Menurut Cooper, & Sarkar (2015) serta Kuntz, Malinen, & Näswall (2017)
karakteristik ketahanan kerja meliputi :
- Emotional regulation (Regulasi Emosi)
Kemampuan individu untuk mengelola dan mengendalikan emosi secara efektif
saat menghadapi tekanan atau situasi sulit di tempat kerja. Individu yang memiliki
regulasi emosi yang baik tidak mudah terbawa stres atau panik, melainkan tetap
tenang dan rasional dalam mengambil keputusan. - Optimism (Optimisme)
Optimisme ditandai dengan keyakinan bahwa situasi sulit dapat diatasi dan
masa depan akan lebih baik. Karyawan yang resilien umumnya melihat tantangan
sebagai peluang untuk belajar dan berkembang, bukan sebagai hambatan yang
mematahkan semangat. - Self-efficacy (Efikasi Diri)
Efikasi diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam
mengatasi tugas atau masalah yang dihadapi. Individu dengan efikasi diri yang
tinggi cenderung lebih gigih dan percaya diri dalam menghadapi tekanan kerja. - Adaptability (Adaptabilitas)
Adaptabilitas merupakan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan cepat
terhadap perubahan lingkungan kerja, seperti perubahan kebijakan, peran, atau
teknologi. Individu yang adaptif tidak hanya menerima perubahan, tetapi juga
mampu menggunakannya untuk keuntungan pribadi dan organisasi. - Perseverance (Ketekunan)
Perseverance mengacu pada keteguhan dan semangat pantang menyerah saat
menghadapi hambatan atau kegagalan. Karyawan yang memiliki ketekunan tetap
berusaha hingga tujuan tercapai, meskipun menghadapi tekanan atau situasi sulit
