1. Percaya (trust) Percaya menentukan efektifitas komunikasi dan dapat meningkatkan kadar komunikasi interpersonal yang terbentuk.
2. Sikap suportif Sikap suportif adalah sikap yang mengurangi sikap defensif dalam komunikasi.Komunikasi defensif dapat terjadi karena faktorfaktor personal (ketakutan, kecemasan, harga diri yang rendah, pengalaman defensif, dsb) atau faktor- faktor situasional.
3. Sikap terbuka. Sikap terbuka sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif.Lawan dari sikap terbuka adalah dogmatisme.Agar komunikasi interpersonal yang kita lakukan melahirkan hubungan yang efektif maka dogmatisme (sikap tertutup harus digantikan dengan sikap terbuka.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pola Relasi Interpersonal (skripsi dan tesis)
Ruben mengemukakan beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola-pola komunikasi interpersonal sebagai berikut:
1. Tingkat hubungan dan konteks. Pola yang berkembang akan berbeda pada tingkat komunikasi yang biasa dengan yang intim. Begitu juga konteksakan menentukan pola komunikasi yang tercipta.
2. Kebutuhan interpersonal dan gaya komunikasi
3. Kekuasaan
4. Konflik
Sementara itu Jalaluddin Rakhmat (1998) menyebut tiga faktor yang mempengaruhi terbentuknya pola komunikasi dalam hubungan interpersonal.
1. Percaya (trust) Percaya menentukan efektifitas komunikasi dan dapat meningkatkan kadar komunikasi interpersonal yang terbentuk.
2. Sikap suportif Sikap suportif adalah sikap yang mengurangi sikap defensif dalam komunikasi.Komunikasi defensif dapat terjadi karena faktorfaktor personal (ketakutan, kecemasan, harga diri yang rendah, pengalaman defensif, dsb) atau faktor- faktor situasional.
3. Sikap terbuka. Sikap terbuka sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal yang efektif.Lawan dari sikap terbuka adalah dogmatisme.Agar komunikasi interpersonal yang kita lakukan melahirkan hubungan yang efektif maka dogmatisme (sikap tertutup harus digantikan dengan sikap terbuka.
Pola-pola Relasi Interpersonal (skripsi dan tesis)
Ketika hubungan terbentuk, berkembang pula pola-pola komunikasi yang merupakan hasil dari aturan yang diterapkan para partisipan.Pola berarti gambaran atau corak hubungan sosial yang tetap dalam interaksi sosial. Terbentuknya pola dalam interaksi sosial tersebut melalui proses cukup lama dan berulang-ulang. Akhirnya muncul menjadi model yang tetap untuk di contoh dan di tiru. Adanya pola interaksi akan menghasilkan keajegan, di mana keajegan adalah gambaran atau suatu kondisi keteraturan yang tetap dan relatif tidak berubah sebagai hasil hubungan yang selaras antara tindakan, norma dan nilai dalam interaksi sosial. Ruben (2006) menyebutkan ada empat pola relasi yang akan terbentuk ketika terjadi relasi interpersonal yaitu:
1. Suportif dan defentif
Sikap suportif merupakan sikap yang mendukung komunikasi interpersonal sebaliknya dengan sikap depentif
2. Tergantung (dependen) dan tidak tergantung (independen) Hubungan yang beriklim dependen dicirikan jika salah satu individu sangat tergantung pada induvidu lainnya, misalnya karna dukungan, uang, pekerjaan.Kepemimpinan, petunjuk dan sebagainya.Sebaliknya dalam hubungan yang independen, seorang individu secara bebas dapat menyatakan ketidaksepakatan, ketidaksetujuan dan penolakan pada individu lainnya.
3. Progresif dan Regresif
Hubungan yang progresif adalah hubungan yang ditandai dan menimbulkan harmoni.Sebaliknya dengan regresif, hubungan tetap berkembang, namun mengarah atau menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakharmonisan.
4. Self fultfilling dan self defeting profecise
Pola hubungan yang dipengaruhi oleh harapan dari pihak-pihak yang terlibat. Jika harapan kita terpenuhi dalam hubungan tersebut maka kita akan bersifat positif terhadap hubungan tersebut, sebaliknya jika harapan kita tidak terpenuhi maka kita akan bersifat negatif terhadap hubungan tersebut.
