Aspek – aspek Persepsi Terhadap Kompensasi


Menurut Yanti (2021:72) memiliki pendapat bahwa persepsi memiliki aspek
–aspek sebagai berikut ini :
a. Seleksi, melalui seseorang akan melakukan pemilihan beberapa hal atau
stimulus yang diterima sesuai dengan apa yang diinginkan
b. Interpretasi, setelah melakukan pemilihan kemudian inidividu masuk pada
tahap interpretasi yang di mana hasi seleksi tersebut akan dikomunikasikan
secara lisan
c. Reaksi, pada reaksi ini seseorang yang sudah melakukan selelsi dan
menginterpretasikannya maka akan memberikan reaksi pada hal tersebut.
Reaksi yang diberikan dapat berupa reaksi yang positif maupun negatif.
Persepsi menurut Sobur (dalam Arifah dkk, 2020:5-6) terdapat tiga aspek di
dalamnya yaitu :
a. Seleksi, pada aspek ini individu yang menerima stimulus maka akan
menyeleksi atau melakukan penyaringan yang dilakukan oleh paca indera
yangdimiliknya.
b. Interpretasi, proses ini merupakan proses pengorganisasian informasi yang
telah diterima, sehingga rangsangan atau stimulus tersebut dapat memiliki
arti.
c. Reaksi, yaitu perilaku atau respon yang ditimbulkan dari adanya stimulus
yang sudah diproses tersebut.
Menurut Filley dkk (dalam Wulandari, 2020:8) terdapat beberapa aspek
dalam persepsi :
a. Seleksi, aspek ini berkaitan dengan pengamatan atau stimulus yang berasal
dariluar yang tak terbatas oleh indera baik secara jenis maupun bentuknya
b. Interpretasi, aspek ini berhubungan dengan pengorganisasian seseorang
terhadap suatu hal yang didasarkan pada pengalaman, kepribadian, sistem
penilaiannya dan lain sebagainya
c. Reaksi, merupakan bentuk prilaku hasil dari interpretasi seseorang. Bentuk
reaksi yang ditimbulkan juga beragam.
Berdasarkan uraian dari beberapa tokoh mengenai aspek – aspek persepsi di
atas maka dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan seleksi, interpretasi dan
reaksi.
Marnisah (2019:108) kompensasi memiliki beberapa asspek di dalamnya,
diantaranya yaitu :
a. Kompenssi Finansial, kompensasi ini dibagi menjadi dua lagi yaitu
kompensasi langsung yang dapat berupa gaji, insentif serta bonus yang
diberikan pada karyawan. Kemudian kompensasi tidak langsung yang
berupa fasilitas dan pelayanan perusahaan pada karyawan seperti
perumahan, libur atu cuti.
b. Kompensasi Non Finansial, kompensasi ini diberikan secara langsung juga
pada karyawan dalam bentuk seperti insentif, tunjangan, dan lain
sebagainya.
Aspek kompensasi menurut Mondy dan Martocchio (dalam Suryani dan John,
2019:98) ada dua aspek yaitu :
a. Kompensasi Financial (keuangan)
Kompensasi finansial ini dibagi lagi menjadi dua, yaitu langsung dan tidak
langsung. Contoh dari finansial langsung yaitu berupa gaji, insentif, bonus,
danlain sebaginya. Contoh dari finansial tidak langsung berupa asuransi, hari
cuti,fasilitas dan lainnya.
b. Kompensasi Non Financial (tidak uang) imbalan tambahan yang diberikan
pada karyawan secara tidak langsung melainkan sesuai dengan kebijakan
yang sudah ditetapkan oleh perusahaan, contohnhya adalah penghargaan,
kenaikan jabatan, pelatihan dan sebgainya.
Menurut Hatuwe (2022:13) terdapat dua aspek kompensasi yaitu :
a. Kompensasi Langsung yang berupa gaji, upah, dan upah insentif, komisi,
dan bonus.
b. Kompensasi Tidak Langsung berupa asuransi kesehatan, fasilitas
perusahaan, cuti bagi karyawan dan lain sebagainya.
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas maka dapat diketahui bahwa bentuk
kompensasi ada kompensasi secara langsung dan tidak langsung