Teori Kebijakan Dividen (4)

Agency theory dan dividen

Agency theory menjelaskan bahwa dividen dapat digunakan untuk mengurangi konflik kepentingan antara manajemen dan pemegang saham. Perusahaan yang memiliki free cash flow besar berpotensi menghadapi masalah apabila manajer menggunakan dana tersebut untuk proyek yang kurang produktif, ekspansi yang berlebihan, atau kepentingan pribadi (Jensen, 1986).

Pembayaran dividen dapat mengurangi jumlah kas bebas yang berada di bawah diskresi manajemen. Ketika perusahaan membayar dividen, perusahaan mungkin harus mencari pendanaan eksternal apabila membutuhkan dana untuk investasi. Kebutuhan pendanaan eksternal tersebut meningkatkan pengawasan oleh pasar modal, bank, dan kreditor sehingga dapat mendorong manajemen bertindak lebih disiplin.

Namun, kebijakan dividen yang terlalu agresif juga dapat membatasi kemampuan perusahaan membiayai investasi produktif. Oleh karena itu, perusahaan harus menyeimbangkan kebutuhan membayar dividen dengan kebutuhan mempertahankan laba untuk pertumbuhan dan penguatan struktur keuangan.