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa akanada empat pola relasi yang akan terbentuk pertama, suportif dan defentif. Kedua, dependen dan independen.Ketiga, progresif dan regresif dan keempat Self fultfilling dan self defeting profecise
Tahap-tahap Relasi Interpersonal (skripsi dan tesis)
Apapun bentuk hubungan yang terjadi, dinamika sebuah hubungan interpersonal akan tumbuh, berkembang dan berakhir. Menurut Ruben (2006), tahap-tahap hubungan interpersonal akan meliputi:
a. Inisiasi, merupakan tahap paling awal dari suatu hubungan interpersonal. Pada tahap ini individu memperoleh data mengenai masing-masing melalui petunjuk nonverbal seperti senyuman, jabatan tangan, pandangan sekilas, dan gerakan tubuh tertentu.
b. Eksplorasi, tahap ini merupakan pengembangan dari tahap inisiasi dan terjadi tidak lama sesudah inisiasi di sini mulai dijajaki potensi yang ada dari setiap individu serta dipelajari kemungkinan-kemungkinan yang ada dari suatu hubungan.
c. Intensifikasi. Pada tahap ini individu harus memutuskan baik secara verbal maupun non verbal apakah hubungan akan dilanjutkan atau tidak
d. Formalisasi, dalam perkembangannya hubungan yang telah berjalan itu perlu di formalkan. Pada tahap ini tiap-tiap iindividu secara bersama mengembangkan simbol-simbol, pola-pola komunikasi yang disukai, kebiasaan dan lain sebagainya.
e. Redefenisi, sejalan dengan waktu individu tidak dapat menghindarkan diri dari perubahan. Perubahan ini mampu menciptakan tekanan terhadap hubungan yang tengah berlangsung.
f. Deteriorasi, kemunduran atau melemahnya suatu hubungan kadang tidak disadari oleh mereka yang terlibat dalam hubungan tersebut. Jika kemunduran yang terjadi itu tidak segera di antisipasi maka bukan tidak mungkin hubungan yang terbentuk itu akan mengalami kehancuran.
Satu hal yang perlu diingat adalah tidak semua hubungan yang terbentuk harus melewati keenam tahap diatas. Atau bisa saja satu hubungan melewati keenamnya sementara hubungan yang lain hanya melewati tiga dari enam tahapan tersebut. Sementara itu Jalaluddin Rakhmat (dalam Al-Faruqi, 2013) meringkas perkembangan hubungan interpersonal menjadi tiga tahap yaitu:
1. Pembentukan hubungan Tahap ini sering disebut sebagai tahap perkenalan. Fokus pada tahap ini adalah proses penyampaian dan penerimaan informasi dalam pembentukan hubungan. Informasi yang diperoleh tidak selalu melalui komunikasi verbal melainkan juga melalui komunikasi nonverbal.
2. Peneguhan hubungan. Hubungan interpersonal tidak bersifat statis tetapi selalu berubah.Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal diperlukan tindakan-tindakan tertentu.Untuk mengembalikan keseimbangan.Ada empat faktor penting untuk memelihara keseimbangan, yaitu keakraban, control,respon yang tepat dan nada emosi yang tepat.
3. Pemutusan hubungan Suatu hubungan interpersonal yang paling harmonis sekalipun dapat mengalami pemutusan hubungan, mungkin karena kematian, konflik yang tidak terselesaikan atau sebagainya.
Jenis Relasi Interpersonal (skripsi dan tesis)
Hubungan interpersonal dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor berikut:
1. Berdasarkan jumlah individu yang terlibat:
a. Hubungan diad : Merupakan hubungan diantara dua individu. Kebanyakan hubungan kita dengan orang lain bersifat diadik.
b. Hubungan triad : Merupakan hubungan tiga orang.
