Keunggulan bersaing merupakan salah satu tujuan perusahaan dalam
menerapakan aktivitas pemasaran. Keberhasilan perusahaan dapat terlihat pada
tingkat loyalitas konsumen terhadap produk atau merek tertentu. Menurut Kotler
2009:351 dalam (Mandasari & Sumartini, 2020) pentingnya loyalitas pelanggan
untuk dikenali pelaku binsis untuk menentukan strategi dalam upaya meraih,
memperluas serta mempertahankan pasar.
Loyalitas merupakan suatu komitmen yang tercermin melalui sikap sebagai
evaluasi melalui kekuatan dan stabilitas sehingga mendorong tanggapan untuk
melakukan pembelian secara berulang dalam mendapatkan produk suatu merek
Jung 2013 dalam (Simajuntak & Purba, 2020). Rachmawati 2010 dalam (Mandasari
& Sumartini, 2020) inti dari perusahaan adalah loyalitas pelanggan, karena dengan
adanya loyalitas pelanggan yang sesuai maka perusahaan akan mendapatkan
keuntungan. Keterikatan dan hubungan antara perusahaan dengan konsumen
merupakan bagian dari loyalitas pelanggan Smith dan Wright 2004 (Mandasari &
Sumartini, 2020).
Loyalitas merek menurut Chiffman dan Kanuk 2009 (Novalina dkk., 2018)
suatu bentuk perilaku serta sikap yang ditunjukkan konsumen terhadap suatu
merek. Kemudian, Menurut Kotler dan keller 2012 (Windayati & Chrynaputra,
2020) brand loyalty adalah komitmen kuat konsumen dalam melakukan pembelian
ulang produk atau jasa tertentu di masa depan dan tidak terpengaruh dengan situasi
dan kondisi yang menyebabkan peralihan perilaku. Selanjutnya, loyalitas merek
(brand loyalty). Sehingga, dapat disimpulkan loyalitas merek (brand loyalty)
sebagai keinginan serta kesetiaan konsumen dalam melakukan pembelian secara
berulang terhadap merek tertentu dalam kurun waktu jangka panjang
