Menurut Yohanson, et al (2021), sumber daya manusia (SDM) merupakan
faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk dan tujuanya,
Organisasi didirikan berdasarkan visi untuk kepentingan bersama, dan
dalam pelaksanaan misinya dikelolah dan diurus oleh manusia. Tenaga
kerja atau karyawan merupakan sumber daya yang paling berharga dalam
organisasi. Tanpa adanya tenaga kerja atau karyawan yang berkualitas
mustahil tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik. Suasana persaingan
yang ketat akan menuntut perusahaan untuk lebih efektif dan efisien dalam
mengelola sumber daya khususnya sumber daya manusia yang
dimilikinya. Akan tetapi memiliki karyawan yang berkinerja tinggi bukan
pekerjaan mudah, tetapi merupakan suatu proses yang sinergis antara
karyawan dan manajemen perusahaan.
Menurut Adamy (2016), manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses
pemanfaatan SDM dan sumber daya lainya secara efektif dan efesien
untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Manajemen ini terdiri dari enam
unsur yaitu: men, money, methode, materials, machines, dan market.
Unsur men (manusia) ini berkembang menjadi suatu bidang ilmu
manajemen yang disebut manajemen sumber daya manusia atau disingkat
MSDM yang merupakan terjemahan dari man power management. Unsur
MSDM adalah manusia yang merupakan tenaga kerja pada perusahaan.
Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan
organisasi, karena manusia menjadi perencana, pelaku, dan penentu
terwujudnya tujuan organisasi. Tujuan tidak mungkin terwujud tanpa
peran aktif karyawan meskipun alat-alat yang dimiliki perusahaan begitu
canggihnya.
Menurut Edwin B. Flippo (dalam Hasibuan, 2020), MSDM adalah
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan,
pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan dan pelepasan SDM agar tercapai berbagai tujuan individu,
organisasi dan masyarakat.
Menurut Schuler, Dowling, Smart & Huber (dalam Setiono & Enni, 2020),
MSDM merupakan pengakuan tentang pentingnya tenaga kerja organisasi
sebagai sumber daya manusia yang sangat penting dalam memberi
kontribusi bagi tujuan-tujuan organisasi, dan penggunaan beberapa fungsi
dan kegiatan untuk memastikan bahwa SDM tersebut digunakan secara
efektif dan adil bagi kepentingan individu, organisasi dan masyarakat
Menurut Hasibuan (2020), MSDM adalah ilmu dan seni mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesien membantu
terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Fungsi-fungsi
MSDM terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengadaan, pengembangan kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan,
kedisiplinan, dan pemberhentian. Tujuannya ialah agar perusahaan
mendapatkan rentabilitas laba yang lebih besar, karyawan mendapatkan
kepusan dari pekerjaannya, masyarakat memperoleh barang atau jasa yang
baik dengan harga yang wajar dan selalu tersedia di pasar, sedang
pemerintah selalu berharap mendapatkan pajak.
Menurut Magdalena, et al (2023), manajemen sumber daya manusia
adalah rangkaian aktivitas organisasi yang diarahkan untuk menarik,
mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja yang efektif. Manajer
memiliki peran besar dalam mengarahkan orang-orang yang berada di
organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan, termasuk memikirkan
bagaimana memiliki manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang
mampu bekerja secara efektif dan efisien.
14
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa MSDM
adalah suatu disiplin manajemen yang secara khusus memfokuskan pada
studi mengenai keterkaitan dan peran manusia dalam struktur organisasi
perusahaan. MSDM menekankan bahwa unsur utama dalam lingkupnya
adalah manusia yang menjadi anggota tenaga kerja di perusahaan tersebut.
Dengan demikian, MSDM mengkaji aspek-aspek yang berkaitan dengan
tenaga kerja manusia semata