Pengertian Relasi Interpersonal (skripsi dan tesis)
Menurut Ruben dan Stewart (2006) hubungan interpersonal adalah hubungan yang berdasarkan pada pengolahan pesan yang timbal-balik.Sebuah hubungan dibentuk ketika terjadinya pengolahan pesan yang timbal balik. Sedangkan menurut menurut Spradley dan Mccurdy (1975), relasi atau hubungan yang terjadi antara individu yang berlangsung dalam waktu yang relatif lama akan membentuk suatu pola, pola hubungan ini juga disebut pola relasi. Hubungan antar sesama dalam istilah sosiologi disebut relasi atau relation.Relasi juga disebut sebagai hubungan sosial merupakan hasil dari interaksi (rangkaian tingkah laku) yang sistematis antara dua orang atau lebih.Relasi merupakan hubungan timbal balik antar individu yang satu dengan individu yang lain dan saling mempengaruhi. Suatu relasi atau hubungan akan ada jika tiap-tiap orang dapat meramalkan secara tepat macam tindakan yang akan datang dari pihak lain terhadap dirinya. Dikatakan sistematik karena terjadinnya secara teratur dan berulangkali dengan pola yang sama. Manusia ditakdirkan sebagai makhluk pribadi dan sekaligus sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk pribadi, manusia berusaha mencukupi semua 10 kebutuhannya untuk kelangsungan hidupnya.Dalam memenuhi kebutuhannya, manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Itulah sebabnya manusia perlu berelasi atau berhubungan dengan orang lain sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial dalam rangka menjalani kehidupannya selalu melakukan relasi yang melibatkan dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu.Hubungan sosial merupakan interaksi sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antar individu, antar kelompok atau antar individu dengan kelompok. Hubungan sosial atau relasi sosial merupakan hubungan timbal balik antar individu yang satu dengan individu yang lain, saling mempengaruhi dan di dasarkan pada kesadaran untuk saling menolong, relasi sosial merupakan proses mempengaruhi di antara dua orang
Bentuk – Bentuk Pelayanan (skripsi dan tesis)
Pengertian Pelayanan (skripsi dan tesis)
Pengertian Layanan (skripsi dan tesis)
Konsep Akta Kelahiran (skripsi dan tesis)
Konsep Akta Catatan Sipil (skripsi dan tesis)
Dimensi Evaluasi Kualitas Jasa (skripsi dan tesis)
Untuk menangani kelima gap yang terjadi ini, selanjutnya Parasuraman, Berry, dan Zeithaml (Harbani Pasolong, 2007:135), menyatakan ada lima karakteristik yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas jasa, yaitu :
kesenjangan (Gap) dalam proses pelayanan (skripsi dan tesis)
Menurut Parasuraman, Zeithalm dan Berry dalam Tjiptono (2007:262-270) menyatakan ada lima kesenjangan (Gap) dalam proses pelayanan, yaitu :
Faktor-faktor pendukung pelayanan publik (skripsi dan tesis)
menurut Moenir dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia”, faktor tersebut dapat mempengaruhi pelayanan, adapun faktor-faktor tersebut adalah :
1. Faktor kesadaran
Adanya kesadaran dapat membawa seseorang kepada keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan atau melaksanakan suatu kehendak. Kehendak dalam lingkungan organisasi kerja tertuang dalam bentuk tugas, baik tertulis maupun tidak tertulis, mengikat semua orang dalam organisasi kerja. Karena itu dengan adanya kesadaran pada pegawai atau petugas, diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan, kesungguhan dan disiplin. Kelebihan dan tingkah laku orang lain jika disadari lalu dikembangkan dapat menjadi faktor pendorong bagi kemajuan dan keberhasilan.
2. Faktor aturan
Aturan adalah perangkat penting dalam segala tindakan dan perbuatan orang. Makin maju dan majemuk suatu masyarakat makin besar peranan aturan dan dapat dikatakan orang tidak dapat hidup layak dan tenang tanpa aturan. Oleh karena itu aturan demikian besar dalam hidup masyarakat maka dengan sendirinya aturan harus dibuat, dipatuhi, dan diawasi sehingga dapat mencapai sasaran sesuai dengan maksudnya. Dalam organisasi kerja dibuat oleh manajemen sebagai pihak yang berwenang mengatur segala sesuatu yang ada di organisasi kerja tersebut. Oleh karena setiap orang pada akhirnya menyangkut langsung atau tidak langsung kepada orang, maka masalah manusia serta sifat kemanusiaannya harus menjadi pertimbangan utama. Pertimbangan harus diarahkan kepada sebagai subyek aturan, yaitu mereka yang akan dikenai aturan itu.
