Pandangan Islam Mengenai Audit


Didalam Al-qur’an telah dijelaskan bahwa seorang auditor harus bersikap
adil dan bijaksana sertamelaporkan sesuai dengan kenyataannya dalam
melaksanakan profesinya sebagai auditor tanpa melihat apa dan siapa yang
diaudit. Seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an sebagai berikut :

Artinya : Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan
janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengtahui.
(Q.S Al-Baqarah:42)
Selain itu ayat diatas berhubungan dengan independensi karena sikap
independensi yang tidak memihak kepada siapapun. Maka, secara tidak langsung
auditor dapat membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Sehingga
auditor tersebut tidak mencampur adukkan antara yang hak dan yang bathil,
dengan demikian sikap independen auditor tersebut dapat terwujud.

Dan terdapat juga di surah An-Nisa : 135
َ Artinya : Wahai orang – orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar –
benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap
dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia kaya ataupun
miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan
jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi,
Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang
kamu kerjakan. (Q.S. An-Nisa:135)
Dari ayat diatas bahwasanya terdapat penjelasan mengenai tugas dari
seorang auditor tersebut, dimana tugas yang diemban merupakan amanah dari
klien yang membutuhkan informasi. Hendaknya hasil yang akan diperoleh
nantinya dapat memberikan keputusan kepada para pengguna. Jika terdapat
kesalahan pada saat melaksanakan proses audit maka samapaikanlah apa yang
telah ditemukan jangan membuat suatu kebohongan guna memperoleh
keuntungan dari kedustaan yang telah dilakukan. Sebagai seorang saksi atau pihak
ketiga haruslah bersikap jujur karena Allah SWT mengetahui apa yang
sebenarnya yang terjadi meskipun kita mampu menyembunyikannya.
Selain itu juga Al-Qur’an juga menjelaskan didalam Surah An-Nuur Ayat :
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah
dari golongan kamu juga. janganlah kamu kira bahwa berita bohong
itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. tiap-tiap
seseorang dari mereka mendapat Balasan dari dosa yang
dikerjakannya. dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian
yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang
besar (Q.S. An-Nuur:11)
Dari ayat diatas dijelaskan bahwa setiap apa yang akan dilakukan akan
dicatat menurut amal perbuatannya, dan Allah SWT akan membuat perhitungan
setiap perbuatan yang dilakukan. Allah SWT menyuruh berbuat adil, karena adil
itu lebih dekat dengan takwa. Karena sesungguhnya Allah SWT Maha
Mengetahui apa yang dikerjakan hambanya. Sebagai seorang auditor hendaknya
harus selalu bersikap independen, jujur dan adil serta tegas didalam menjalankan
tugasnya, sebab begitu banyak yang menggantungkan kepercayaan terhadap hasil
auditnya.