Aranya et al (1982) dalam Elias (2008) mengatakan komitmen profesi
dapat didefinisikan sebagai kesukaan yang dibentuk oleh seseorang
terhadap profesinya. Menurut Morow dan Wirth (1989) dalam Chang dan
Choi (2007) komitmen profesional merupakan pelekatan psikologis dan
identifikasi seseorang dengan profesinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa
komitmen profesional merupakan sikap dan perilaku individu yang
mendasari profesional seseorang dalam menjalankan tugas dan
pekerjaannya sesuai dengan aturan yang berlaku.
Berkomitmen terhadap profesi berarti meyakinkan bahwa profesi yang
dilakukan memiliki dan memberikan hal yang baik bagi diri seseorang.
Lee (2000) dalam Elias (2008) menekankan bahwa pentingnya komitmen
profesional didalam karir individu karena komitmen profesional
merupakan bagian utama dalam hidup mereka dan memiliki implikasi
penting pada level individual maupun organisasional, juga semakin tinggi
komitmen professional seseorang maka semakin kecil kemungkinan
mereka meninggalkan profesi yang digelutinya .
Komitmen profesional memiliki peran penting dalan karir seseorang.
Komitmen profesional dikaitkan dengan meningkatnya kinerja, turunnya
niat untuk pindah kerja, serta kepuasan kerja yang lebih besar (Mexiner
dan Bline, 1989 dalam Elias 2008). Aranya et al (1981) dalam Dimas
(2015) menyatakan bahwa komitmen profesional yang lebih tinggi harus
direfleksikan dalam kepekaan yang lebih kuat terhadap masalah-masalah
mengenai etika profesi. Komitmen profesi dikaitkan pula dengan etika dan
niat whistleblowing. Kaplan dan Whitecotton (2001) dalam Merdikawati
(2012) berpendapat bahwa komitmen profesi auditor dan niat
whistleblowing memiliki hubungan positif. Hal ini membuktikan bahwa
auditor yang berkomitmen terhadap profesi lebih cenderung melakukan
whistleblowing. Penelitian ini sangat membantu dalam memotivasi
pekerjaan karyawan sehingga karyawan dapat bekerja sesuai dengan
aturan yang ada.
Komitmen profesional juga dapat dijadikan motivasi dalam bekerja.
Adanya motivasi dalam bekerja dapat membuat karyawan lebih semangat
lagi dalam bekerja dengan mencapai tujuan tertentu. Tercapainya tujuan
yang dikehendaki oleh karyawan akan membuat karyawan merasa puas
dengan pekerjaannya. Komitmen profesional dengan motivasi yang tinggi
akan mengarahkan karyawan bekerja sesuai dengan kode etik secara