3. Faktor organisasi
Organisasi pada dasarnya tidak berbeda dengan organisasi pada umunya, namun ada perbedaan sedikit dalam penerapannya, karena sasaran pelayanan ditujukan secara khusus, kepada manusia yang mempunyai dan kehendak multikompleks, kepada manusia yang mempunyai dan kehendak multikompleks. Oleh karena itu organisasi yang dimaksud disini tidak semata-mata dalam perwujudan susunan organisasi, melainkan lebih banyak pada pengaturan dan mekanisme kerjanya yang harus mampu menghasilkan pelayanan yang memadai.
4. Faktor pendapatan
Pendapatan adalah seluruh penerimaan seseorang sebagai imbalan atas tenaga, dana, serta pikiran yang telah dicurahkan untuk orang lain atau badan/organisasi, baik dalam bentuk uang, maupun fasilitas, dalam jangka waktu tertentu. Pada dasarnya pendapatan harus dapat memenuhi kebutuhan hidup baik untuk dirinya maupun keluarganya.
5. Faktor kemampuan dan keterampilan
Kemampuan yang dimaksud disini adalah keadaan yang ditujukan pada sifat atau keadaan seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaan atas ketentuan-ketentuan yang ada. Istilah yang “kecakapan” selanjutnya keterampilan adalah kemampuan melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan menggunakan anggota badan dan pengetahuan kerja yang tersedia. Dengan pengertian ini dapat dijelaskan bahwa keterampilan lebih banyak menggunakan unsur anggota badan dari pada unsur lain.
6. Faktor sarana pelayanan Sarana pelayanan yang dimaksud disini adalah segala jenis pelayanan, perlengkapan kerja dan fasilitas lain yang berfungsi sebagai alat utama atau pembantu dalam pelaksanaan pekerjaan, dan juga berfungsi social dalam rangka kepentingan orang-orang yang sedang berhubungan dengan organisasi kerja itu. Fungsi sarana pelayanan itu antara lain:
a. Mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan, sehingga dapat menghemat waktu.
b. Meningkatkan produktivitas, baik barang maupun jasa.
c. Kualitas produk yang lebih baik.
d. Kecepatan susunan dan stabilitas terjamin.
e. Menimbulkan rasa kenyamanan bagi orang-orang yang berkepentingan.
f. Menimbulkan perasaan puas orang-orang yang berkepentingan sehingga dapat mengurangi sifat emosional mereka.
Indikator Kualitas Pelayanan Publik (skripsi dan tesis)
Pelayanan birokrasi yang berkualitas, oleh Sinambela (2010:43) didefinisikan melalui ciri-ciri berikut:
1. Pelayanan yang bersifat anti birokratis
2. Distribusi pelayanan
3. Desentralisasi dan berorientasi kepada klien
Adapun pelayanan yang diharapkan oleh masyarakat menurut Moenir (2006:41-44) adalah sebagai berikut:
1. Adanya kemudahan dalam pengurusan kepentingan dengan pelayanan yang cepat dalam arti tanpa hambatan yang kadangkala dibuat-buat
2. Memperoleh pelayanan secara wajar tanpa gerutu, sindiran atau hal-hal yang bersifat tidak wajar. 3. Mendapatkan perlakuan yang sama dalam pelayanan terhadap kepentingan yang sama, tertib, dan tidak pandang bulu.
4. Pelayanan yang jujur dan terus terang, artinya apabila ada hambatan karena suatu masalah yang tidak dapat dielakkan hendaknhya diberitahukan, sehingga orang tidak menunggu-nunggu sesuatu yang tidak jelas.
