Indikator Kepuasan Kerja


Indikator kepuasan kerja memiliki peran yang cukup penting bagi karyawan.
Karena indikator kepuasan kerja merupakan salah satu aspek yang diketahui
karyawan dari segi apa karyawan merasa puas atau tidaknya dalam bekerja.
Abdurrahmat (2006) memaparkan bahwa indikator kepuasan kerja hanya diukur
dengan kedisiplinan, moral kerja, dan turnover kecil. Jadi, apabila kedisiplinan,
moral kerja dan turnover karyawan besar, maka kepuasan kerja karyawan di
perusahaan tersebut berkurang. Menurut Veithzal Rivai (2004; p.479-480)
indikator dari kepuasan kerja terdiri dari:

  1. Isi pekerjaan, penampilan tugas pekerjaan yang aktual dan sebagai
    kontrol terhadap pekerjaan. Karyawan akan merasa puas bila tugas kerja
    dianggap menarik dan memberikan kesempatan belajar dan menerima
    tanggung jawab.
  2. Supervisi, Adanya perhatian dan hubungan yang baik dari pimpinan
    kepada bawahan, sehingga karyawan akan merasa bahwa dirinya
    merupakan bagian yang penting dari organisasi kerja akan meningkatkan
    kepuasan kerja karyawan. Sebaliknya, supervisi yang buruk dapat
    meningkatkan turn over dan absensi karyawan.
  3. Organisasi dan manajemen, yang mampu memberikan situasi dan kondisi
    kerja yang stabil, untuk memberikan kepuasan kepada karyawan.
  4. Kesempatan untuk maju, Adanya kesempatan untuk memperoleh
    pengalaman dan kemampuan selama bekerja akan memberikan kepuasan
    pada karyawan terhadap pekerjaannya.
  5. Rekan kerja. Adanya hubungan yang dirasa saling mendukung dan saling
    memperhatikan antar rekan kerja akan menciptakan lingkungan kerja yang
    nyaman dan hangat sehingga menimbulkan kepuasan kerja pada karyawan.
  6. Kondisi pekerjaan, kondisi kerja yang mendukung akan meningkatkan
    kepuasan kerja pada karyawan. Kondisi kerja yang mendukung artinya
    tersedianya sarana dan prasarana kerja yang memadai sesuai dengan sifat
    tugas yang harus diselesaikannya.
    Sama halnya dengan Robbins dan Judge (2013), kepuasan kerja
    dapat diukur dengan menggunakan lima indikator:
  7. Kepuasan dengan promosi
  8. Kepuasan dengan rekan kerja
  9. Kepuasan dengan gaji
  10. Kepuasan dengan pekerjaan itu sendiri
  11. Dengan sikap atasan.
    Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja yang nyaman yang
    didalamnya juga mencakup atasan, rekan kerja, gaji yang cukup dan juga diri
    sendiri yang mendukung akan membuat seseorang merasa senang dalam melakukan
    pekerjaannya dan dari situ akan menimbulkan kepuasan kerja terhadap karyawan,
    kepuasan yang dirasakan oleh karyawan akan memberikan dampak yang baik bagi
    perusahaan dalam mencapai tujuan