Sebagai seorang anggota suatu organisasi, seharusnya tidak
kehilangan identitasnya yang khas, karena hal itu merupakan kekhususan atau
kebanggaan tersendiri yang dimiliki orang tersebut. Orang yang mampu
mempertahankan identitasnya akan mempunyai harga diri yang tinggi yang
pada gilirannya akan muncul dalam bentuk keinginan untuk dihormati dan
diperlakukan secara manusiawi oleh pimpinananya serta rekan kerja. Oleh
karena itu seorang manajer perlu memahami faktor-faktor pembentuk
perilaku seorang karyawan (Siagian, 2006, p.54):
- Faktor Genetik
Faktor genetik dalam hal ini adalah sifat-sifat yang dibawa sejak lahir
yang bahkan merupakan “warisan” dari kedua orang tuanya. Misalkan
tentang latar belakang kehidupan karyawan, seperti kecerdasan, sifat
pemarah, penyabar dan lain-lain. - Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan disini adalah situasi dan kondisi yang dihadapi
seseorang pada masa muda didalam rumah dan dalam lingkungan yang lebih
luas, termasuk lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat dekat yang
dijumpai sehari-hari. - Faktor Pendidikan
Pendidikan adalah usaha secara sadar dan sistematis dalam rangka
mengalihkan pengetahuan dari seorang kepada orang lain. Pendidikan dapat
bersifat formal dan juga non-formal. - Faktor Pengalaman
Pengalaman seseorang sejak kecil turut membentuk perilaku dalam
kehidupan organisasionalnya. Pengalaman dapat membentuk sifat apatis,
keras kepala, tidak toleran, mudah putus asa, dan sebagainya