Karena dalam pelayanan publik, kepuasan masyarakat merupakan faktor penentu kualitas, maka setiap organisasi penyedia layanan publik diharapkan mampu memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Dan untuk mencapai kepuasan itu dituntut kualitas pelayanan prima yang tercermin dari (Sinambela, 2010:42-43) :
1. Transparansi, yakni pelayanan bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadai serta mudah dimengerti;
2. Akuntabilitas, yakni pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
3. Kondisional, yakni pelayanan yang dapat sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip efisiensi dan efektivitas;
4. Partisipatif, yakni pelayanan yang dapat mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapan masyarakat;
5. Kesamaan hak, yakni pelayanan yang tidak melakukan diskriminasi dilihat dari aspek apapun khususnya suku, ras, agama, golongan, status sosial, dan lain-lain
; 6. Keseimbangan hak dan kewajiban, yaitu pelayanan yang mempertimbangkan aspek keadilan antara pemberi dan penerima pelayanan publik.
Menurut Gasper (1997:2), karakteristik atau atribut yang harus diperhitungkan dalam perbaikan kualitas jasa pelayanan ada 10 (dimensi), antara lain sebagai berikut :
1. Kepastian waktu pelayanan Ketetapan waktu yang di harapkan berkaitan dengan waktu proses atau penyelesaian, pengiriman, penyerahan, jaminan atau garansi , dan menanggapi keluhan.
2. Akurasi pelayanan Akulturasi pelayanan berkaitan dengan reabilitas pelayanan, bebas dari kesalahan-kesalahan
. 3. Kesopanan dan keramahan Dalam memberikan pelayanan personil yang berada di garis depan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan harus dapat memberikan sentuhan pribadi yang menyenangkan. Sentuhan pribadi yang menyenangkan tercermin melalui penampilan, bahasa tubuh dan tutur bahasa yang sopan, ramah, lincah dan gesit.
4. Tanggung jawab Bertanggung jawab dalam penerimaan pesan atau permintaan dan penanganan keluhan pelanggan eksternal.
5. Kelengkapan Kelengkapan pelayanan menyangkut lingkup (cakupan) pelayanan ketersediaan sarana pendukung.
6. Kemudahan mendapatkan pelayanan Kemudahan mendapatkan pelayanan berkaitan dengan banyaknya petugas yang melayani dan fasilitas yang mendukung.
7. Pelayanan pribadi Pelayanan pribadi berkaitan dengan ruang/tempat pelayanan kemudahan, ketersediaan, data/Informasi dan petunjuk – petunjuk.
8. Variasi model pelayanan Variasi model pelayanan berkaitan dengan inovasi untuk memberikan pola baru pelayanan.
9. Kenyamanan dalam memperoleh pelayanan Kenyamanan pelayanan berkaitan dengan ruang tunggu/tempat pelayanan, kemudahan, ketersediaan data dan Informasi dan petunjuk- petunjuk.
10. Atribut pendukung pelayanan Yang dimaksud atribut pendukung pelayanan dalam hal ini adalah sarana dan prasarana yang di berikan dalam proses pelayanan.
Sedangkan menurut Gonroos (Tjiptono, 2007:261) menyatakan bahwa ada enam kriteria pokok dalam menilai kualitas jasa, yaitu :
1. Profesionalism and skill, kriteria ini dimaksudkan agar pelanggan menyadari bahwa penyedia jasa, karyawan, sistim operational, dan sumbangan fisik memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah pelanggan secara profesional.
2. Attitude and behavioral, pelanggan merasa bahwa karyawan perusahaan menaruh perhatian terhadap mereka dan berusaha membantu dalam memecahkan masalah mereka secara spontan dan senang hati.
3. Accessibility and flecsibility, pelanggan merasa bahwa penyedia jasa, lokasi, jam kerja, sistim operasionalnya dirancang sedemikian rupa sehingga pelanggan dapat melakukannya dengan mudah, selain itu dirancang agar dapat fleksibel agar dapat menyesuaikan permintaan dan keinginan pelanggan.
4. Reliability and trustworhtiness, pelanggan memahami bahwa apapun yang terjadi, mereka bisa mempercayakan segala sesuatunya kepada penyedia jasa, karyawan dan sistimnya.
5. Recovery, pelanggan memahami bahwa jika ada kesalahan atau terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, maka penyedia jasa akan segera mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi dan mencari pemecahan yang tepat.
6. Reputation and credibility, pelanggan meyakini bahwa operasi dari penyedia jasa dapat dipercaya dan memberikan nilai atau imbalan yang sesuai dengan pengorbanannya.
