Kejenuhan kerja menurut Maslach dan Leiter merupakan sindrom
psikologis dari kelelahan emosional, depresionalisasi, dan penurunan prestsi
kerja yang muncul di antara individu-individu yang bekerja dengan orang
lain. Kejenuhan kerja menurut Dharma suatu sindrom kelelahan
emosional, fisik, dan mental berhubungan dengan rendahnya perasaan harga
diri, disebabkan penderitaan stress yang intens dan berkepanjangan(33).
Kejenuhan kerja merupakan representasi dari sindrom stress secara
psikologis, yang menunjukan respon negatif sebagai hasil dari tekanan-
tekanan pekerjaan.
Kejenuhan kerja yaitu keadaan stress secara psikologis yang sangat
ekstrem sehingga individu mengalami kelelahan emosional dan motivasi
yang rendah untuk bekerja. Kejenuhan kerja dapat merupakan akibat dari
stress kerja yang kronis. Maslach dan Leiter berpendapat bahwa kejenuhan
kerja merupakan reaksi emosi negatif yang terjadi dilingkungan kerja,
ketika individu tersebut mengalami stress yang berkepanjangan (15). Anisa
menjelaskan kejenuhan kerja merupakan sindrom psikologis yang meliputi
kelelahan, depersonalisasi dan menurunnya kemampuan dalam melakukan
tugas-tugas rutin seperti mengakibatkan timbulnya rasa cemas, depresi, atau
bahkan dapat mengalami gangguan tidur.
Noviawati menyatakan kejenuhan kerja biasanya terjadi karena
adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan pekerja, ketika adanya
perbedaan yang sangat besar antara individu yang bekerja dengan
pekerjaannya akan mempengaruhi performasi kerja (11)
