Definisi Ketahanan Kerja


Ketahanan kerja atau resilience merujuk pada kemampuan individu untuk
beradaptasi dan bangkit kembali setelah menghadapi tekanan, stres, atau kesulitan
di tempat kerja. Shatté et al. (2017) menjelaskan bahwa ketahanan kerja bukan
hanya sekadar kemampuan untuk bertahan, tetapi juga kemampuan untuk
berkembang dan belajar dari pengalaman sulit. Individu dengan tingkat ketahanan
yang tinggi cenderung mampu mengelola stres, mempertahankan motivasi, serta
menjaga keterlibatan meskipun menghadapi tantangan yang besar di tempat kerja.
Ketahanan kerja ini sangat penting dalam meningkatkan keterlibatan kerja, karena
individu yang resilient dapat memandang tantangan sebagai peluang untuk
berkembang dan tidak mudah menyerah pada kesulitan.
Penelitian oleh Monje Amor et al. (2021) menunjukkan bahwa individu
yang resilien lebih mampu mengelola tuntutan pekerjaan yang tinggi dan
menghadapi hambatan dengan lebih positif, sehingga dapat tetap terlibat secara
penuh dalam pekerjaan mereka. Ketahanan kerja juga berhubungan erat dengan
faktor psikologis lainnya, seperti efikasi diri dan dukungan sosial, yang semuanya
berperan dalam meningkatkan keterlibatan kerja. Dengan demikian, ketahanan
kerja menjadi salah satu faktor kunci yang mendukung karyawan dalam menjaga
tingkat keterlibatannya, terutama dalam situasi yang penuh tantangan atau
ketidakpastian.