Job crafting


Menurut (Kim et al., 2019:02) job crafting adalah sebagai proses anggota
organisasi yang menjadikan pekerjaan menjadi lebih bermakna dengan menjadikan
tugas pekerjaan secara otonomi dan proaktif.
Menurut Wrzesniewski (2000) dalam Miraglia (2017:03) Job crafting
adalah perilaku aktif yang dilakukan karyawan untuk menjadikan tuntutan
pekerjaan dan juga sumber daya pekerjaan sesuai dengan kebutuhan dan juga
keterampilan mereka.Menurut Hetlan et al., (2018:747) Job crafting adalah
Perilaku kerja aktif yang membutuhkan perubahan untuk membentuk pekerjaan
agar tetap menantang dan memotivasi.
Menurut Kim et al., (2019:06) Job crafting, dapat diukur melalui indikator,
sebagai berikut:

  1. Congnitive crafting sebagai proses dalam pengubahan batas presepsi
    seseorang mengenai penafsiran ulang dan juga makna pekerjaan setiap
    seseorang.
  2. Relation Crafting sebagai upaya meningkatkan dan merubah hubungan
    antara bisnis dengan merubah frekuensi ataupun pada kualitas interaksi
    di anggota organisasi tempat kerja.
  3. Task Crafting sebagai pengubahan tugas dalam kewajiban yang
    ditentukan sebelumnya.
    18
    Adapun menurut Hetlan et al., (2018:755) job crafting dapat diukur melalui
    beberapa indikator :
  4. Meningkatkan sumber daya pekerjaan struktural yaitu menambah atau
    menciptakan lapangan pekerjaan secara terstruktur.
  5. Meningkatkan sosial sumber daya pekerjaan yaitu dapat menambah
    kepercayaan antar intensitas sesama karyawan.
  6. Tuntutan pekerjaan yang semakin menantang yaitu bagaimana
    karyawan mendapatkan tuntutan pekerjaan yang lebih besar.
    Penelitian ini menggunakan indikator yang dikembangkan Kim et al.,
    (2019:06).
    2.2.3 Kinerja pekerjaan
    Menurut Na-nan&Chaiprasit (2018:2437) kinerja pekerjaan adalah perilaku
    karyawan di tempat kerja yang menunjukan hasil kerja yang sesuai dengan
    keinginan organisasi sebagai kualitas pekerjaan dan waktu kerja.
    Menurut Davidescu et al., (2020:53) kinerja pekerjaan adalah pusat dalam
    psikologi dan juga organisasi, yang mencerminkan tindakan, perilaku dan hasil
    yang terukur melibatkan karyawan, serta yang berkontribusi pada sasaran
    organisasi. Adapun menurut Shafique et al., (2018:75) kinerja pekerjaan adalah,
    seseorang yang berpikir untuk melakukan upaya ekstra dalam melakukan
    pekerjaan, yang lebih efektif dan efesien agar dapat meningkatkan produktifitas
    secara keseluruhan.
    Menurut Na-nan& Chaiprasit (2018:2448) kinerja pekerjaan dapat diukur
    melalui indikator :
  7. Kualitaspekerjaan : pemenuhan dalam kriteria dan juga standart dalam
    dunia industri pekerjaan.
  8. Kuantitas pekerjaan yaitu output yang menghasilkan kuantitas seperti
    produk, kuantitas resiko dan sebagainya.
  9. Waktu pekerjaan yaitu waktu yang diberikan dalam penyelesaian
    aktivitas pekerjaan.
    Adapun menurut Devidescu et al., (2019: 53) kepuasan kerja dapat diukur
    melalui indikator :
  10. Pengalaman yaitu dimana karyawan mempunyai pengalaman dalam
    dunia pekerjaan.
  11. Kemampuan yaitu dimana karyawan mempunyai kemampuan di dalam
    dunia pekerjaan