Signaling Theory


Perubahan harga saham di pasar dan dampaknya terhadap keputusan investor
adalah subjek dari Signaling Theory. Keadaan pasar sangat dipengaruhi oleh
respons investor terhadap sinyal positif dan negatif investor dapat mengadopsi
metode yang berbeda, seperti membeli saham yang ditawarkan atau memilih untuk
tidak melakukan apa pun dan mengamati situasi yang terjadi sebelum bertindak.
Perilaku seperti ini bukanlah kesalahan, melainkan upaya investor untuk
mengurangi potensi risiko yang lebih tinggi yang disebabkan oleh ketidakpastian
kondisi pasar (Fahmi, 2015). Menurut Karewur (2016) Signaling Theory adalah
teori yang menitikberatkan pada rujukan atau sinyal atau pun tanda-tanda dari
adanya laporan keuangan. Keadaan finansial suatu perusahaan dapat diperoleh
dengan mengadakan interpretasi atau analisis terhadap data finansial yang ada.
Data finansial tersebut tercermin dalam laporan finansialnya. Laporan finansial
memberikan ikhtisar mengenai keadaan finansial perusahaan, dimana neraca
mencerminkan nilai aktiva, hutang, modal sendiri dan modal asing pada saat
tertentu. Signaling Theory menjelaskan terkait bagaimana suatu pihak dapat
menyediakan informasi yang kredibel tentang dirinya sendiri kepada pihak lain,
sehingga asimetris informasi dapat diredam. Asumsinya bahwa berbagai
informasi yang diungkapkan tersebut akan diterima sebagai sinyal oleh para
pelaku pasar (Budastra, 2023)