Orientasi terhadap konsumen membutuhkan produsen yang
memahami rantai value konsumen yang tak terbatas tutur Narver et al.,
(2004). Pemahaman itu harus ditujukan untuk memuaskan konsumen serta
mengawasi permintaan konsumen Grinstein, (2008). Dalam marketing,
pemahaman umumnya customer orientation adalah menambah inovasi karena
hal ini berhubungan dengan melakukan sesuatu yang baru atau berbeda
sebagai respons terhadap kondisi pasar Chan, (2016). Perusahaan yang
berorientasi konsumen menggarisbawahi penggunaan dan pembelajaran
informasi, dan menyingkap kebutuhan konsumen yang tersembunyi, yang
akan menambah inovasi yang ada Narver et al., (2004). Ketika ketiga segmen
tersebut bekerja sama, maka akan ada peningkatan performa dalam
perusahaan