Dalam IWA 4 (International workshop Agreement 4), yang mengadopsi sistim manajemen mutu ISO-9001:2005 (Syukri AF, 2009:23), terdapat delapan prinsip Manajemen Mutu, yaitu :
1. Fokus kepada pelanggan (costumer focus)
2. Kepemimpinan (Leadership)
3. Partisipasi setiap orang (Involvement of people)
4. Pendekatan proses (Process approach)
5. Pendekatan sistim pada manajemen (System approach to management) 6. Perbaikan berkelanjutan (Continual improvement)
7. Pendekatan faktual untuk pengambilan keputusan (Factual approach to decision making)
8. Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok (Supplier mutually beneficial relationship) Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 63 Tahun 2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik, standar kualitas pelayanan sekurang-kurangnya meliputi:
1. Prosedur Pelayanan Prosedur pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima pelayanan termasuk pengaduan.
2. Waktu Penyelesaian Waktu penyelesaian yang ditetapkan sejak saat pengajuan permohonan sampai dengan penyelesaian termasuk pengaduan.
3. Biaya Pelayanan Biaya/ tarif pelayanan termasuk rinciannya yang ditetapkan dalam proses pemberian layanan.
4. Produk Pelayanan Hasil pelayanan yang akan diterima sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
5. Sarana dan Prasarana Penyediaan sarana dan prasarana pelayanan yang memadai oleh penyelenggaraan pelayanan publik.
6. Kompetensi Petugas Pemberi Pelayanan Publik Kompetensi petugas pemberi pelayanan harus ditetapkan dengan tepat sesuai berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap dan prilaku yang dibutuhkan.
Konsep Kualitas Pelayanan (skrispi dan tesis)
Jenis Pelayanan Publik (skripsi dan tesis)
Secara garis besar jenis-jenis layanan publik menurut Kepmenpan No. 63 tahun 2003 dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
Konsep Pelayanan Publik (skripsi dan tesis)
Istilah publik berasal dari bahasa inggris public yang berarti umum, masyarakat, negara. Kata public sebenarnya sudah diterima menjadi bahasa Indonesia baku menjadi publik yang dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (Badudu, 2001:781-782) berarti umum, orang banyak, ramai. Yang kemudian pengertian pelayanan publik dapat diartikan sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sendiri dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefenisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat, didaerah, dan dilingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan (Ratminto, 2005:5) Menurut Batinggi (1998:12), pelayanan publik dapat diartikan sebagai perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurus halhal yang diperlukan masyarakat atau khalayak umum. Dengan demikian, kewajiban pemerintah adalah memberikan pelayanan publik yang menjadi hak setiap warga negara. Sedangkan menurut Agung Kurniawan (Harbani, 2007:135) pelayanan publik adalah pemberian pelayanan (melayani) keperluan orang lain atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan. Agung kurniawan (Harbani Pasolong, 2007:128), mengatakan bahwa pelayanan publik adalah pemberian pelayanan (melayani) keperluan orang 18 lain atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang ditetapkan. Sedangkan menurut Sadu Wasistiono dalam Handayaningrat (1994), pelayanan umum adalah pemberian jasa baik oleh pemerintah ataupun pihak swasta kepada masyarakat dengan atau tanpa pembayaran guna memenuhi kebutuhan dan atau kepentingan masyarakat. Selanjutnya dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 telah dijelaskan bahwa pengertian pelayanan publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan kebutuhan peraturan perundangundangan. Sedangkan penyelenggara pelayanan publik dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 63 tahun 2003 diuraikan bahwa Instansi Pemerintah sebagai sebutan kolektif yang meliputi Satuan Kerja/ satuan organisasi Kementerian, Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Kesekretariatan Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara, dan Instansi Pemerintah lainnya, baik pusat maupun Daerah termasuk Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, Menjadi penyelenggara palayanan publik. Sedangkan pengguna jasa pelayanan publik adalah orang, masyarakat, instansi pemerintah dan badan hukum yang menerima layanan dari instansi pemerintah
Jenis Layanan Publik (skripsi dan tesis)
Menurut Ahmad Batinggi (1998:21) terdapat tiga jenis layanan yang bisa dilakukan oleh siapapun, yaitu :
