Teori Kebijakan Dividen (5)

Residual dividend theory

Residual dividend theory menyatakan bahwa perusahaan sebaiknya membayar dividen setelah seluruh kebutuhan investasi yang memiliki NPV positif terpenuhi. Dalam teori ini, laba ditahan digunakan terlebih dahulu untuk mendanai proyek investasi yang menguntungkan. Setelah kebutuhan modal untuk investasi terpenuhi, sisa laba dapat dibagikan sebagai dividen.

Pendekatan residual menempatkan keputusan investasi sebagai prioritas utama. Jika perusahaan memiliki banyak proyek yang diperkirakan menghasilkan return di atas biaya modal, perusahaan sebaiknya mempertahankan laba lebih besar. Sebaliknya, apabila peluang investasi terbatas, perusahaan dapat membagikan porsi laba yang lebih besar sebagai dividen (Brigham & Houston, 2022).

Kelemahan kebijakan residual adalah besaran dividen dapat berfluktuasi dari tahun ke tahun. Fluktuasi tersebut mungkin tidak disukai investor yang menghendaki pendapatan dividen stabil. Oleh sebab itu, banyak perusahaan berusaha menjaga stabilitas dividen sambil tetap mempertimbangkan kebutuhan investasi dan kondisi kas.