Pengertian Keterlibatan Kerja


Keterlibatan kerja adalah bentuk komitmen seorang karyawan
dalam melibatkan peran dan kepedulian terhadap pekerjaan baik secara
fisik pengetahuan dan emosional, sehingga menganggap pekerjaan yang
dilakukannya sangat penting serta memiliki keyakinan yang kuat untuk
menyelesaikannya.
Berikut ini adalah beberapa definisi keterlibatan kerja yang dirangkum dari
beberapa sumber.
1) Menurut Robbins & Judge (2008;100) menjelaskan bahwa keterlibatan
kerja mengukur tingkat sampai mana individu secara psikologis
memihak pekerjaan mereka dan menganggap penting tingkat kinerja
yang dicapai sebagai bentuk penghargaan diri.
2) Menurut Schaufeli & Bakker dalam penelitian Matija Maric (2017),
keterlibatan kerja adalah keadaan pikiran motivasi yang positif yang
ditandai dengan semangat, dedikasi dan penyerapan di tempat kerja.
3) Menurut M. Hadi Wirawan (2018), keterlibatan kerja merupakan
tingkat dimana seorang karyawan berpartisipasi aktif dalam
pekerjaannya sehingga menjadi kepentingan hidup utama dan penting
bagi konsep dirinya, serta derajat dimana dapat mempengaruhi harga
dirinya dalam suatu pekerjaan.
4) Menurut Engla Dika P (2017), mengemukakan bahwa keterlibatan
kerja adalah seberapa besar identifikasi secara psikologis individu
terhadap pekerjaannya. Makin besar individu tersebut
mengidentifikasikan dirinya dengan pekerjaannya, maka keterlibatan
kerja semakin tinggi.
5) Menurut Hiriyappa dalam Sinar Hubtriyan (2018), menjelaskan bahwa
keterlibatan kerja adalah tingkat sampai sejauh mana individu
mengidentifikasikan dirinya dengan pekerjaannya, secara aktif
berpartisipasi didalamnya serta menganggap performansi yang
dilakukannya penting untuk keberhargaan dirinya.
Berdasarkan definisi – definisi diatas, pengertian keterlibatan kerja
(job involvement) adalah tingkatan seseorang mengenali pekerjaan, turut
serta aktif didalamnya serta menganggap pekerjaan adalah hal penting bagi
dirinya. Seorang karyawan dapat dikatakan terlibat dalam pekerjaan jika :
1) karyawan menemukan pekerjaan yang menantang dan memotivasi, 2)
memiliki komitmen terhadap pekerjaannta, 3) adanya keterikatan dengan
sesame rekan kerja, sehingga dia mendapatkan umpan balik dari pekerjaan
dan kinerjanya (Pinder dalam Yuyun Elizabeth, 2017).