Karakteristik Ketahanan Kerja


Menurut Cooper, & Sarkar (2015) serta Kuntz, Malinen, & Näswall (2017)
karakteristik ketahanan kerja meliputi :

  1. Emotional regulation (Regulasi Emosi)
    Kemampuan individu untuk mengelola dan mengendalikan emosi secara efektif
    saat menghadapi tekanan atau situasi sulit di tempat kerja. Individu yang memiliki
    regulasi emosi yang baik tidak mudah terbawa stres atau panik, melainkan tetap
    tenang dan rasional dalam mengambil keputusan.
  2. Optimism (Optimisme)
    Optimisme ditandai dengan keyakinan bahwa situasi sulit dapat diatasi dan
    masa depan akan lebih baik. Karyawan yang resilien umumnya melihat tantangan
    sebagai peluang untuk belajar dan berkembang, bukan sebagai hambatan yang
    mematahkan semangat.
  3. Self-efficacy (Efikasi Diri)
    Efikasi diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam
    mengatasi tugas atau masalah yang dihadapi. Individu dengan efikasi diri yang
    tinggi cenderung lebih gigih dan percaya diri dalam menghadapi tekanan kerja.
  4. Adaptability (Adaptabilitas)
    Adaptabilitas merupakan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan cepat
    terhadap perubahan lingkungan kerja, seperti perubahan kebijakan, peran, atau
    teknologi. Individu yang adaptif tidak hanya menerima perubahan, tetapi juga
    mampu menggunakannya untuk keuntungan pribadi dan organisasi.
  5. Perseverance (Ketekunan)
    Perseverance mengacu pada keteguhan dan semangat pantang menyerah saat
    menghadapi hambatan atau kegagalan. Karyawan yang memiliki ketekunan tetap
    berusaha hingga tujuan tercapai, meskipun menghadapi tekanan atau situasi sulit