Orientasi Etika


Forsyth (1980) berpendapat bahwa orientasi etika adalah tujuan utama
perilaku profesional yang berkaitan erat dengan moral dan nilai-nilai yang
berlaku dan digerakkan oleh dua karakteristik yaitu idealisme dan relativisme.
Idealisme berhubungan dengan tingkat dimana individual percaya bahwa
konsekuensi yang diinginkan (konsekuensi positif) tanpa melanggar kaidah
moral. Sikap idealis juga diartikan sebagai sikap tidak memihak dan terhindar
dari berbagai kepentingan. Seorang akuntan yang tidak bersikap idealis hanya
mementingkan dirinya sendiri agar mendapat fee yang tinggi dengan
meninggalkan sikap independensi. Di sisi lain, sikap relativisme secara implisit
menolak moral absolut pada perilakunya.
Konsep idealisme dan relativisme tidak berlawanan, namun
menunjukkan dua skala yang terpisah oleh Forsyth (1981). Forsyth (1980)
memberikan kategori orientasi etika ke dalam empat klasifikasi sikap orientasi
etika : (1) Situasionalisme, (2) Absolutisme, (3) Subyektif dan (4) Eksepsionis.