Karakteristik Pasar Tradisional


Ada beberapa karakteristik pasar tradisional yaitu sarana prasarana pasar,
karakteristik konsumen, komoditas dan aktivitas pasar (Adinugroho,2009). Sarana
prasarana pasar terdiri dari kondisi fisik pasar serta kelengkapan dan kualitas prasarana
pasar. Karakteristik konsumen terdiri dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, tempat
tinggal, jenis kebutuhan, transportasi, dan frekuensi aktivitas. Sedangkan komoditas dan
aktivitas pasar terdiri dari ragam barang, kualitas barang, dan aktivitas pasar. Berikut ini
merupakan penjelasan lebih detail mengenai karakteristik pasar tradisional :

  1. Kondisi Pasar
    Berdasarkan aspek kondisi pasar, karakteristik pasar tradisional dan pasar modern
    Yang dibangun harus memperhatikan kaidah pasar yang bersih dan aman. Bersih berarti
    tidak adanya tumpukan atau sampah yang berserakan (Marlina,2012). Menurut Mukbar
    (2007) dalam Marlina (2012).
    Kondisi Fisik Sarana Dan Prasarana
    Sarana prasarana pasar terdiri dari kondisi fisik sarana prasarana pasar,
    kelengkapan dan fungsi prasarana penunjang pasar. Fasilitas yang ada di pasar tradisional
    sama dengan fasilitas yang ada di pasar lainnya. Menurut SNI 03-1733-2004 tentang tata
    cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan ada beberapa kebutuhan sarana
    dan prasarana dalam sarana perdagangan yaitu tempat parkir umum, terminal kecil atau
    pangkalan untuk pemberhentian kendaraan, pos keamanan, sistem pemadam kebakaran,
    tempat ibadah, air bersih, jaringan air kotor, jaringan komunikasi, dan jaringan listrik.
  2. Karakteristik Konsumen
    Menurut Drs. Damsar, Ma (1997) karakteristik pembeli atau konsumen
    dikelompokkan menjadi 3 yakni:
  3. Pengunjung, yaitu mereka yang datang ke pasar tanpa mempunyai tujuan untuk
    melakukan pembelian terhadap suatu barang atau jasa, mereka adalah orangorang yang menghabiskan waktu luangnya di pasar.
  4. Pembeli, yaitu mereka yang datang ke lokasi pasar dengan maksud untuk membeli
    sesuatu barang atau jasa, tetapi tidak mempunyai tujuan ke mana lokasi untuk
    membeli.
  5. Pelanggan, yaitu mereka yang datang ke lokasi pasar dengan maksud untuk
    membeli sesuatu barang atau jasa, dan mempunyai tujuan yang pasti ke dimana
    akan membeli. Seseorang menjadi pembeli tetap dari seorang penjual tidak terjadi
    secara kebetulan, tetapi melalui proses interaksi sosial.
  6. Aktivitas
    Aktivitas dapat diartikan sebagai kegiatan yang membutuhkan kehadiran orang lain
    (Zhang dan Lawson, 2009). Gehl dalam Zhang dan Lawson (2009) membagi aktivitas di
    ruang luar dalam tiga kategori, antara lain :
     Aktivitas Penting.
    Setiap orang memiliki kegiatan rutin yang harus dilaksanakan dalam segala kondisi,
    seperti bekerja, bersekolah, berbelanja dan juga melibatkan aktivitas dalam sistem
    pergerakan seperti berjalan menuju halte bus, berjalan menuju tempat bekerja dan lain
    sebagainya.
     Aktivitas Pilihan.
    Aktivitas ini memiliki tingkat prioritas di bawah aktivitas penting. Kita dapat memilih
    Untuk Berjalan Santai Pada Sore Hari Atau Menangguhkannya Apabila Hari Tidak Cerah.
    Dengan Demikian, Pilihan Untuk Melakukan Aktivitas Ini Tergantung Pada Kondisi
    Lingkungan.
    12
     Aktivitas Sosial.
    Aktivitas ini lebih menekankan pada terjadinya proses sosial, baik dalam bentuk
    kontak fisik maupun kontak pasif. Aktivitas sosial ini dapat terjadi secara paralel
    dengan aktivitas penting dan aktivitas pilihan.