Produk berkualitas tinggi dianggap sebagai landasan penting dalam
menciptakan nilai pelanggan dan merupakan salah satu pilar utama dalam
strategi pemasaran. Menurut Kotler et al. (2022), kualitas produk didefinisikan
sebagai kemampuan suatu produk untuk memberikan manfaat sesuai dengan
yang dijanjikan, bahkan melebihi harapan konsumen. Kualitas tidak hanya
dilihat dari seberapa baik produk berfungsi, tetapi juga dari persepsi konsumen
terhadap keseluruhan pengalaman menggunakan produk tersebut. Selaras
dengan itu, Azizah & Fitrotun (2021) menyatakan bahwa kualitas produk
merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian.
Konsumen cenderung memilih produk yang dinilai memiliki spesifikasi tinggi,
desain menarik, fitur lengkap, serta sistem yang stabil dan mudah digunakan.
Ketersediaan layanan purna jual dan kemudahan perbaikan juga menjadi
indikator penting dalam menilai kualitas suatu produk. Persepsi positif terhadap
kualitas tersebut akan meningkatkan rasa percaya diri dan kepuasan konsumen,
yang pada akhirnya mendorong terjadinya keputusan pembelian. Kualitas
produk yang tinggi merupakan ekspektasi utama konsumen dan menjadi
tanggung jawab penting perusahaan. Kualitas produk yang baik tidak hanya
menentukan kepuasan pelanggan, tetapi juga menjadi fondasi dalam
membangun daya saing serta meningkatkan produktivitas perusahaan di tengah
persaingan pasar yang semakin kompetitif. Produk yang mampu
mempertahankan kualitasnya secara konsisten akan memperkuat kepercayaan
konsumen, menciptakan loyalitas, dan mendorong terjadinya pembelian ulang
(Pahmi, 2024).
