Teori Keputusan Investasi (5)

Teori portofolio modern

Modern portfolio theory dikembangkan oleh Markowitz (1952). Teori ini menyatakan bahwa investor seharusnya tidak menilai investasi secara individual saja, melainkan menilai kontribusi suatu aset terhadap risiko dan return portofolio secara keseluruhan. Dengan mengombinasikan berbagai aset yang memiliki korelasi tidak sempurna, investor dapat mengurangi risiko portofolio tanpa selalu menurunkan return yang diharapkan.

Konsep kunci teori portofolio modern adalah diversifikasi. Diversifikasi memungkinkan investor mengurangi risiko tidak sistematis melalui penyebaran investasi pada berbagai perusahaan, industri, wilayah, atau jenis aset. Namun, risiko sistematis tetap sulit dihilangkan karena dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan (Markowitz, 1952).

Bagi manajer keuangan, teori portofolio relevan ketika perusahaan mengelola portofolio investasi, mempertimbangkan diversifikasi bisnis, mengalokasikan dana pensiun, atau menyusun strategi manajemen risiko. Perusahaan perlu menghindari konsentrasi investasi yang terlalu tinggi pada satu produk, pasar, pelanggan, pemasok, atau mata uang karena kondisi tersebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap guncangan tertentu.