Teori Struktur Modal (5)

Signaling theory

Signaling theory menjelaskan bahwa manajemen menggunakan keputusan keuangan sebagai sinyal untuk menyampaikan informasi mengenai prospek perusahaan kepada investor. Teori ini berangkat dari kondisi asimetri informasi, yaitu ketika manajer memiliki informasi yang lebih baik tentang kinerja dan peluang masa depan perusahaan dibandingkan pihak eksternal (Spence, 1973).

Dalam konteks keuangan perusahaan, peningkatan dividen, pembelian kembali saham, peningkatan investasi produktif, atau keputusan penggunaan utang yang wajar dapat dipersepsikan investor sebagai sinyal positif bahwa manajemen optimistis terhadap arus kas masa depan. Sebaliknya, pengurangan dividen, penerbitan saham baru secara mendadak, atau peningkatan utang yang ekstrem dapat dipersepsikan sebagai sinyal risiko atau kebutuhan dana yang mendesak.

Ross (1977) menyatakan bahwa struktur modal dapat digunakan sebagai sinyal kualitas perusahaan. Perusahaan dengan prospek dan arus kas baik mungkin lebih berani menggunakan utang karena manajemen yakin perusahaan mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Namun, interpretasi sinyal harus dilakukan secara hati-hati karena penggunaan utang yang berlebihan juga dapat memperbesar risiko kesulitan keuangan.