Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Niat Whistleblowing


Menurut Handoko (2000:193) kepuasan kerja adalah keadaan emosional
yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagaimana para karyawan
memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja merupakan perasaan seorang
karyawan terhadap kerjaannya. Seorang karyawan akan merasa nyaman dan
setia dengan perusahaannya dilihat dari kepuasan kerja yang didapatkan oleh
karyawan.
Karyawan yang telah merasa puas dan nyaman dengan tanggung jawab
yang didapat dalam kerjaannya seperti gaji yang cukup untuk hidupnya, dan
mendapatkan pengakuan dari atasannya, maka karyawan akan memiliki rasa
yang tidak peduli terhadap keadaan sekitar organisasinya atau perusahaan
tempat karyawan bekerja. Hal ini terjadi karena karyawan telah merasa cukup
dengan hasil yang karyawan dapatkan. Sementara itu karyawan yang tidak
39
merasa puas dan nyaman terhadap pekerjaannya, merasa tidak cukup dengan
gaji yang didapatkan, dan tidak mendapatkan pengakuan dari atasannya, maka
karyawan tersebut akan memperhatikan kesalahan atau kecurangan yang
terjadi di organisasi atau perusahaan tempat karyawan bekerja untuk
mendapatkan hal-hal tersebut. Jadi karyawan yang memiliki rasa kepuasan
kerja terhadap organisasinya atau perusahaannya memiliki niat yang sedikit
dalam melakukan whistleblowing karena sudah mendapatkan kenyaman di
tempat kerjanya.