Indikator perilaku kerja inovatif menurut Jenssen (2000) dalam
Aditya dan Ardhana (2016) terdiri dari beberapa indikator yaitu,
1) Generasi ide (idea generation)
Indikator ini mengacu pada pengembangan serta dari
penggunaan ide-ide yang memberi banyak manfaat bagi
organisasi sendiri. Indikator ini dapat diukur dari tanggapan
responden terhadap upayanya dalam mencari metode kerja yang
baru. Dalam bekerja individu dapat mencari metode kerja yang
baru yang dapat meningkatkan kinerjanya agar bermanfaat bagi
perusahaan.
2) Promosi ide (idea promotion)
Indikator ini mengacu pada perilaku individu yang
bertujuan menjual ide inovatifnya pada rekan kerjanya ataupun
pada atasannya sekalipun. Pada indikator ini dapat diukur dari
bagaimana tanggapan dari responden pada upayanya untuk
mendapatkan persetujuan dari berbagai pihak seperti atasan
ataupun rekan kerjanya sehingga ide inovatif yang dimiliki
individu dapat tersampaikan. Dapat mengkonsultasikan ide baru
nya hingga membicarakannya kepada atasan akan ide barunya
yang membawa manfaat agar dapat diterapkan di lingkungannya
bekerja.
3) Impelementasi ide (idea implementation)
Indikator mengacu pada penyertaan perilaku individu yang
mengarah untuk realisasi serta pengaplikasian ide atau
gagasannya di tempatnya bekerja. Pada indikator ini dapat
diukur dari tanggapan responden terhadap bagaimana cara
individu untuk mewujudkan ide-ide barunya tersebut menjadi
aplikasi atau program yang dapat digunakan. Ide baru yang telah
diajukan sehingga dapat diterapkan didalam lingkungannya
bekerja serta membawa manfaat bagi sekitar.
Dari indikator perilaku kerja inovasi diatas menurut Jenssen
(2000) yang telah diuraikan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
indikator perilaku kerja inovasi dibagi menjadi beberapa indikator
yaitu generasi ide (idea generation), promosi ide (idea promotion), dan
impelementasi ide (idea implementation)
